Asbabun Nuzul, Sebab Turunnya Surat Al-Kautsar


Surat Al-Kautsar
Surat Al-Kausar  tergolong surah Makkiyah, sedangkan dayatnya hanya terdiri dari 3 ayat, menjadi surah terpendek dalam Al-Qur'an. Kata Al-Kautsar sendiri berarti nikmat yang banyak dan diambil dari ayat pertama dari surat ini artinya karunia Allah SWT berupa telaga Al Kautsar bagi orang-orang penghuni surga. Asbabun Nuzul atau Sebab sebab Turunnya Surat Al-Kautsar ialah sebagai berikut.

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ
"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak."
Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dll, dengan sanad yang sahih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Ka’b bin al-Asyraf (tokoh yahudi) datang ke Mekah, kaum Quraisy berkata kepadanya; “Tuan adalah pemimpin orang Madinah. Bagaimana pendapat tuan tentang  si pura-pura sabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang menganggap dirinya lebih mulia dari kami, padahal kami adalah penyambut orang-orang yang melaksanakan haji, pemberi minumnya, serta penjaga Ka’bah ?” Ka’b berkata: “Kalian lebih mulia daripada dia.” Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar ayat 3) yang membantah ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah di dalam KItab al-Mushannaf dari Ibnul Mundzir, yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ketika Nabi Muhammad saw diberi wahyu, kaum Quraisy berkata: “Terputuslah hubungan Muhammad dengan kita.” Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar ayat 3) sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-suddi. Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam Kitab ad-dalaa-il, yang bersumber dari Muhammad bin ‘Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal itu ialah Qasim. Bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki itu berarti putus keturunan. Ketika putra Rasulullah saw meninggal, al-‘Ashi bin Wa-il mengatakan bahwa keturunan Muhammad saw telah terputus. Maka surat al-Kautsar ayat 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat 3 ini turun berkenaan dengan al-‘Ashi bin Wa-il yang berkata, “Aku membenci Muhammad.” Maka ayat ini turun  sebagai penegasan bahwa orang yang membenci Rasulullah akan terputus segala kebaikannya.

Diriwayatkan oleh Aththabarani dengan sanad yang dhaif, yang bersumber dari Ayyub bahwa ketika Ibrahim, putra Rasulullah saw wafat, orang-orang musyrik berkata satu sama lain: “Orang murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam.” Allah menurunkan surat al-Kautsar ayat 1-3 ini yang membantah ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ayat ini (ayat 2) turun pada peristiwa Hudaibiyah, ketika Jibril datang kepada rasulullah memerintahkan kurban dan shalat. Rasulullah segera berdiri seraya menyampaikan khotbah Idul Fitri-mungkin juga khotbah idul Adha (rawi ragu, apakah peristiwa di dalam hadits itu terjadi pada bulan Ramadhan atau pada bulan Zulkaidah) kemudian sholat dua rakaat. Sesudah itu beliau menuju ke tempat kurban, lalu memotong hewan kurban.

Menurut as-Suyuthi, riwayat ini sangat gharib. Matan hadits ini meragukan, karena menyebutkan sholat id didahului khotbah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syamr bin ‘Athiyyah bahwa ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata: “Tidak ada seorang pun anak laki-laki Nabi Muhammad saw yang hidup hingga keturunannya terputus.” Ayat ke 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah saw wafat, kaum Quraisy berkata, “Serkarang Muhammad menjadi abtar (terputus keturunannya).” Hal ini menyebabkan Nabi Muhammad saw bersedih hati. Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar 1-3) sebagai penghibur baginya. (*rujukan : Alquranmulia.wordpress.com)

Tasawwur Ayat

 إِنَّا adalah Huruf Taukid (pengkuat) yang bertujuan untuk mengkuatkan kalimat setelahnya yaitu(أَعْطَيْنَاكَ).

 نَا adalah Dhomir Muttasil yang menunjukan pada orang banyak atau satu orang yang bertujuan memulyakan dan mengagumkan.

 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ artinya kami berikan (khusus) padamu.

 الْكَوْثَر adalah :
a. sungai yang berada di sungai menurut Imam Bukhori  Dan Imam Turmudi.
b. menurut Imam Atho’ telaga milik nabi yang berada di tempat pemberentian sebelum masuk surga.
c. menurut Imam Ikrimah adalah Kenabian dan  Al-Quran.
d. menurut Imam Ibnu Al-Mughiroh: agama islam.

  فَصَلِّ Maksudnya adalah  dirikanlah sholat yang telah diwajibkan pada kamu (menurut Ibnu Abbas),menurut Pendapat Qotadah,Ikrimah,Dan Atho’ adalah Sholat hari raya idul adha.

 وَانْحَر  adalah menunjukan perintah untuk  menyembelih hewan qurban. 

 إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر  yaitu orang yang membencimu dan memisahkan dirinya

 هُوَ الْأَبْتَرُ yaitu orang yang terputus dari semua kebaikan.


EmoticonEmoticon