Tentang Labang mesem Di Sumenep


labang mesem keraton sumenep
Namanya Labang Mesem (dibaca: labeng), sebuah pintu atau gerbang yang memiliki sejarah dengan keraton Sumenep. Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maka menjadi Pintu tersenyum. Sejarah penamaan labeng mesem, konon nama ini merupakan simbol/lambang atas sikap keramah-tamahan yang penuh dengan senyum dari para raja dan seluruh orang keraton ketika menerima tamu.

Sebenarnya banyak versi yang menyebutkan sejarah asal-usul penamaan pintu masuk atau gerbang utama keraton yang dibangun oleh Panembahan Sumolo ini. Tapi orang-orang Sumenep kebanyakan lebih cendrung kepada sejarah yang mengatakan bahwa penamaan labang mesem ini berkaitan dengan penajaga pintu yang selalu tersenyum. 

Pertama. pada jaman dahulu pintu gerbang menuju keraton itu dijaga oleh dua orang cebol. Hal ini bisa dilihat dari dua ruangan dengan pintu rendah di kanan dan kiri gerbang itu. Menguatkan bukti itu, di makam Asta Tinggi terdapat kuburan-kuburan cebol. Karena yang menjaga orang dengan bentuk kecil, maka tak heran bila sering menghadirkan senyum orang-orang yang melintas di gerbang tersebut.

kedua. ruang terbuka yang berada di atas pintu gerbang tersebut merupakan tempat raja untuk mengawasi sekitar keraton. Juga mengawasi putri-putri dan para istrinya yang sedang mandi di Taman Sare. Konon ketika sedang memperhatikan putri dan atau istrinya yang sedang mandi itu, raja tampak mesam-mesem. Sebab itulah kemudian gerbang itu disebut Labang Mesem.

Ketiga. menyebutkan suatu ketika Keraton Sumenep berhasil memukul mundur pasukan dari kerajaan Bali. Menyisakan dendam, Raja Bali bermaksud menuntut balas. Maka mereka pun datang ke Sumenep beserta bala tentaranya. Namun siapa sangka, ketika mereka sudah sampai di depan gerbang keraton amarah yang diselimuti dendam berubah. Menjadi senyum ramah dan penuh persahabatan. Kabarnya, hal itu merupakan akibat terkabulnya doa raja kepada Tuhan yang Maha Esa. Merubah api dendam menjadi air persaudaraan. (*dikutip dari situs media madura)

Saya sendiri sebagai warga Sumenep belum pernah membaca tentang sejarah labang mesem yang bersumber langsung dari buku sejarahnya dan sepertinya memang tidak ada buku sejarah tentang labang mesem yang menjadi ikon sumenep ini.

Kalau malam susana labang mesem sangat ramai dengan orang-orang hususnya para pemuda pelajar yang suka ngopi, karena disana memang terdapat warkop terbuka dengan lesehan yang membuat orang gemar datang setiap malam. 


EmoticonEmoticon