Pengertian Dan Contoh Maf'ul Bih Dalam Al Quran

maf'ul bih
Definisi
Pengertian Maf’ul bih ialah isim yang nashab yang menunjukkan kepada pihak yang dikenai amalnya fa’il bersamaan dengan tidak berubahnya bentuk fi’il. Dalam nadzam ilmu nahwu, Maf'ul bih diartikan:


 اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ هُوَ الْإِسْمُ الْمَنْصُوْبُ اَلَّذِيْ وَقَعَ عَلَيْهِ فِعْلُ الْفَاعِلِ, وَ لَهُ حُكْمٌ إِعْرَابِيْ وَهُوَ " اَلنَّصْبُ " أَيْ أَنَّهُ دَائِمًا مَنْصُوْبٌ . اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ إِسْمٌ مَنْصُوْبٌ يَدُلُّ عَلَى مَنْ وَقَعَ عَلَيْهِ الْفِعْلُ الْفَاعِلُ وَ لَاتَتَغَيِّرُ مَعَهُ صُوْرَةُ الْفِعْلِ


Maf’ul Bih adalah Isim yang dibaca nashab, yang terletak pada fi’il dan fa’il, hukum I’rabnya adalah Nashob. Dan Maf’ul bih merupakan isim yang menunjukkan kepada objek /penderita. Dari pengertian tersebut dapat kita pahami Jika fi’ilnya memukul berarti maf’ul bih-nya yang dipukul. Jika fi’ilnya menolong maka maf’ul bih-nya yang ditolong.

Contoh Contoh Maf'ul bih :

1. كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ ; Anak itu telah menulis pelajaran
2. ضَرَبَ الأُسْتَاذُ وَلَدًا ; Ustadz itu telah memukul seorang anak
3. شَرِبَتْ مَرِيَمُ اللَّبَنَ ; Maryam telah meminum air susu

Pembagian Maf’ul Bih
Maf'ul bih dibagi memnjadi dua macam, yaitu :

Pertama : Maf'ul bih ظاهر. Maf’ul bih yang terdiri dari isim zhahir (bukan kata ganti). Contoh : ضربَ عليٌ كلباً : Ali memukul anjing يقرأُ محمَّدُ قرآناً : Muhammad sedang membaca Quran

Kedua : Maf'ul bih ضميرٌ. Maf’ul bih yang terdiri dari isim dhamir/kata ganti. Maf’ul bih dhamir sendiri dibagi menjadi dua :
1. Dhamir Muttashil (bersambung), yaitu : ضربني, وضربنا, وضربكَ, وضربكِ, وضربكمَا, وضربكُمْ, وضربكنَّ, وضربَهُ, وضربهَا, وضربهمَا, وضربهُمْ, وضربهنَّ .
2. Dhamir Munfashil (terpisah) yaitu : ايّايَ, وايَّانَا, وايَّاكَ, وايَّاكِ, وايَّاكمَا, وايَّاكُمْ, وايَّاكُنَّ, وايَّاهُ, وايَّاها, وايَّاهما, وايَّاهُمْ, وايَّاهُنَّ .

Contoh-Contoh Maf'ul Bih Dalam Al Quran

¤ وَأَحَلَّ اللهُ البَيعَ وحَرَّمَ الرِّبَا “Dan Allah halalkan jual beli dan Allah haramkan riba” (Al Baqarah: 275)
¤ وَاتَّخَذَ اللهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا  “Dan Allah telah mengambil Ibrahim sebagai kekasih” (An Nisa’: 125)
¤ فَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ  “Sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh” (Al Baqarah: 87)
¤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan.”

Cara mengetahui pola Maf'ul Bih dan Cara meng-i'rob

Perhatikan contoh kalimat maf'ul bih dibwah ini. Sekalian kita belajar meng-i'rob untuk mengetahui kedudukan kalimatnya. Format susunan kalimatnya : (Fi'il - Fa'il - Maf'ul Bih) فاعل - فعل - مفعول به
قَرَأَ – مُحَمَّدُ - القُرْآن
I'rob : قَرَأَ = fi'il madhi mabni fathah pada harkat terahir, dibaca fathah karena fi'il madhi shahih akhir dan tidak bersambung dengan sesuatu. مُحَمَّدُ = ialah Fai'il yang dibaca rofa'. Adapun tanda rofa'nya ialah dengan harkat dhammah pada harkat terahirnya. Dibaca dhammah karena isim mufrod. القُرْآن = ialah maf'ul bih yang dibaca nashab, adapun tanda nashabnya ialah harkat fathah karena isim mufrod.

Contoh maf'ul Bih dengan Tanda Nashob Fathah
Isim Mufrad

يُذَاكِرُ مُحَمَّدُ اَلدَّرْسَ ( Muhammad sedang mengulangi pelajaran )
تَقْرَأُ الطَّالِبَاتُ الْجَرِيْدَةَ ( Para mahasiswi sedang membaca koran )
كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ ( Anak itu telah menulis pelajaran )
ضَرَبَ الْأُسْتَاذُ وَلَدًا ( Guru itu telah memukul anak )
شَرِبَتْ مَرْيَمُ اللَّبْنَ  ( Maryam telah minum susu )
أَكَلَ مُحَمَّدٌ الْخُبْسَ ( Muhammad telah makan roti )
ضَرَبَ عَلِيٌّ كَلْبًا ( Ali telah memukul anjing )
يَقْرَأُ مُحَمَّدٌ قُرْآنًا ( Muhammad sedang membaca al-Qur’an )
يَفْتَحُ أَحْمَدُ الْبَابَ ( Ahmad sedang membuka pintu )
تَحْمِلُ فَاطِمَةُ الْقَلَمَ ( Fatimah sedang membawa polpen )

Contoh maf'ul Bih dengan Tanda Jama' Taktsir

يُعَلِّمُ الْأُسْتَاذُ الطُّلَّابَ ( Guru itu sedang mengajar para mahasiswa )
يَحْمِلُ الْجُنُوْدُ اَلْأَسْلِحَةَ ( Para tentara sedang membawa senjata )
ضَرَبَ الْأُسْتَاذُ الْأَوْلَادَ ( Ustadz telah memukul para anak )
تَحْمِلُ فَاطِمَةُ الْأَقْلَامَ ( Fatimah sedang membawa polpen-polpen )
يَفْتَحُ أَحْمَدُ الْأَبْوَابَ ( Ahmad sedang membuka pintu )

Contoh maf'ul Bih dengan Tanda Nashob Kasrah

تَشْتَرِيْ الطَّالِبَاتُ الْمجَلَّاتِ ( Para mahasiswi sedang membeli majalah )
يَجْمَعُ الطُّلَّابُ الْكُرَّاسَاتِ ( Para mahasiswa sedang mengumpulkan buku catatan )
يَغْسِلُ أَحْمَدُ السَّيَّارَاتِ ( Ahmad sedang mencuci banyak mobil )

Contoh maf'ul Bih dengan Tanda Nashob Ya’

يَحْمِلُ التِّلْمِيْذُ الْكِتَبَيْنِ ( Siswa sedang membawa dua buku)
تَقْرَأُ الْمُدَرِّسَةُ الْمَقَالَتَيْنِ  ( Guru itu sedang membaca dua makalah )
يَقْبِضُ الْبُوْلِيْسُ الْمُجْرِمَيْنَ (Polisi sedang menangkap dua penjahat )
يَنْتَظِيْرُ الطُّلَّابُ الْحَاضِرَيْنَ ( Para siswa itu sedang menunggu dua hadirin )
يَقْبِضُ الْبُوْلِيْسُ الْمُجْرِمِيْنَ (Polisi sedang menangkap para penjahat )
يَنْتَظِيْرُ الطُّلَّابُ الْحَاضِرِيْنَ ( Para siswa itu sedang menunggu para hadirin )
يُكَلِّمُ الْمُدِيْرُ الْمُوَظَّفِيْنَ ( Direktur itu sedang berbicara dengan para pegawai )

Catatan:
Tidak selamanya Maf’ul bih diletakan setelah Fi’il maupun Fa’il. Dalam keadaan tertentu juga, terkadang Maf’ul bih harus didahulukan karena beberapa hal :

a. Maf’ul bih berupa Dhamir Muttashil, sedangkan Fa’il berupa isim dhahir.
Contoh : قد احبّكِ اّدم(Adam benar-benar mencintaimu)

b. Terdiri dari isim syarat.
Contoh : من يضلل الله فماله من هاد

c. Bila terdiri dari isim istifham.
Contoh :كم كتابا قرأت؟ من اكرمت؟
d. Boleh dibuang fi’ilnya.
Contoh : من يريد؟ صديقه
maka boleh hanya dijawab dengan aslinya
يريد صديقه

Pada dasarnya maf’ul bih itu terletak setelah fi’il, tetapi sering juga kita jumpai bahwa maf’ul bih didahulukan dari pada Fa’ilnya. Sebagaimana penjelasan di atas

Sumber Rujukan :
  • Ilmu Nahwu – Terjemah Matan Al-Jurumiyyah dan Imrithy kaarya K.H. Moch. Anwar
  • Terj. Alfiyah Syarah Ibnu ‘Aqil karya Bahaud Din Abdullah ibnu ‘Aqil
  • Al-Qawaid al-Asasiyah lil lughah al-‘Arabiyah karya Ahmad al-Hasyimi
  • https://nahwusharaf.wordpress.com
  • badaronline.com
  • Catatan Nahwu Pribadi


EmoticonEmoticon