Badal Dalam  Ilmu Nahwu

bab badal
Pengertian Badal adalah salah satu pembahasan dalam ilmu nahwu yang menjelaskan tentang kalimat pengganti. Apabila isim diganti dengan isim atau fi’il diganti dengan fi’il, maka ia mengikutinya pada seluruh i’rabnya, yaitu perubahan akhir lapadz. Secara mudahnya, badal adalah pengganti.

Badal merupakan lafadz penyerta yang berfungsi menggantikan kedudukan lafazh sebelumnya tanpa mempergunakan kata penghubung antara badal itu sendiri dengan kata yang diikuti. Contoh : كَانَ الحَلِيْفَةُ عُمَرُ عَاِدلأً (khalifah Umar adalah khalifah yang adil).

وهو على أربعة أقسام : بدل الشيء من الشيء , وبدل البعض من الكل , وبدل الاشتمال , وبدل الغلط

Macam-macam badal dan contohnya

Adapun Badal terdiri atas empat bagian :

1. Badal syaun min syain  (بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء). Badal ini disebut juga badal Kul Min Kul. Yaitu badal yang sama dengan mubdal minhunya.
Contoh "قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, (Zaid telah berdiri yaitu saudaramu)

2. Badal ba'di minkul ( َبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ ) yaitu badal atau pengganti dari makna keseluruhan kepada makna sebagian-nya.
Contoh: وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ (aku telah memakan roti yaitu sepertiga-nya)

3. Badal Isytimal ( َبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ ) ialah badal yang mengadung bagian dari kata yang di ikutinya, yang menyangkut masaalah maknawi bukan materi
Contoh:  وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ,(Zaid memberi manfaat kepadaku yaitu ilmunya)

4. Badal Ghalath ( بَدَلُ اَلْغَلَطِ ) badal yang tidak memiliki maksud dengan matbu'nya, badal Ghalat dikenal juga dengan badal yang keliru atau salah dalam pengucapan dari maksudnya.
Contoh : وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ (aku telah melihat zaid yaitu kudanya) Kamu ingin berkata al farasa (kuda) akan tetapi salah, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ (aku melihat zaid yaitu kudanya)

Syarat atau Hukum Badal

1. Badal (pengganti) dan mubdal minhu (yang diganti) tidak mesti sesuai dari segi ta’rif dan nakirah nya. Mubdal minhu dalam bentuk ma’rifah bisa diganti dengan badal nakirah begitu pula sebaliknya. Seperti contoh dalam Al Quran fiman Allah : إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمِ , صِرَاطَ اللَّهِ (ke arah jalan yang lurus, yaitu jalan Allah) ma’rifah menggantikan nakirah.

2. Isim zhahir diganti dengan isim zhahir namun tidak ada ketentuan isim mudhmar diganti dengan isim mudhmar begitu pula isim zhahir tidak diganti dengan isim dhamir sedangkan isim zhahir bisa menggantikan isim dhamir. Comtoh badal pada Dhamir Ghaib diganti dengan isim zhahir وَأَسِرُّوْا النَّجْوَى , الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ( isim maushul “ الَّذِيْنَ “ menggantikan kedudukan (hukum) isim mudhmar “ وا “.


Sumber Rujukan :
  • Ilmu Nahwu – Terjemah Matan Al-Jurumiyyah dan Imrithy kaarya K.H. Moch. Anwar
  • Terj. Alfiyah Syarah Ibnu ‘Aqil karya Bahaud Din Abdullah ibnu ‘Aqil
  • Al-Qawaid al-Asasiyah lil lughah al-‘Arabiyah karya Ahmad al-Hasyimi
  • https://nahwusharaf.wordpress.com
  • badaronline.com
  • Catatan Nahwu Pribadi


EmoticonEmoticon