Sikebal Hukum Dari Negeri Seberang

hukum penistaan agama
Tahukah anda, tersangka menurut KUHP adalah seorang yang karena perbuatannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Maka ia diselidiki, di sidik dan diperiksa oleh penyidik. Apabila perlu maka ia dapat dikenakan tindakan upaya paksa berupa penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan sesuai dengan undang-undang.

Coba kita fikirkan dengan akal sehat, kenapa sekarang ini, Indonesia dilanda berbagai macam musibah, kegaduhan terjadi dimana-mana, permusuhan antar organisasi, saling fitnah dan saling menghujat. Yang satu teriak pemecah NKRI, yang lain teriak pemecah belah bangsa. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa persoalan krusial yang membuat gaduh Indonesia adalah persoalan ketidak adilan, bukan persoalan kebhinnekaan atau persatuan.

Luucunya di Negeri kita ini, hukumpun bisa dibeli. Hukum seakan tidak ada artinya kehilangan taring untuk menangkap sitersangka apabila yang bersangkutan adalah pejabat berdasi dengan sepatu mengkilat. Orang-orang antri untuk membelanya, satu pengacara dan satu saksi tidak cukup untuk mendampinginya hingga ia harus mendatangkan pasukan berdasi lainnya. Coba giliran rakyat kecil jadi tersangka, akan lain ceritanya.

Sebut saja si kebal hukum penista agama. Ya, makhluk non pribumi yang satu ini meskipun sebagai tersangka, terdakwah, namun masih bisa menjabat gubernur, proses peradilannya terkesan dimolor-molorkan.  Maka, jika anda ingin kebal hukum, bergabunglah bersama gerombolan mereka dengan seragam baju kota-kotak.

Lihatlah, kasus Sumber Waras yang tidak diproses dengan alasan tidak ditemukan niat jahat,  ada kasus Ade Armando, kasus Iwan Bopeng, kasus media fitnah yang meresahkan seword dotcom, kasus mobil terrano, kasus demo di rumah mantan presiden, dan kasus demi kasus lainnya. Semua aman-aman saja jika kasusnya dari jamaah sikebal hukum baju kotak-kotak.

Sekarang, kasus Habib Rizieq, kasus Buni Yani, Kasus bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh nurul fahmi yang ditangkap secara tidak wajar. Semua diproses dengan sangat cepat. Maka jika Anda ingin kebal hukum, bergabunglah bersama sikebal hukum bersama antek-anteknya. Lalu silahkan Anda melanggar hukum sepuasnya, silahkan menyebarluaskan hoax dan fitnah sesuka Anda. Silahkan menghina dan mencaci-maki Islam sesadis apapun yang Anda mau. Tak perlu khawatir. Sebab Anda akan kebal hukum.

Kalau bicara jujur dari hati terdalam, tak ada manusia yang kebal dari hukum, karena hukum tidak memandang siapa dengan pangkat apa. Hanya saja hukum itu dipermainkan oleh orang-orang yang telah buta mata hatinya lantaran uang yang sedang melambai-lambai.  Disaat rakyat menuntut keadilan supaya hukum ditegakkan, mereka akan mencari ribuan alasan sekiranya hukum tidak berjalan. Itulah konsep hukum tajam kebawah tumpul keatas.


EmoticonEmoticon