Pengertian Athaf Dan Macam-Macamnya

athaf dan macamya
'Athaf (العَطْفُ) adalah taabi’ (lafadz yang mengikuti) kalimat sebelumnya dengan perantara huruf 'athaf. Sehingga dalam sebuah susunan kalimat ditenga-tengahnya terdapat huruf 'athaf. Ketika harkatnya Fathah, maka setelahnya juga harus fathah, kalau kasroh maka harokatnya juga harus kasroh, demikian seterusnya.

Ketika kita mengi'rab suatu kalimat, maka akan muncul istilah ma’thuuf dan ma’thuf ‘alaih ( lafadz 'athaf dan yang di 'athofi) Berikut adalah contoh-contohnya :

¤ قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌ,
¤ رَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا,
¤ مَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍ,
¤ َزَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ
¤ جَاءَ زَيْدٌ وَ مُحَمَّدٌ بَعْدَهُ
¤ جَاءَ زَيْدٌ وَ مُحَمَّدٌ قَبْلَهُ
¤ جَاءَ زَيْدٌ وَ مُحَمَّدٌ مَعَهُ

Perhatikan contoh diatas, taip-tiap kalimat mempunyai harokat yang sama setelah huruf ٍ وَ (Wawu) karena di 'athafkan pada kalimat sebelumnya. Huruf 'Athaf jumlahnya ada 10 yaitu :وَ ، فَ , ثُمَّ , أَوْ , أَمْ , إِمَّا , بَلْ , لَا, لَكِنْ, حَتَّى

Macam-Macam Athaf
A. Athaf Bayan. Athaf bayan adalah tabi’ yang berupa isim jamid dan berfungsi menjelaskan matbu’nya jika berupa isim ma’rifat, dan berfungsi mentakhshis (mengkhususkan) matbu’nya jika berupa isim nakirah. Contoh : صديد ماء من

B. Athaf Nasq. Athaf nasq adalah athaf yang diantara tabi’ dan matbu’nya terdapat salah satu dari sepuluh huruf-huruf athaf.

Syarat-syarat/Kaidah 'Athaf yaitu :

Pertama: فإن كان المتبوع مرفوعا كان التابع مرفوعا Apabila matbu’nya marfu’ (berada dalam keadaaan rafa’) maka tabi’nya pun harus berada dalam keadaan marfu’. Contoh : قابلني محمّد و خالد

Kedua: وإن كان المتبوع منصوبا كان التابع منصوبا Apabila matbu’nya manshub (berada dalam keadaan nashab) maka tabi’nya pun harus berada dalam keadaan nashab. Contoh : قابلتُ محمّدا و خالدا

Ketiga: و إن كان المتبوع مخفوضا كان التابع مخفوضا Apabila matbu’nya makhfudl (berada dalam keadaan khafadl) maka tabi’nya pun harus berada dalam keadaan khafadl. Contoh : مررتُ بمحمّد و خالد

Keempat: و إن كان المتبوع مجزوما كان التابع مجزوما Apabila matbu’nya majzum (berada dalam keadaan jazm) maka tabi’nya pun harus berada dalam keadaan jazm. Contoh : لم يحضرْ خالد او يُرسلْ رسولا

Kelima: lafadz/kalimat yang bisa di 'Athaf apabila Ma'tuf dan Ma'tuf 'alaih sama. isim dengan isim, fi’il dengan fi’il.


Sumber Rujukan :
  • Ilmu Nahwu – Terjemah Matan Al-Jurumiyyah dan Imrithy kaarya K.H. Moch. Anwar
  • Terj. Alfiyah Syarah Ibnu ‘Aqil karya Bahaud Din Abdullah ibnu ‘Aqil
  • Al-Qawaid al-Asasiyah lil lughah al-‘Arabiyah karya Ahmad al-Hasyimi
  • https://nahwusharaf.wordpress.com
  • badaronline.com
  • Catatan Nahwu Pribadi


EmoticonEmoticon