Contoh Dan  Macam-Macam Istitsna'

pengecualian
Pengertian Istisna’ menurut bahasa ialah pengecualian. Menurut istilah istitsna' adalah pengecualian suatu perkara dengan adanya lafadz إلا (illa) atau saudara-saudaranya.  Mengecualikan dengan ILLA, atau satu dari saudara ILLA terhadap suatu lafadz atau kalimat.

مَااِسْتَثْنَتِ الاَّمَعَ تَمَامٍ يَنْتَسِبْ
Istisna lafazh yang dikecualikan dengan memakai illaa (اِلاَّ) dalam kalam tamam (tidak dinafikan) dan di nashabkan.

istisna’ tersusun atas 3 pokok, yaitu adat istisna’, Mustatsna dan Mustastna Minhu. Adat istisna’ adalah alat atau perantara yang digunakan untuk mengecualikan. Maksud dari Mutsanna adalah lafadz yang dikecualikan atau lafadz yang jatuh setelah adat istitsna’, sedangkan Mustatsna Minhu yaitu lafadz yang jatuh sebelum adat istitsna’.

Macam-macam Huruf istitsna ada delapan, ada yang menyebut selain ILLA merupakan saudara-saudaranya/sesamanya yiatu : إِلَّا, وَغَيْرُ, وَسِوَى, وَسُوَى, وَسَوَاءٌ, وَخَلَا, وَعَدَا, وَحَاشَا

Ketentuan mustatsna dengan اِلاَّ (illa)

1. Jika kalimatnya sempurna dan kalimat positif, maka mustatsna wajib manshub.

2. Jika kalimatnya sempurna tapi kalimat negatif mengandung kata tidak, maka mustatsna boleh manshub dan boleh mengikuti mustatsna minhu. Contoh: ما نجح الطلاب إلا زيدا / زيدٌ. Kalimat tersebut Boleh dibaca zaidan (manshub) dan boleh dibaca Zaidun (marfu')

3. Jika kalimatnya tidak sempurna (tidak disebutkan mustatsna minhu nya) dan kalimatnya negatif, maka i'rob mustatsna adalah sesuai kedudukannya di dalam kalimatnya.

Ketentuan mustatsna dengan َغَيْرُ dan سِوَى (Ghairu dan Siwaa)
1. Isim setelah ghoiru dan siwaa selalu majrur (dibaca jar) karena mudhof ilaih
2. Lafadh ghoiru dan siwaa i'robnya seperti hukum mustatsna dengan illa.

Contoh-contoh Istitsna' :
  •  نَجَحَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ حَسَنًا(Para siswa lulus kecuali Hasan)
  •  حَضَرَ الرِّجَالُ إِلاَّ زَيْدًا (Para lelaki itu telah hadir kecuali Zaid)
  •  رَجَعَ الْحَاضِرُوْنَ غَيْرَ / غَيْرُ مُحَمَّدٍ (Hadirin telah pulang kecuali Muhammad)
  •  عَادَ الْمُسَا فِرُوْنَ إلاّ مُحَمَّدًا (Telah pulang orang yang bepergian kecuali Muhammad)
  •  نَجَحَ اْلأَوْلاَدُ إِلاَّ عَلِيًّا  (Telah lulus anak-anak itu kecuali Ali)
Catatan :
- Mustatsna (kalimat yang di istitsnakan) dengan huruf illaa dinashabkan jika kalamnya taam mujab contohnya : قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا” وَ”خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا 
- Jika kalamnya manfi taam, maka boleh menjadikannya badal atau menashabkannya karena istitsna contohnya : مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ” وَ”إِلَّا زَيْدًا F
- Jika kalamnya naaqish (kurang), maka i’rabnya sesuai dengan amil-amilnya,
Contoh: “مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ” وَ”مَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا” وَ”مَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ


EmoticonEmoticon