Contoh Fi'il Mudhari Marfu' Dan Manshub

fi'il mudhari'
Pada dasarnya fi’il mudhari itu harus selalu marfu atau dibaca rofa', kecuali fi’il mudhari yang dimasuki amil nawashib maka harus menjadi manshub dan jika dimasuki amil jawazim maka ia menjadi majzum.

1. Marfu' pada fiil mudhari.
Suatu fi'il akan menjadi marfu' apabila ia belum didahului oleh huruf-huruf yang dapat merubah kedudukannya baik merubahnya menjadi manshub maupun menjadi majzum. Huru-huruf yang dimaksud tersebut berupa huruf nashab dan huruf jazam.

Tanda rofa'nya fi'il mudhari' :
1). Dhammah
Tanda rofa' dengan dhammah ini berlaku bagi fiil dengan dhamir هو, هِي, نحن, أنت, dan أنا.

Contoh:
أنا اكتبُ (Saya menulis)
نحن نكتبُ (Kami menulis)

2) Tetapnya Nun
Tetapnya nun dikenal juga Tsubutun nun. Adalah huruf nun yang terletak setelah wawu jamaah pada dhomir هُمْ dan انتم, alif itsnain pada dhomir هُما dan انتُما, dan ya' mukhatabah pada dhomir أنتِ.
Contoh:
هُمْ يَكْتُبُوْن (Mereka menulis)
انتُمَا تَكْتُبَانِ (Kalian berdua menulis)
أنْتِ تَكْتُبِيْنَ (Kamu (prm) menulis)

b. Tanda-tanda manshubnya fi'il mudhari'
Fi'il mudhari Manshub / yang dibaca nashab
Manshub pada fi'il mudhari adalah suatu keadaan fi'il mudhari yang awalnya marfu' telah dimasuki oleh salah satu huruf nashab. Masuknya huruf nashab ini menjadikan fi'il menjadi manshub.

Tanda Nashabnya fi'il mudhari'
1) Fathah
Tanda-tanda fathah ini berlaku bagi fiil mudhari' yang dimasuki oleh huruf nashab dan dhamir انا, انتَ, هو, هي, dan نحن.

Contoh:
انا أنْ اذْهبَ (Saya akan pergi)

Dari contoh اَذْهَبُ  menjadi fathah karena didahului oleh huruf nashab berupa أن maka dhammah di akhir kata berganti menjadi fathah.

2) Hadzfun nun/terbuangnya nun

Hadzfu nun ini berlaku bagi fiil yang lima (افعال الخمسة) dengan dhomir :هما, انتما, انتمْ, همْ, dan انتِ.

Contoh: انتما لنْ تذْهبَا

Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan nun niswah atau dengan nun taukid.

- Nun Niswah adalah nun yang terdapat dalam fi’il untuk menunjukkan jenis perempuan yang keadaannya berharokat fathah. 

Contoh: الْمُسْلِمَاتُ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ (Para muslimah sedang menulis surat)

Contoh الْمُسْلِمَاتُ لَنْ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ   (Para muslimah tidak akan menulis surat)

- Nun Taukid adalah nun yang bersambung dengan Fi’il yang berfungsi sebagai penguat makna Fi’il. Sebelumnya pernah dibahas mengenai nun taukid.

Contoh: أَ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟  (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
Contoh ألَمْ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟   (Apakah kamu benar-benar tidak mendengar adzan?)

Ketentuan Fi’il Mudhori’ yang dibaca Rofa’
1. Apabila tidak bersambung dengan apapun contoh:  يَكْتُبُ
2. Apabila bersambung dengan alif itsnain. contoh:  يَكْتُبَانِ
3. Apabila bersambung dengan wawu jama’. contoh:  يَكْتُبُوْنَ
4. Apabila bersambung dengan ya’ mukhothobah. contoh:  تَكْتُبِيْنَ
5. Apabila ada huruf ‘illat terakhir alif. contoh:  يَرْضَى (Rofa'nya dikira-kira)
6. Apabila ada huruf ‘illat terakhir ya’. contoh:  يَرْمِى (Rofa'nya dikira-kira)
7. Apabila ada huruf ‘illat terakhir wawu contoh:  يَغْزُو (Rofa'nya dikira-kira)

Penjelasan:
Alif itsnaini juga disebut alif tastniyah. Merupakan alif yang menunjukkan dhomir mutsanna ( هُمَا/أَنْتُمَا ) .

Wawu jama’ah adalah wawu yang menunjukkan dhomir banyak  ( هُمْ/أَنْتُمْ ).

Ya’ mukhothobah adalah ya’ yang menunjukkan dhomir orang kedua muannats ( أَنْتِ ) .


EmoticonEmoticon