Pengertian Ibadah Haji Dan Umroh

haji dan umroh
Pengertian Haji
Secara lughawi atau bahasa, pengertian haji ialah menyengaja atau mengunjungi. Sedangkan menurut etimologi (istilah) kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah berkunjung ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah pada waktu tertentu. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Amal ibadah yang dimaksud ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

Haji merupakan rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi seorang Muslim sekali sepanjang hidupnya bagi yang mampu melaksanakanya, Setiap perbuatan dalam ibadah haji sebenarnya mengandung rahasia, seperti ihrom yang menunjukkan bahwa manusia harus melepaskan diri dari hawa nafsu dan hanya mengahadap diri kepada Allah Yang Maha Agung. Memperteguh iman dan takwa kepada allah SWT karena dalam ibadah tersebut diliputi dengan penuh kekhusyu'an.

Selain itu, Ibadah haji juga merupakan pernyataan umat islam seluruh dunia untuk menjadi umat yang satu karena memiliki persamaan atau satu akidah. Memperkuat fisik dan mental, kerena ibadah haji merupakan ibadah yang berat, memerlukan persiapan fisik yang kuat, biaya besar dan memerlukan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi segala godaan dan rintangan. Menumbuhkan semangat berkorban, baik harta, benda, jiwa besar dan pemurah, tenaga serta waktu untuk melakukannya.

Orang islam juga bisa pergi ke baitullah untuk melakukan ritual di lain waktu sepanjang tahun. Inilah yang disebut Umrah.Namun, biarpun mereka memilih untuk melakukan umrah, mereka masih diwajibkan untuk melakukan ibadah haji di lain waktu karena Umrah bukan pengganti haji.

Dalil yang menjadi dasar kewajiban haji

Dalil Al Quran. Allah berfirman :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).

Dalil As Sunnah. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya,  mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16).

Dari Abu Hurairah, ia berkata :

« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ
“Rasulullah SAW. berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.” (HR. Muslim).

Dalil  Ijma’  Ulama. Para ulama sepakat  dan tidak ada yang mengingkarinya bahwa hukum haji itu wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Bahkan kewajiban haji termasuk perkara al ma’lum minad diini bidh dhoruroh (dengan sendirinya sudah diketahui wajibnya) dan yang mengingkari kewajibannya dinyatakan  kafir.

Syarat-Syarat Dan Rukun Haji
Suatu ibadah tidak akan sah dikerjakan apabila tidak memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan. Demikian juga ibadah haji, ia memiliki syarat dan rukun yang harus terpenuhi. Apa saja syarat rukun ibadah haji?

A. Syarat Wajib Haji
1. Islam
2. Berakal
3. Baligh
4. Merdeka
5. Mampu

B. Rukun Haji
1. Ihram
Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2. Wukuf

Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
3. Tawaf Ifadah

Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4. Sa'i

Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5. Tahallul

Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i.
6. Tertib
Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

Wajib Haji
Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang dimaksud wajib haji adalah :

1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah). 
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.

Pengertian Umroh
Umroh secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu الاعتمار yang bermakna الزيارة (berpergian). Sedangkan pengertian umroh dalam istilah ilmu fiqih adalah berpergian menuju ke baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah umroh dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Berkunjung ke tanah suci atau Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan seperti halnya haji.

Sebenarnya antara umroh dan haji hampir sama, namun ada sedikit hal yang membedakan antara keduanya.

Syarat umroh
Secara umum, syarat-syarat haji dan umrah adalah sama, yaitu:

Islam
Orang non muslim tidak sah dalam melaksanakan haji atau umrah. Jika berkunjung ke tanah suci bahkan mengikuti ibadah haji atau umrah seperti thawaf dan sa'i maka perjalanan haji atau umrahnya hanya sebatas melancong saja.

Baligh
Anak kecil tiak diwajibkan berhaji atau pun umroh, baik yang sudah mumayyiz maupun yang belum. Kalau sudah mumayyiz ia naik haji atau umroh maka sah, tetapi pelaksanaan haji atau pun umroh yang sebelum mumayyiz itu merupakan sunnah dan kewajiban melaksanakan haji atau pun umroh tidak gugur. Setelah baligh dan bisa atau mampu, ia wajib melaksanakan haji atau pun umroh lagi, menurut kesepakatan ulama mazhab.

Berakal sehat
Orang gila tidak mempunyai beban untuk melaksanakan ibadah umroh atau. Kalau dia naik haji atau umroh dan dapat melaksanakan kewaiban yang dilakukan oleh orang yang berakal, maka haji atau umrohnya itu tidak diberi pahala dari kewajiban ittu, sekalipun pada waktu itu akal sehatnya sedang datang kepadanya. Tapi kalau gilanya itu musiman dan bisa sadar (sembuh) sekitar pelaksanaan haji atau umroh, sampai melaksanakan kewajiban dan syarat-syaratnya dengan sempurna, maka dia wajib melaksanakannya. Tapi kalau diperkirakan waktu sadarnya itu tidak cukup untuk melaksanakan semua kegiatan-kegiatan haji atau umroh, maka kewajiban itu gugur.

Merdeka
Maksud dari merdeka ini adalah tidak berstatus sebagai budak (hamba sahaya). Istilah merdeka juga bisa diartikan bebas dari tanggungan hutang dan tanggungan nafkah keluarga yang ditinggalkan

Mampu
Secara sepakat para ulama mazhab menetapkan bisa atau mampu itu merupakan syarat kewajiban haji atau pun umroh

Rukun Umroh
Rukun dalam ibadah umroh di bagi menjadi empat bagian yang mana tidak sah suatu ibadah umroh jika tidak mengerjakan rukun-rukun tersebut, rukun umroh antara lain :
1. Ihram.
2. Tawaf.
3. Sa`i.
4. Tahallul.

Perbedaan Haji dengan Umrah Yaitu
Apakah yang menjadi perbedaan Ibadah haji dan umroh? Haji dan umroh adalah suatu ibadah yang dikerjakan oleh umat Islam di tanah suci Mekkah. Cara melakukan ibadah haji dan umroh tidak sama, karena memiliki perbedaan dari segi rukun umrah dan wajib umrah, terkadang masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaannya. 
  • Ibadah haji dilakukan seumur hidup sekali dalam setahun, sedangkan umroh dapat dilakukan setiap hari dalam setahun kecuali hari ibadah haji.
  • Pada pelaksannaan haji adanya wukuf diarafah sedangkan pelaksanaan umrah tidak ada wukuf diarafah.
  • waktu pelaksanaan ibadah haji lebih lama karena ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umrah. Dalam umrah, kita hanya butuh 3 pekerjaan saja, yaitu berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling Ka’bah, lalu berjalan kaki antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, dan bercukur rambut kemudian selesai
  • Dalam pelaksanaan ibadah haji lebih memerlukan tenaga atau fisik yang lebih baik dibandingkan dengan ibadah umrah, karena dalam ibadah haji kegiatan yang dilakukan lebih banyak dan lebih rumit dibandingkan ibadah umrah.
  • Hukum ibadah haji adalah wajib sedangkan hukum umrah adalah sunnah.
Perbedaan dari segi rukun dan wajib haji dengan rukun dan wajib umrah
*Rukun Haji ada 6 yaitu :
1.      Ihram
2.      wukuf diarafah
3.      tawaf
4.       sa’i
5.      mencukur
6.      tertib
*Rukun Umroh ada 4 yaitu :
1.      Ihram disertai niat.
2.      Tawaf atau mengelilingi Kakbah. 
3.      Sa’i  (lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah)
4.      Bercukur atau memotong rambut minimal tiga helai.

______________________
Luth, Thohir.2004. Syariat Islam Tentang Haji dan Umroh. Jakarta: Rineka Cipta.

Rasjid, Sulaiman. 2013.Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Zuhailiy, Wahbah. 1985. Fiqh al-Islam wa Adillatuhu. Beirut: Dar al-Fikr.



EmoticonEmoticon