Makalah Peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa

Peran mahasiswa
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah ini dalam rangka menjalankan tugas makalah
Shalawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurah limpahkan kepda baginda kita tercinta nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa  dari zaman yang dihiasi dengan kebodohan menuju alam yang terang menderang ini akan ilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   
                                                                                     Sumenep, 13 Agustus 2017
   



                                                                                              Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................
KATA PENGANTAR..................................................................................... 
DAFTAR ISI................................................................................................... 
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 
A.    Latar Belakang............................................................................... 
B.     Rumusan masalah........................................................................... 
C.     Tujuan Penulisan............................................................................. 
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 
A.    Pengertian Mahasiswa..................................................................... 
B.     Meningkatkan Daya Juang Mahasiswa............................................ 
C.     Membentuk Jati Diri Mahasiswa Unija............................................ 
BAB III PENUTUP......................................................................................... 
A.    Kesimpulan..................................................................................... 
B.     Saran-saran..................................................................................... 
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dunia Kampus merupakan sebuah institusi yang tidak sekedar untuk kuliah, mencatat pelajaran, pulang dan tidur. Tapi harus dipahami bahwa Kampus adalah tempat untuk penggemblengan mahasiswa dalam melakukan kontempelasi dan penggambaran intelektual agar mempunyai idealisme dan komitmen perjuangan sekaligus tuntutan perubahan.
Penggagasan terhadap terminologi perguruan tinggi tidak akan bisa dilepaskan bisa dilepaskan dari suplemen utama, yaitu mahasiswa. Stigma yang muncul dalam diskursus perguruan tinggi selama ini cenderung berpusat pada kehidupan mahasiswa. Hal ini sebagai konsekuensi logis agresitivitas mereka dalam merespon gejala sosial ketimbang kelompok lain dari sebuah sistem civitas akademika.
Akan tetapi fenomena yang berkembang menunjukkan bahwa derap modernisasi di Indonesia dengan pembangunan sebagai ideologinya telah memenjarakan mahasiswa dalam sekat institusionalisasi, transpolitisasi dan depolitisasi dalam kampus. Keberhasilan upaya dengan dukungan penerapan konsep daya juang mahasiswa, pada sisi lain mahasiswa dikungkung dunia isolasi hingga tercerabut dari realitas sosial yang melingkupinya. Akibatnya, mahasiswa mengalami kegamangan atas dirinya maupun peran-peran kemasyrakatan yang semestinya diambil. Mahasiswapun tidak lagi memiliki kesadaran kritis dan bahkan sebaliknya bersikap apolitis.
Melihat realitas seperti itu maka perlu ditumbuhkan kesadaran kritis mahassiwa dalam merespon gejala sosial yang dihadapinya, karena di samping belum tersentuh kepentingan praktis, mahasiswa lebih relatif tercerahkan (well informed) dan potensi sebagai kelompok dinamis yang diharapkan mampu mempengaruhi atau menjadi penyuluh pada basis mayarakat baik dalam lingkup kecil maupun secara luas.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang muncul dan yang akan di bahas adalah :
1.      Siapakah mahasiswa?
2.      Bagaimana meningkatkan daya juang mahasiswa untuk menemukan jati dirinya?
3.      Bagaiaman membentuk jati diri mahasiswa sebagai penerus bangsa?

C.    Tujuan
Untuk menambah dan membuka wawasan bagi mahasiswa terkait peran dan fungsinya sebagai generasi penerus dan pemimpin bangsa. Menjelaskan peran dan fungsi sejati mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan datang.

BAB II
PEMBAHASAN

            A.    PENGERTIAN MAHASISWA
Dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat. Dari pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi calon-calon intelektual.
Mahasiswa sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagai kaum intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa mahasiswa memiliki peran penting yaitu sebagai “agent of change” karena mahasiswa adalah  orang yang seharusnya dapat membawa perubahan-perubahan yang berdampak positif dan membangun dalam kehidupan masyarakat serta mampu menanamkan nilai-nilai positif terhadap masyarakat. Sehingga peran mahasiswa yang sebenarnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Mahasiswa sebagai elemen utama penerus bangsa tentunya merupakan kesatuan yang sangat penting untuk memajukan dan menjalankan kehidupan bangsa di masa mendatang. Mahasiswa sangat dikenal dengan pemikirannya yang sangat kritis, demokratis dan konstruktif. Suara suara mahasiswa biasanya dianggap sebagai realita social yang ada dilingkungan masyarakat sehingga sangat pantas jika mahasiswa dianggap sebagai roda penggerak bangsa.

Peran Mahasiswa Dalam Kehidupan
1.      Sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
Mahasiswa dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aspirasi ini bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan salah satunya dengan cara demonstrasi, tetapi demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan.
2.      Sebagai agen perubahan (agent of change)
Sebagai kaum intelektual peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dan penting dalam perubahan bangsa. Mahasiswa dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya di kampus, terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa juga harus berpikir kritis, serta memberikan inovasi inovasi terhadap suatu masalah
3.      Sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa adalah penerus dan harapan bangsa untuk melakukan perubahan. Sebagai golongan muda pasti pada waktunya akan menggantikan golongan tua, baik pada orginasasi maupun pada pemerintahan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sebagai garda penerus perubahan bangsa di masa depan.
4.      Moral Force
Mahasiswa harus punya moral yang baik agar bisa merubah bangsa ke arah lebih baik. Apalagi seperti kondisi bangsa saat ini yang selalu dibayangi kasus korupsi. Mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan memiliki akhlak terpuji dan moral yang baik dengan harapan ketika mereka menempati posisi pemerintahan, hal yang tidak diinginkan seperti kasus korupsi dan hal-hal yang menyimpang lainnya bisa dihapuskan. Mereka dituntut untuk memberikan teladan yang baik demi perubahan bangsa. Moral Foce inilah yang akan menumbuhkan jiwa leadership dalam benak mahasiswa. Tentunya dengan jiwa leadership ini akan menjadikan mahasiswa sebagai teladan yang bijak.

B.     MENINGKATKAN DAYA JUANG MAHASISWA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daya juang berarti kemampuan mempertahankan atau mencapai sesuatu yg dilakukan dengan gigih. Banyak hal yang berubah dengan kemajuan jaman. Berawal dari kehidupan yang serba sulit menjadi serba mudah. Berawal dari kepenatan menjadi kenyamanan. Berawal dari keterbatasan menjadi ketersediaan yang melimpah. Segalanya dapat diakses dengan cepat dan mudah. Perubahan peradaban ini menjadikan semuanya tampak sangat indah, menyenangkan dan memuaskan. Kita menyaksikan hampir disemua lini, perubahan demi perubahan terjadi.
Tidak terkecuali, berubahnya culture masyarakat yang mempengaruhi kebiasaan dalam pola pikir dan gaya hidupnya. Lebih khusus lagi, perubahan mental, terlihat sangat jelas pada generasi muda yang lahir di jaman digital seperti saat ini. Kehidupan serba ada, serba cepat, serba instan mendorong mereka menjadi pengagum dan penikmat fasilitas, yang berakibat tidak optimalnya fungsi otak dan mental.
Generasi muda menjadi sasaran empuk perkembangan jaman, mereka menjadi obyek tehnologi, bahkan tidak jarang menjadi budak tehnologi. Sehingga tidak mengherankan, bermunculan penyakit-penyakit mental seperti; malas berusaha, mudah putus asa, tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, bangga dengan fasilitas mewah, tidak mampu menyelesaikan masalah, menyerah dengan keadaan dsb.
Akibatnya potensi intelektual yang mereka bawa sejak lahir menjadi mandul, IQ tinggi tidak menjamin mereka untuk dapat struggle dalam kehidupan. Mereka memiliki banyak teman, pandai bersosialisasi, tapi lari dari kenyataan ketika berhadapan dengan masalah. Narkoba, miras, bunuh diri menjadi solusi pilihan.
Untuk itu generasi muda harus meningkatkan imunitasnya sehingga memiliki kekebalan terhadap problem-problem kehidupan yang melingkupinya. Dengan pendidikan ketrampilan problem solving, maka mereka akan menjadi survive ditengah kompleksitas jaman.
 Tipe Daya Juang memiliki beberapa criteria, yaitu :
1. Tipe Qiutters (mereka yang berhenti dan menyerah)
Adalah orang yang bila sedang mendaki gunung, akan memilih berada ditempat yang paling bawah. Kemampuan mendakinya hanya cukup sampai di kaki gunung. Orang tipe ini biasamya berusaha menjauh dari permasalahan, rasa takut dan kuatir lebih kuat dari rasa keinginan bertindak (action). Saat melihat atau menghadapi kesulitan, ia akan memilih mundur, dan tidak berani menghadapi permasalahan.
2. Tipe Campers (mereka yang berkemah)
Adalah orang yang belum mencapai puncak gunung tapi sudah merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya saat ini. Ia tak mau mendaki lebih tinggi karena risiko yang terlalu besar. Pendaki tipe ini pada umumnya lebih menyiapkan diri untuk jalan aman kembali turun dari pada memikirkan bagaimana strategi naik ke puncang gunung. Biasanya cepat puas atau selalu merasa cukup berada di posisi tengah. Cenderung mengabaikan kemungkinan, peluang atau kesempatan baru yang bisa didapat, bila melangkah lebih tinggi dan lebih jauh.
3. Tipe Climbers ( mereka pendaki gunung sejati)
Adalah anak yang mempunyai tujuan, punya impian, punya target atau sasaran, atau paling tidak sudah punya sesuatu yang ingin diwujudkan. Dan, untuk merealisasikan ide itu, mereka memiliki kemauan dan mampu mengusahakannya dengan ulet, tekun dan gigih.
Tingkatkan Daya Juang. Kecerdasan mengatasi masalah bukan sesuatu yang diperoleh dengan instan. Bukan juga bawaan sejak lahir melainkan sesuatu yang dapat dilatih, dibentuk atau diciptakan. Untuk menumbuhkannya diperlukan suatu proses yang tidak singkat, dengan melalui pengajaran dan latihan yang melibatkan segenap potensi yang kita miliki. Dengan optimalisasi potensi belajarnya (otak dan alat indra) serta stimulasi yang tepat terhadap gaya belajarnya (Visual, Auditori, Kinestetik) , anak akan memiliki pengalaman-pengalaman yang berharga dalam hidupnya. Banyaknya pengalaman itulah yang akan menjadikan anak memiliki ketangguhan dalam mengatasi masalah.



C.     MENEMUKAN JATI DIRI MAHASISWA
Didalam perjalanannya, seorang mahasiswa tentu dituntut untuk menunjukan jati diri nya sebagai penggerak wawasan. Tentunya lebih dibutuhkan hal lain yang sekiranya nanti akan membantu diri kita pribadi, mau kemana arah dan tujuan kita nantinya. Untuk membekali diri kita pribadi setelah kita meyakini dengan apa yang telah kita dapati diatas dan menjadi dasar untuk membentuk jati diri kita, tentunya kita para mahasiswa masih membutuhkan ilmu-ilmu pengetahuan yang nantinya akan membawa kita para mahasiswa mencapai sasaran yang kita inginkan. Nah dari seringnya kita mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kampus, seminar-seminar yang banyak memberikan motivasi diri pribadi para mahasiswa tentunya akan menunjang lagi kepada para mahasiswa, karena untuk memberikan pengaruh positif dan ajakan berbuat kearah yang baik tidaklah semudah apa yang kita bayangkan, dan disinilah para mahasiswa dituntut untuk memperkaya dirinya dalam hal ilmu-ilmu pengetahuan yang harus dikuasai, sehingga para mahasiswa dapat memposisikan dirinya bahwa sebenarnya bukannya dia lebih pandai dan cerdas dibandingkan orang lain, cuman karena dia terlebih dahulu menguasai dan tahu akan hal tersebut, sehingga dia dapat memberikan masukan kepada orang lain bahwa inilah yang benar dan yang diharapkan dari pada apa tujuan yang ingin dicapai, sehingga dengan dasar-dasar pengetahuan yang dia kuasa lebih dahulu tentu harus tahu pula bagaimana cara untuk mencapai kesana, ya sudah tentu kita para mahasiswa harus memotivasi diri kita dengan cara rajin belajar, membaca, bergaul kearah yang positif, serta tahu menempatkan dan memposisikan diri kita. Bagaimana kita bisa dan dapat memimpin suatu organisasi atau kelompok ataupun suatu komunitas jika diri kita sendiri tidak mengetahui caranya. Dengan cara-cara seperti seringanya kita  mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kampus, seminar-seminar baik yg diadakan oleh pihak universitas maupun pihak umum, sepanjang arahnya untuk kebaikan dan masukan pada diri kita pribadi tentu ini lebih baik, sehingga suatu saat kita ditunjuk sebagai ketua/pemimpin dalam suatu organisasi/komunitas dengan sendirinya kita dapat menjalankan organisasi/komunitas itu sesuai dengan tujuan apa yang ingin dicapai semula.

Semua orang tentunya ingin berprestasi, namun jika dia tidak dapat menemukan jati dirinya sebagai penggerak wawasan tentu akan sulit, makanya diperlukan suatu proses tercapainya pemikiran, prestasi dan usaha-usaha untuk mencapai kesuksesan, namun demikian adapula suatu prestasi itu dapat dicapai bukan karena diri pribadi, melainkan kerja suatu team. Nah disinilah kita para mahasiswa dituntut untuk menyeimbangkan, karena diri pribadi antara yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda pikiran dan pendapatnya, untuk itulah maka diperlukan adanya pemahaman dan persepsi yang sama didalam kita memandang suatu permasalahan sehingga dapat ditemukan solusi atau jalan keluarnya. Sebagaimana kita lihat adanya anggapan bahwa sistem pendidikan dan pemerintahan membuat kita dibodohkan dilingkup kehidupan dan tanggung jawab diri kita sendiri, apakah kita sudah memikirkan kepada orang lain bagaimana caranya dapat mencerdaskan orang lain tersebut, apakah kita sendiri sudah mengembangkan diri pribadi kita juga member kesempatan kepada orang lain untuk berkembang ?.. Disinilah kita para mahasiswa diperlukan dan harus mengetahui bahwa pada dasarnya suatu perubahan itu harus digerakkan oleh manusia, karena apa,.?
Seperti kita tahu bahwa manusia mempunyai sifat-sifat seperti ada yang malas, resistensi, rendahnya motivasi, tentunya hal inilah yang harus kita tuntaskan sehingga antara keseimbangan harapan dan tindakan tiap individu dapat kita ketahui. Dari hal-hal tersebut diatas mungkin juga diperlukan adanya empati sebagai power kita, dengan demikian jika kita ditunjuk sebagai seorang pemimpin kita para mahasiswa sudah tahu bahwa seorang pemimpin itu haruslah Pembentuk Karakter dan Open Intelligence, kedua hal ini perlu dipahami dan dikuasai oleh seorang pemimpin karena dialah yang menggerakkan, mendorong atau memotivasi orang lain serta dapat memberikan arahan yang tepat berdasarkan dari apa yang ingin dicapai oleh suatu organisasi/komunitasnya, juga berperan besar sebagai pemberi inspirasi kepada para pengikutnya dan lebih cerdas serta pintar mendeteksi kesulitan.
            Dari apa yang diuraikan diatas tadi maka kita dapat memahami sebenarnya apa sih tujuan dari pada pembentukan jati diri sebagai penggerak wawasan, ya tidak lain dan tidak bukan karena kita para mahasiswa diharapkan mempunyai jiwa-jiwa atau jati diri sebagai penggerak wawasan keilmuan dapat berperan aktif dan positif didalam mengembangkan atau mengamalkan ilmunya selepas dari bangku perkuliahan dan berguna untuk orang lain. Sehingga dengan adanya peran para mahasiswa dan kampus atau universitasnya kedepan, diharapkan para mahasiswa yang telah lulus dari sana akan dapat menunjukan eksistensinya kepada masyarakat bahwa mereka para mahasiswa ini tidak saja diharapkan lulus dengan hasil yang memuaskan namun bagaimana peran para mahasiswa-mahasiswinya dapat berperan aktif didalam membangun suatu kemajuan bangsa Indonesia ini sesuai bidang dan kemampuannya. Tentunya pihak Universitas berharap bahwa para mahasiswanya kelak dapat menopang dirinya sendiri secara mantap di masyarakat nantinya berdasarkan dari apa yang telah mereka terima selama menjalani masa perkuliahan, seminar-seminar motivasi dan pengembangan kepribadian para mahasiswa, sehingga para mahasiswa dapat menunjukan inilah jati diri mereka yang sebenarnya dan sebagai penggerak wawasan nantinya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ø Mahasiswa sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagai kaum intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa
Ø Mahasiswa sebagai elemen utama penerus bangsa tentunya merupakan kesatuan yang sangat penting untuk memajukan dan menjalankan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Ø Mahaiswa mempunyai peran yaitu : sebagai agen of change, iron stock, social control, moral force
Ø Didalam perjalanannya, seorang mahasiswa tentu dituntut untuk menunjukan jati diri nya sebagai penggerak wawasan. Tentunya lebih dibutuhkan hal lain yang sekiranya nanti akan membantu diri kita pribadi, mau kemana arah dan tujuan kita nantinya.
B.     Saran
Saya menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, namun walaupun demikian akan mencoba memberi saran yang mungkin akan dapat membangun. Sebagai mahasiswa haruslah kita tetap memperjuangkan nilai-nilai kemanusian dan menjadi mahasiswa yang cerdas dan pintar serta benar dalam menjalani kehidupan.



DAFTAR PUSTAKA

Murdiyatmoko, Janu. Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat. Jakarta: PT. Grafindo Media Pratama.

Widjono Hs. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo.

http://www.academia.edu/9403367/MAHASISWA_SEBAGAI_GENERASI_PENERUS_PEMIMPIN_BANGSA

http://madib.blog.unair.ac.id/jatidiri-and-characters/peran-penting-mahasiswa-indonesia/

http://www.kompasiana.com/exuensugiarto/peran-mahasiswa-dalam-pembangunan-bangsa_54f72b08a33311b56f8b460f

http://www.anandyah.com/2012/04/tidak-sekedar-motivasi-butuh-daya-juang


EmoticonEmoticon