Pengertian Kalam dan Pembagiannya

kalam dan pembagiannya
Pengertian Kalam
Kalam merupakan salah satu pembahasan dalam ilmu Nahwu. Pengertian kalam dalam nahwu berbeda dengan ketika kita berbicara masalah Al Quran, berbeda lagi kalau berbicara masalah golongan atau aliran dalam islam.

Menurut ulama Nahwu bahwa kalam adalah :
 َكلاَمُهُمْ لَفْظٌ مُفِيْدٌ مُسْــــــنَدُ # وَاْلكلــِْمَةُ اللَّفْظُ اْلمُفِيْدُ اْلمُفْرَدُ
Kalam ialah lafadz yang berfaedah dimusnadkan dengan lafadz yang lain. Dan Kilmah ialah lafadz mufid yang tunggal.

 اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى
Artinya Kalam ialah lafadz yang tersusun sehingga pendengar memahami maksudnya serta berbahasa arab. Dan adapun tandanya tiga macam : isim fi'il huruf. Dari pengertian diatas, dapat dipahami bahwa suatu perkataan disebut kalam apabila memenuhi 4 kriteria yang telah disebutkan.

Untuk lebih mudahnya, Kalam terdiri dari : Lafadz, Murakkab, Mufid, Wadha'. Masing-masing pembagian kalam tersebut mempunyai pengertian.

Lafadz ( اَللَّفْظُ) yaitu : الصَّوْت المُشْتَمِلُ على بَعْضِ الحُرُوفِ الهِجَائيةِ (Suara yang melengkapi atas sebagian huruf hijaiyah). Maksudnya, pengertian lafadz ialah perkataan yang terdiri dari huruf hijaiyah. Jadi, apabila ada ucapan yang tidak mengandung huruf hijaiyah. Mama itu bukan lafadz.

Murokkab ( مُرَكَّبٌ ), yaitu : مَا تَرَكَّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فــاكْثَرَ (Perkataan/Ucapan yang tersusun dari dua kalimat atau lebih). Adapun perkataan yang hanya tersusun dari satu kalimat, maka tidak termasuk murakkab.

Mufid (مُفِيْدٌ ) yaitu: ما أَفَادَ فائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوتُ مِن المُتَكَلِّمِ وَ السَّامِعِ عَلَيها (Sesuatu perkataan yang memberikan faidah dengan sempurna sekiranya pembicara dan pendengar tidak memberikan tanggapan atau tidak menimbulkan pertanyaan). Arti orang yang mendengar, mengerti atas apa yang telah diucapkan oleh orang yang berbicara, tidak timbul pertanyaan terhadap yang di sampaikan itu.

Wadla' ( وَضْعُ ) yaitu : perkataan yang sudah tersusun dan memberikan pengertian sempurna dan sudah sesuai dengan peletakan maknanya yang telah ditetapkan oleh orang Arab. Ada yang mengartikan bahwa wada' ialah ucapan yang disengaja (bukan ngingau) serta berbahasa arab.

Susunan kata dalam Bahasa Arab disebut Murakkab (المُرَكَّب). Jika kalimat susunan kata tersebut telah sempurna, dalam kaidah telah memberi pengertian dengan suatu hukum, maka kalimat sempurna itu disebut Kalam (الكَلاَم) atau disebut Jumlah (الجُمْلَة).

Kalimah dalam Bahasa Arab, diringkas menjadi tiga macam:
1. Kalimah Fiil (الفِعْلُ) = Kata kerja
2. Kalimah Isim (الإِسْمُ) = Kata Benda
3. Kalimah Harf (الحَرْفُ) = Kata Tugas.

Pembagian Kalam
Para ulama nahwu membagi kalam ke dalam 3 jenis, yakni: Isim, Fi’il dan Huruf.

1. KALIMAT ISIM
Isim merupakan kalimat yang terdiri dari nama benda, baik benda hidul maupun benda mati seperti: مَحْفَظَةٌ (tas), كِتَابٌ (buku), قَلَمٌ (pena), مِمْسَحَة(penghapus), dan lain-lain.

Ciri-Ciri Kalimat Isim
 فَالِاسْمُ يُعْرَفُ بالخفض وَالتَّنْوِينِ, وَدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّام
Adapun Isim itu bisa diketahui melalui : Khafadh, Tanwin, masuknya alif-lam. Maka apabila suatu kalimat terdapat tiga tanda tersebut, maka kalimat itu masuk kategori isim. Adapun huruf khafadh ialah:
 وَحُرُوفِ اَلْخَفْضِ, وَهِيَ مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي , وَرُبَّ, وَالْبَاءُ, وَالْكَافُ, وَاللَّامُ + وَحُرُوفُ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُ

2. KALIMAT FI'IL
Pengertian Kalimat fi’il ialah kata yang menunjukkan pekerjaan pada waktu tertentu. Contoh: ذَهَبَ يَذْهَبُ (pergi). جَلَسَ يَجْلِسُ (duduk). تَعَلَّمَ يَتَعَلَّمُ (belajar) كَتَبَ يَكْتُبُ (menulis).

Ciri-ciri kalimat Fi’il
وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ, وَالسِّينِ وَسَوْفَ وَتَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ
Untuk mengetahui kalimat fi'il, bisa di ketahui dengan adanya tanda : Qod Sin. Saufa. Ta Ta’nits yang berharkat sukun. Maka apabila menemukan kalimat yang terdapat tanda tanda tersebut maka itu adalah kalimat fi'il.

3. HURUF
.وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ اَلِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ اَلْفِعْلِ
Adapun Huruf adalah Lafadz Yang tidak bisa dimasuki Tanda-tandanya Isim dan juga alamat (tanda) Fi’il. Huruf merupakan kata yang tidak memiliki makna tertentu, kecuali disandarkan pada kata benda.

Demikianlah Pengertian Kalam dan Pembagiannya dalam ilmu Nahwu pada bab kalam.


EmoticonEmoticon