Manusia Pasir Dari Batang - Batang

manusia pasir
( Foto manusia pasir dari merdeka.com)

Kalau dalam dunia sinetron ada istilah sandman. Maka di dunia nyata juga ada sandman. Dialah sandman alias manusia pasir dari kecamatan batang-batang yang menjadikan pasir sebagai tempat tidur, tempat istirahat, dan tempat bersantai.

Pertama kali saya mengetahui manusia pasir, berawal dari saat bersilaturrahim dalam acara ukm kampus di rumah seorang teman. Setiap mata memandang kerumah-rumah penduduk, halaman rumah mereka tak lepas dari hamparan pasir.

Entah sejak kapan  dan bagaimana sejarahnya manusia pasir, namun bagi mereka makhluk pasir, tidur di atas pasir merupakan kebanggaan tersendiri. Bahkan Setiap rumah seakan wajib memiliki kasur pasir di dalamnya. Tidak hanya di dalam kamar, masyarakat juga menaruh pasir di halaman rumah dan tempat-tempat tertentu yang digunakan untuk bersantai bersama.

Sampai saat ini pun, sepertinya belum ada catatan sejarah yang menjelaskan kapan dan bagaimana mereka mulai kehidupannya di atas pasir. Yang jelas, tradisi tersebut merupakan warisan nenek moyang mereka yang masih lestari hingga saat ini. Manusia pasir ini di dominasi penduduk Desa Leggung dan Desa Dapenda.

Tak sedikit juga anak-anak dilahirkan di atas pasir. Sehingga dari kecil sudah akrab dengan kasur pasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir.

Meskipun di kamar terdapat tempat tidur seperti biasanya, tetapi mereka lebih memilih untuk tidur di atas pasir. Kalau pun tidur di kasur biasa, pasti selalu ditimbun pasir terlebih dahulu. Kalau kita memilih kasur sebagai tempat tidur, spring bad sebagai tempat bersantai dalam kamar. Justru mereka lebih nikmat menggunakan pasir.

Mereka menganggap pasir memberi manfaat besar, berupa kesehatan bagi tubuh. Selain itu, tidur di atas pasir bisa membuat lebih nyenyak dibandingkan dengan kasur yang empuk. Pasir yang diambil dari sekitar Pantai itu tidak lengket di kulit. Butiran pasir itu memiliki kristal yang sangat halus, bersih mengkilap, dan memiliki warna putih gading. 

Sebelum digunakan, pasir akan diayak untuk memastikan tidak ada batu dan benda berbahaya lain di dalamnya. Pasir lalu dijemur agar tak basah atau lembab. Kemudian dihamparkan di kamar, di halaman, dan tempat-tempat lainnya.

Pasir tak hanya berada di emperan, melainkan juga masuk ke tempat tidur di dalam rumah penduduk. Menurut mereka, pasir akan terasa dingin pada musim kemarau dan hangat pada musim penghujan. Mungkin hal inilah yang membuat mereka nyaman berada di atasnya.

Bagi mereka, pasir merupakan teman hidup yang tak bisa dipisahkan. Segala aktivitas kehidupan mereka berada di atas pasir, mulai dari urusan rumah tangga, sosial, bahkan ekonomi.

Alasan mereka tidur diatas pasir, pasir diyakini sebagai alat untuk menyembuhkan berbagai penyakit , bahkan untuk ukuran penyakit ganas, semacam stroke. Tak hanya itu, tidur di pasir juga diyakini dapat menangkal serangan ilmu hitam, semisal santet. Penduduk di sana mengakui bahwa terapi pasir telah banyak menyembuhkan penyakit-penyakit yang mereka derita. 

Faktor lain yang menjadi alasan mereka tinggal di pasir tak lain karena disana merupakan wilayah pinggiran lautan atau pantai. Sehingga mudah bagi mereka untuk mendapatkan pasir. 


EmoticonEmoticon