Contoh Macam-Macam Munada Dalam Bahasa Arab

contoh macam munada
Pengertian Munada
Definisi Munada ialah klimat isim yang disebut sesudah atau jatuh setalah huruf nida. Penggunaan Munada dengan mempergunakan huruf-huruf panggilan huruf nida agar yang dipanggil mendatangi atau menoleh kepada yang memanggil. Dalam bahasa arab, nida' artinya adalah seruan.
Contoh Munada:  ياَ عَبْدَ اللهِ 
Atau seperti وَلَقَدْ اَتَيْنَا دَاوُدَ مِنَّا فَضْلاً ط يَا جِبَالُ اَوِّبِى مَعَهُ وَااطَّيْرَ.

Huruf nida’ berjumlah tujuh macam, yaitu
يا=َ أ= أَيْ= آ= هَياَ=أَياَ=وَا

Keterangan :

Huruf Nida (أَيْ) dan (أَ) digunakan untuk menyeru sesuatu yang dekat. (أَياَ), (هَياَ) dan (آ) untuk menyeru sesuatu yang jauh. (ياَ) untuk semua munada, baik dekat, jauh atau sedang. (وَا) untuk ratapan, yaitu digunakan untuk meratapi sesuatu yang dianggap sakit, Contoh: (وَا كَبِدِي!)

Sedangkan jika (ياَ) ditentukan dalam menyeru nama Allah ta’ala, sehingga nama Allah tidak boleh diseru dengan yang lainnya, dan dalam istighatsah (permintaan tolong), sehingga tidak diperbolehkan meminta tolong dengan selain (ياَ)

Huruf . (ياَ) dan (وَا) ditentukan untuk nudbah, sehingga selain keduanya tidak bisa digunakan untuk nudbah, namun (وَا) dalam nudbah lebih banyak digunakan

Macam-Macam Munada
1. Munada mufrad alam atau mufrad ma’rifat adalah munada yang tidak berupa mudlaf atau syibhul mudlaf, baik munada itu berupa tatsniyyah atau jama’, seperti (ياَ زَيْدُ), (ياَ زَيْدَانِ), dan (ياَ زَيْدُونَ).

2. Munada nakirah maqshudah. Yaitu semua isim nakirah yang jatuh setelah huruf nida’ dan dimaksudkan untuk memu’ayyankannya (untuk sesuatu yang tertentu), Contoh :(ياَ رَجُلُ) “Wahai anak muda.”

3. Munada nakirah ghairu maqsudah. semua isim nakirah yang jatuh setelah huruf nida’ yang dimaksudkan tidak untuk sesuatu yang tertentu, seperti orang buta yang mengucapkan (ياَ رَجُلاً خُذْ بِيَدِي) “Wahai anak muda! Peganglah tanganku.”

4. Munada mudlaf. munada yang berupa susunan mudlaf-mudlaf ilaih, seperti (ياَ غُلاَمَ زَيْدٍ).

5. Munada syibhul mudlaf. munada yang berupa lafal yang membutuhkan pada lafal yang lainnya untuk kesempurnaan maknanya, seperti (ياَ طاِلِعاً جَبَلاً)

Ketentuan Munada
Apabila suatu kata terdapat AL ( الُْ) ada beberapa ketentuan dalam pemanggilannya.
1. Kata yang di panggil I’robnya marfu’
2. Menambahkan lafazh setelah huruf nida’:
a. أَيُّهَا Untuk isim mudzakkar
b. أَيَّتُهَا Untuk isim muannats
Contoh: يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ =يَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ= يَا أَيَّتُهَا الْمَرْأَةُ= يَا أَيَّتُهَا الْمُسْلِمَاتُ

3. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا . Contoh: يَا اَللهُ Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ

4. Terkadang munada membuang huruf  Nida Contoh: رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ Asalnya adalah يَا رَبَّنَا يُوْسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا Asalnya adalah يَا يُوْسُفُ

5. Jika munada mudhof kepada ya’ mutakallim maka ya’ boleh dibuang. Contoh: يَا رَبِّي وَلَدِ تَعَالَ Asalnya يَا وَلَدِي


EmoticonEmoticon