Menjawab Pesta Seks Di Dalam Surga

kenikmatan dalam surga
Ceramah Pesta Seks Ustadz Syam Di Telivisi

Sering kita menyaksikan, ustadz yang punya popularitas mulai dari ustadz tingkat pengajian kelas bawah hingga ustadz bertarif mahal yang kerap muncul di televisi meberikan materi yang terasa janggal, dakwah yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri. 

Salah satunya ustadz Syamsuddin Nur Makka atau yang dikenal dengan Ust Syam, da’i muda asal Maros, Sulawesi Selatan, yang kerap tampil di televisi telah menodai ajaran islam dengan pernyataannya Pesta Seks Di Surga. 

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks. Kenapa ini? Karena ini yang disuruh tahan di dunia oleh laki-laki,” demikian ucap ustadz Syam di hadapan audiens yang mayoritas perempuan.

Pemikiran semacam ini, tentunya mencemari pandangan orang tentang Islam selama ini. Bagaimana nantinya kalau surga dianggap sebagai tempatnya pesta seks, bahkan bisa terjadi anggapan kalau orang beribadah agar masuk surga supaya bisa pesta seks. Naudzubullah, Sejak menempuh pendidikan, di Sekolah, di Pesantren, hingga kuliah saat ini. Saya belum pernah, bahkan tidak ada sama sekali menemukan kalimat seperti itu yang keluar dari lisannya orang islam.

Apakah di surga ada pesta seks?

Mari kita renungkan terlebih dahulu apa itu pesta seks. Hal semacam ini (pesta seks) sering menjadi perbincangan hangat dalam kenakalan remaja. Dalam benak kita mungkin yang terbayang pesta seks sebagai hubungan intim yang dilakukan oleh beberapa orang atau dilakukan secara massal.

Surga adalah hal yang tak pernah dilihat dengan mata, didengar dengan telinga dan dirasakan oleh hati manusia, surga itu masih ghaib. Kita tahu tentang surga hanya melalui Al Quran dan hadits-hadits Nabi. Maka, apabila mau berbicara tentang surga harus dengan Al Quran maupun Hadits Rasulullah. Seorang penceramah tidak bisa semaunya saja menerangkan surga dengan imajinasinya sendiri.

Disurga memang ada pasangan laki-laki dan perempuan, bidadari-bidari, dan berbagai kenikmatan lainnya.

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Artinya : Di dalam jannah itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal didalamnya”. (Az-Zukhruf : 71)

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Artinya : Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Ghafir : 8)

Sebagaimana diterangkan dalam hadist Nabi SAW riwayat Abu Hurairoh; “masing-masing mereka memiliki dua istri. Sumsum tulang betisnya kelihatan dibalik daging, karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan dan permusuhan di antara mereka. Mereka sehati, senantiasa bertasbih mensucikan Allah, pagi dan sore.” (HR. Bukhari 3245, Muslim 2843)

Dalam surga sama sekali tidak ada pest seks. Jika ada ayat maupun hadits yang menjelaskan tentang berhubungan intim didalam surga bukan berarti menjelaskan tentang pesta seks. 

Hadits tentang pesta seks

Dalam islam, ketika kita belajar tentang surga, kita tidak akan menemukan ilmu tentang pesta seks, dalam kitab apapun tidak ada yang menjelaskan itu semua. Lalu dari mana asal usul sejarah istilah pesta seks ini lahir?

Semua fitnah ini tak lain merupakan hujatan orang-orang kafir, musuh-musuh islam. Kalau anda tidak percaya, silahkan cari di internet dengan kata kunci "Surga, Nikmatnya Pesta Seks Dalam Islam" disana ada beberapa situs miliknya orang kristen. Seperti : mantanmuslim.com, sejarahislamwordpress.com, siapmurtad.com dan masih banyak situs-situs lainnya.

Dari fitnah orang-orang kafir itulah sehingga istilah pesta seks sempat menjadi trading topick dalam perdebatan di media sosial.

Mereka mencoba mengotak atik hadits tentang kenikmatan surga kemudian merubah arti dan sebagainya untk merusak agama islam. Salah satu contoh hadits: 

قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ ؟ فَقَالَ :  إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ

Ada yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan berhubungan dengan bidadari-bidadari kita di surga?”
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Seseorang di surga mampu berhubungan dengan 100 bidadari dalam sehari.” (HR. Abu Nu’aim dalam Shifat Al-Jannah, 1: 169; Al-Bazzar dalam musnadnya, 3525; Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, 2: 12)

Hadits di atas bukan menunjukkan jumlah istri 100, namun kekuatannya bisa menjimak (menyetubuhi) 100 bidadari dalam sehari.

Hadits lainnya juga menjelaskan, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan mengenai penduduk surga yang paling rendah kedudukannya dan paling terakhir terselamatkan dari neraka,

ثُمَّ يَدْخُلُ بَيْتَهُ فَتَدْخُلُ عَلَيْهِ زَوْجَتَاهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ فَتَقُولاَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَاكَ لَنَا وَأَحْيَانَا لَكَ – قَالَ – فَيَقُولُ مَا أُعْطِىَ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُعْطِيتُ

“Kemudian ia masuk rumahnya dan masuklah menemuinya dua biadadari surga, lalu keduanya berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanmu untuk kami dan yang menghidupkan kami untukmu. Lalu laki-laki itu berkata: “Tidak ada seorangpun yang dianugerahi seperti yang dianugerahkan kepadaku.” (HR. Muslim, no. 188)

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib Al-Kindi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ

“Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan:  ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat. ia melihat tempat duduknya di surga. ia diselamatkan dari siksa kubur. ia diamankan tatkala hari kebangkitan. kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya. ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai. ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.”  (HR. Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799.)

Meskipun banyak hadits-hadits yang dipelintir oleh kaum yang tak bertanggung jawab, namun hal ini sudah dibantah oleh saudara saudara kita yang lainnya. 


EmoticonEmoticon