Laa Nafi Li Jinsi (Isimnya laa)

la nafi
Laa Nafi Jenis لاَ  نَفِيْ الْجِنْسِ merupakan Laa yang meniadakan isim jenis fungsinya sama seperti amalnya inna menashobkan isim dan merofa'kan kepada khabar. Contoh : لا غلام رجل قائم .  اَلاَ تَعَلُّمَ وَقَدَْ جَهلْتَ


La nafi jenis termasuk bagian dari huruf-huruf nawasikh yg masuk pada mubtada’-khobar dan merusak I’robnya, beramal seperti INNA (menashabkan isimnya dan merofa’kan khobarnya). Baik diucapkan dengan satu kali (Mufrod), contoh : “LAA ROJULA” FID-DAARI. Atau diucapkan dengan berulang-ulang (Takrir), contoh: “LAA ROJULA” WA “LAA IMRO’ATA” FID-DAARI. Secara khusus berfungsi meniadakan jenis secara keseluruhan, ini membedakan dengan “LAA LI NAFYIL WAHID” yg beramal seperti LAISA (merofa’kan isimnya dan menashabkan khobarnya).

Syarat pengamalan “LAA LI NAFYIL JINSI” adalah :
1. isim dan khobarnya harus nakiroh.
2. tidak boleh ada fashl/pemisah antara “LAA LI NAFYIL JINSI” dan ISIMnya.
3. tidak boleh ada huruf jar masuk pada “LAA LI NAFYIL JINSI”.

Ketentuan isimnya  La Nafi lil Jinsi
1. berupa Mudhaf (tersusun dari susunan idhafah, mudhaf dan mudahf ilaih)
2. berupa Syabihul-Mudhaf (tersusun dengan kalimah lain baik makmulnya/ta’alluqnya/ma’thufnya dll)
3. berupa Mufradah (bukan mudhaf/syabihul-mudhaf, baik isim mufrod, mutsanna, atau jamak)

Adapun la bisa beramal seperti inna mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
1. Huruf la bermakna nafi
2. Yang dinafikan berupa jinis
3. Huruf la tidak kemasukan huruf jar
4. Isimnya berupa isim nakiroh
5. Tidak ada pemisah antara la dengan isimnya

Isimnya la dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Mufrod. Tidak berupa syibhul mudlof. Hukumnya dimabnikan sesuai dengan tanda nashobnya.
contoh :  "لا رجلَ في الدار"  ذلك الكتابُ لا رَيبَ
2. Mudlof, hukum i’robnya harus dibaca nashob. Contoh : لا أخا جهلٍ مُكرَّمٌ
3. Syibhul mudlof, yaitu kalimat isim yang memiliki hubungan dengan lafadz setelahnya,  i’robnya di baca nashob. Contoh :  لا قبيحاً خُلقُه خاضرٌ


EmoticonEmoticon