Nun Taukid Khafifah Dan Tsaqilah

Nun Taukid Khafifah Dan Tsaqilah
Sebelumnya pernah dibahas tentang nun taukid pada pembahasan Nahwu. Nun yang berfungsi untuk meyakinkan, yang masuk pada fi’il yang berzaman mustaqbal (masa yang akan datang). Sedangkan nun taukid  dibagi menjadi :

a. Nun taukid khofifah, yaitu nun taukid yang disukun. Contoh: يَنْصُرَنْ  secara bahasa khafifah artinya ringan, jadi nun taukid khafifah nun yang dibaca ringan dengan harkat nun yang disukun.

b. Nun taukid tsaqilah (berat), yaitu nun bertasydid yang berharokat fathah, selain yang berada setelah alif tasniyah dan alif fashilah.

Hukum Fi’il Mudari’ ketiaka bertemu dengan Nun Taukid Tsakilah ( َّ ن ) atau Khafifah ( نْ )

Nun Taukid hanya masuk pada Fi’il yang bermakna Mustaqbal yang ada makna Thalab, seperti Fi’il Mudari’ yang dimasuki Lam Amar dan Fi’il Amar

Nun Taukid Khafifah selamanya sukun / Mati. Nun Taukid Khafifah tidak akan masuk pada dua tempat :
1. Fi’il Isnaen :
2. Fi’il Jama’atin Nisya’

Karena akan mengakibatkan terjadi pertemuan dua huruf yang mati yang pada bukan tempatnya yang dibolehkan, karena boleh berkumpul dua huruf yang sama-sama mati kalau huruf yang mati pertama adalah huruf Mad ( Alif/ Wawu/ ya’ ) dan huruf yang mati kedua masuk pada huruf setelahnya seperti : د َا بَّةٌ

Maka pada dua tempat diatas Nun taukid Tsaqilah harus berbaris bawah maka pada dua tempat ini dibarisi bawah karena khusus nun taukid taskilah pada keduanya.

Kalau masuk pada fi’il mudari’ yang memiliki nun alamat rafa’ ( fi’il Afal khamsah ) maka nunnya harus dibuang dan dibuang juga wawu dan ya’ Damir kecuali berbaris atas sebelum wawu dan ya’ tersebut.

Setelah Nun Damir jama’ mu’annas harus ditambahkan alif untuk memisahkan antara tiga nun yaitu :
1. Nun Damir
2. Nun Mudgam ( yang dimasukkan) pada nun Taukid
3. NunMudgam fih ( tempat dimasukkannya nun )

Sedangkan Nun Taukid Tsaqilah akan berbaris atas selamanya kecuali pada dua tempat :
1. Fi’il Isnaen :لينصران , لتنصران
2. Fi’il Jama’atin Nisya’ : لينصرن , لتنصرن


EmoticonEmoticon