Konstruksi Sosial Tentang Pertunangan Di Usia Dini

pertunangan usia dini
KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG PERTUNANGAN DI USIA DINI 
(STUDI KASUS DI DESA JURUAN LAOK, KECAMATAN BATU PUTIH, KABUPATEN SUMENEP)

Istilah pertunangan dikenal di seluruh kalangan dan lingkungan, dari kalangan orang biasa (miskin) sampai kalangan orang luar biasa (kaya), dari lingkungan kota sampai lingkungan desa. Dalam Islam pertunangan disebut dengan istilah peminangan dan dalam ilmu fiqih disebut khitbah yang berartikan permintaan. Salah satu tradisi pertunangan yang cukup fenomenal berada di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. 

Pasalnya, pertunangan di Desa Jurun Laok ini dilakukan di waktu anak perempuan atau anak laki-laki masih balita, bahkan sejak berada di dalam kandungan. Hal tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Juruan Laok, karena dengan menunangkan anak perempuan dan anak laki-lakinya di waktu kecil masyarakat Desa Juruan Laok percaya akan membebaskan anak-anaknya dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tindakan kekerasan, asusila, perselingkuhan dan sebagainya. Penelitian ini menfokuskan pada konstruksi sosial pertunangan, bagaimana konstruksi pertunangan di usia dini, bagaimana pengaruh agama terhadap konstruksi pertunangan di usia dini dan apakah terdapat konstruksi pertunangan di usia dini yang diskriminatif. 

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data diperoleh dari sumber data primer yaitu hasil wawancara terhadap dua puluh informan yang meliputi informan tokoh agama dua orang, tokoh masyarakat empat orang, orang tua pelaku enam orang, ketua RT dua orang dan pelaku enam orang dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. 

Data sekunder yaitu sumber-sumber lain yang mendukung penelitian seperti buku referensi, jurnal penelitian, dan artikel yang penulis nilai relevan dengan fokus penelitian. Penelitian ini menggunakan teori gender dan pengaruh agama. Data yang diperoleh di lapangan dikaji dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif yaitu data yang sudah terkumpul dengan baik yang diperoleh dari wawancara, observasi maupun dokumentasi kemudian disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis dengan argumentasi yang didiskripsikan dengan kata-kata dan dengan kalimat secara jelas terkait pelaksanaan pertunangan dini di Desa Juruan Laok. 

Hasil penelitian menemukan bahwa konstruksi sosial tentang pertunangan di usia dini pada masyarakat Desa Jurun Laok bahwa pertunangan di usia dini dilakukan sebagai proteksi terhadap perempuan, sebagai proteksi terhadap harta keluarga, sebagai perekat keluarga, dan sebagai wasiat. Agama berpengaruh terhadap tata cara pergaulan antara laki-laki dan perempuan di Desa Juruan Laok. 

Pemahaman Agama Islam berpengaruh terhadap pemahaman bahwa pertunangan dini dilakukan untuk menjaga nilai-nilai agama yang berkaitan dengan pergaulan laki-laki dan perempuan. Terdapat diskriminasi terhadap perempuan dalam kontsruksi sosial tentang pertunangan dini. Bentuk-bentuk diskriminasi yang ditemukan adalah streotipe, marginalisasi, subordinasi, dan kekerasan terhadap perempuan. (Misnawi)


EmoticonEmoticon