Kunjungan Raja Salman Bukan Untuk Ahok

ahok bersalaman dengan raja salman
Kedatangan raja salman bak angin segar yang memberikan keteduhan bagi warga Indonesia, hususnya umat islam. Tentunya merupakan kebanggaan bagi kita semua.  Sebagai raja Arab saudi, beliau masih bisa meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Indonesia. Meskipun pada awalnya sebagian ada yang menolak dan tidak setuju akan kedatangan beliau, namun pada ahirnya, waktu berbicara lain.

Yang anti Arab, yang selalu teriak ontaker, yang anti budaya Arab. Kini, suara-suara itu hilang ditelan arus berita tentang kunjungan seorang Raja di tanah suci. Begitu Raja Salman datang,  semua fokus pada penyambutan di bandara. Masalah bersalamanpun menjadi topik hangat,  sebab disana juga ada seorang pejabat DKI dengan kasus tersangka penistaan agama yang tidak ditahan. Namun ikut menyambut kedatangan raja salman.

Dari bersalamannya antara ahok dan Raja Salman, muncul sebuah tulisan dari situs yang pernah dilaporkan oleh Lbh Perindo. Seperti biasa, selain mencari muka dan sensasi, penulis sekaligus founder Seword.com kembali berulah dengan membuat tulisan Raja Salman Salami Ahok, Bukti Kasus Penistaan Agama Hanya Politis. Berikut kutipan dari tulisannya:
situs siword.com

"Kalau Ahok memang menistakan agama Islam, sebagai Raja di tanah suci, pastinya beliau tidak akan mau menyalami Ahok. Meskipun Ahok adalah Gubernur aktif yang secara aturan memang biasanya menemani Presiden Jokowi, pasti akan dihalangi oleh pihak protokoler Arab Saudi. Sebab kita harus tahu bahwa ada cek yang sangat ketat tentang siapa saja yang akan bertemu dengan Raja. Kalau memang Ahok menistakan agama Islam, jangankan diberi kesempatan salaman, diikutkan dalam rombongan saja pun pasti sangat mustahil".

Kalau kita berpikir logis, Apa hubungannya antara  bersalamannya raja Salman denga kasus penistaannya Ahok, apakah beliau datang ke Indonesja untuk Ahok untuk menyelamatkan dari kasus terdakwah? Apakah raja salman mengulurkan tangannya untuk membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa ahok hanyalah korban politisi. Setelah ahok bersalaman lalu berharap ahok segera dibebaskan, wong ditahan saja belum.

Berjabat tangan merupakan anjuran dalam hal tamu bertamu. Jikalah Raja salman menerima uluran tangan ahok untuk bersalaman, semata karena Raja Arab itu tahu etika. Sebagai seorang raja yang alim, tentu beliau tahu etika menghormati tuan rumah. Coba bayangkan, seandainya Raja Salman menolak untuk bersalaman dengan ahok, tentunya Gubernur Aktif DKI itu akan malu.

Dengan bersalamannya Raja Salman menjadi bukti bahwa beliau tidak manaruh kebencian pada siapapun, alih-alih kepada yang anti Arab. Sampai-sampai orang yang selama ini anti Arab dan menistakan agama Islam pun ingin bertemu dan berjabat tangan dengan Sang Raja Arab. Nyatanya, orang yang dulunya teriak-teriak kita bukan islam Arab, malah asyik meminta foto berselfie.

Justru diikut sertakannya ahok dalam penyambutan Raja Arab Saudi, seakan-akan menimbulkan kesan mencari kesempatan dalam kesempitan. Kenapa tidak, sebagai orang terdakwah masih bisa ikut menyambut Raja Salman.


EmoticonEmoticon