Wazan Dan Mauzun Dalam Ilmu Sharaf

Wazan Dan Mauzun
Istilah wazan dan mauzun tentunya tidak asing bagi orang yang pernah belajar ilmu sharaf. Pembahasan tentang wazan dan mauzun akan sering digunakan dalam belajar tentang i'lal ketika menyebutkan suatu patokan dalam kalimat.

Apa sih wazan itu?
Pengertian wazan ialah kata yang menjadi timbangan atau patokan dalam suatu kalimat.   Artinya kalima yang menjadi ukuran dari fa' fi'il, ‘Ain fi'il dan Lam fi’il tsulatsi dan fa', ‘ain. Contohnya akan dijelaskan dibawah. Tujuan penggunaan wazan untuk menimbang kalimat lain agar bisa diketahui huruf asli dan huruf tambahannya.
Huruf asli adalah huruf yang sejajar dengan fa', ‘Ain dan Lam fi’ilnya wazan.

Sedangkan pengertian mauzun adalah yang ditimbang. Yakni kalimat yang harus mengikuti wazan untuk mencocokkan kalimat yang tidak ada dalam kitab tashrif.

Cara menggunakan wazan dan mauzun

Cara menimbang mauzun pada wazan adalah dengan cara mensejajarkan huruf-huruf  kepada huruf-huruf wazannya, sehingga akan diketahui huruf asli dan huruf tambahan.

Contoh : جَـمَـعَ Wazannya فَــعَـلَ
Kalimat mauzun (جَـمَـعَ) semua hurufnya asli. Karena Jim sejajar dengan Fa'. Mim sejajar dengan ‘Ain. ‘Ain sejajar dengan Lam.

Contoh : إِجْـتَـمَـعَ Wazannya إِفْـتَـعَـلَ
Kalimat mauzun (إِجْتَـمَـعَ), huruf-hurufny menggunakan tambahan. Huruf Jim, Mim, ‘Ain merupakan huruf aslinya karena sejajar dengan Fa', ‘Ain, Lam. Sedangkan, Hamzah dan Ta' adalah tambahan.

Contoh-Contoh Wazan Mauzun :
 فَعَلَ - يَفْعُلُ(Wazan)  نَصَرَ - يَنْصُرُ  (Mauzun)
 فَعَلَ - يَفْعِلُ(Wazan)    ضَرَبَ - يَضْرِبُ(Mauzun) 
فَعَلَ = جَلَسَ - كَتَبَ - غَضَب Dst...

Untuk mengetahui wazan-wazan dalam ilmu sharaf, kita dapat menggunakan kitab amtsilatut tashrif atau kitab tashrifan yang sering digunakan di sekolahan dan dipesantren. 

Dalam kitab tashrifan, wazan itu bermacam-macam jumlahnya 10. Macam-macam wazan yaitu:

1. Fi'il Madhi : Kata kerja bentuk lampau
2. Fi'il Mudhori' : Kata kerja sekarang dan masa depan
3. Isim Masdar : Membendakan kata kerja
4. Isim Fa'il : pelaku
5. Isim Maf'ul : Isim yang dikenakan pekerjaan (objek).
6. Fi'il Amr : Kata kerja perintah.
7. Fi'il Nahi : Kata kerja larangan.
8. Isim Zaman : Kata menunjukkan waktu
9. Isim Makan : Kata menunjukkan tempat
10. Isim Alat : Kata penunjuk alat

Wazan Fiil madhi  bisa berubah menjadi fiil mudhori, isim masdar, isim fa'il, isim ma'ful, fiil amr dll. Contoh:
فَعَلَ - يَفْعَلُ - فِعْلً - فَعِلٌ - مَفْعُلٌ - اِفْعَلْ - لاَتَفْعَلْ

Perubahan dari wazan-wazan tersebut dapat dikatakan Tashrif isthilahi maupun Tashrif lughawi. Dikatakan Tashrif isthilahi apbila perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk lain. Dikatakan Tashrif lughawi apabila perubahan kata untuk bentuk kata yang sama tapi dengan isim dhomir yang berbeda-beda.


EmoticonEmoticon