Na'at Man'ut Dan Macam-macamnya

contoh macam macam naat
(Bab Tentang Na'at) باب النعت  

Na'at merupakan salah satu isim yang dibaca rofa' yang menyempurnakan matbu'nya.  Na'at adalah isim yang menjelaskan sbagian keadaan isim tersebut atau keadaan isim lain yang berhubungan dengannya. Secara gampangnya, pengertian na'at adalah penjelasan tentang sifat dan yang disifati. Sehingga dalam ilmu nahwu kita mengenal istilah Na'at Man'ut

Conto na'at : جَاءَ رَجُلٌ كَرِيْمٌ  -- جَاءَ رَجُلٌ كَرِيْمٌ اَبُوْهُ
Dari contoh na'at tersebut, كَرِيْمٌ (mulia) menunjukkan kata sifat. Sedangkan kata رَجُلٌ (seseorang) adalah yang disifati.

Na’at (sifat) itu mengikuti yang disifati dalam keadaan rafa’, nashab, khafad, ma’rifat, dan nakirah nya.
Contoh: قَامَ زَيْدٌ اَلْعَاقِلُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْعَاقِلَ, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ اَلْعَاقِلِ.

Macam-macam Na'at terbagi mejadi dua, yaitu na'at haqiqi dan na'at sababi

1. Na'at haqiqi
ialah na'at yang merofa'kan isim dhomir ( dhomir yang tersimpan) yang dhomir tersebut kembali kepada man'utnya Contoh : جَاء زَيْدٌ الْعَالِمُ

Na'at haqiqi meliputi:
-rafa', nashob , khofadh Ifrod
-mufrod, tasniyah, jama' Tadzkir
-mudzakar , muannas Ta'rif
-ma'rifat , nakiroh

2. Na'at sababi
adalah na'at yang hanya merafakan isim dzohir saja, mensifati sesuatu yang berhubungan dengan matbu'nya. Na'at sababi tidak menjelaskan sifatnya man'ut, melainkan menjelaskan sifatnya suatu kata yang kata tersebut berhubungan dengan man'ut. Na'at sababi berbentuk mufrod, walaupun man'utnya berupa tasniyyah atau jama'.
Contoh : جَاء زَيْدٌ الْعَالِمُ اَبُوْه

Na'at sababi meliputi:
-rafa', nashob , khofadh Ta'rif
-ma'rifat , nakiroh

Sayarat na'at adalah Jika na'at i'robnya rafa' maka man'utnya juga rafa' Jika na'at i'robnya nashob maka man'utnya juga nashob Jika na'at i'robnya jer/khofadh maka man'utnya juga khofadh/jer.

ketika Man'ut-nya berupa isim ma'rifat maka wajib dihilangkan kemusytarokan lafal. Seperti kata  زَيْدٌ nama seseorang. Meskipun sudah ma'rifat tetapi oarng yang bernama زَيْدٌ banyak. Oleh karenanya harus diperjelas dengan na'at.

ketika Man'ut-nya isim nakiroh maka wajib dihilangkan kemusytarokan maknnya. Contoh : جَاء زَيْدٌ عَالِمٌ ( na'at haqiqi ) Contoh : جَاء زَيْدٌ عَالِمٌ اَبُوْهُ ( na'at sababi )

Sekian artikel tentang naat manut, yang bisa dijadikan bahan referensi pembuatan makalah.


EmoticonEmoticon