Pengertian Fa'il Dan Naibul Fa'il  Beserta Contohnya

naibul fail
BAB FA'IL

Fa’il  adalah Isim Marfu' yang kedudukannya disebutkan setelah Fi’ilnya. Fa’il sendiri ditekankan kepada pelakunya. Contohnya (جاء زيد). dari contoh tersebut, (زيد) Zaidun kedudukannya menjadi Fa’il karena kalikatnya jatuh setelah fi'il.

Dalam Ilmu Tasrif, Isim Fa’il diartikan sebagai pelaku yang melakukan suatu pekerjaan dan pekerjaan itu mengikuti kata fi'il madhinya.
 اسم الفاعل هو مادل على من وقع منه الفعل
“Kalimat yang menunjukkan arti orang yang melakukan pekerjaan”

Contohnya, jika Fi’il Madlinya memiliki makna menolong نصر /Nashoro. Maka Isim Fa’ilnya adalah orang yang menolong ناصر/ Naashirun.

.اَلْفَاعِلُ هُوَ الاسم اَلْمَرْفُوعُ اَلْمَذْكُورُ قَبْلَهُ فِعْلُهُ. وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ ظَاهِرٍ, وَمُضْمَرٍ. فَالظَّاهِرُ نَحْوَ قَوْلِكَ قَامَ زَيْدٌ, وَيَقُومُ زَيْدٌ, وَقَامَ الزَّيْدَانِ, وَيَقُومُ الزَّيْدَانِ, وَقَامَ الزَّيْدُونَ, وَيَقُومُ الزَّيْدُونَ, وَقَامَ اَلرِّجَالُ, وَيَقُومُ اَلرِّجَالُ, وَقَامَتْ هِنْدٌ, وَقَامَتْ اَلْهِنْدُ, وَقَامَتْ الْهِنْدَانِ, وَتَقُومُ الْهِنْدَانِ, وَقَامَتْ الْهِنْدَاتُ, وَتَقُومُ الْهِنْدَاتُ, وَقَامَتْ اَلْهُنُودُ, وَتَقُومُ اَلْهُنُودُ, وَقَامَ أَخُوكَ, وَيَقُومُ أَخُوكَ, وَقَامَ غُلَامِي, وَيَقُومُ غُلَامِي, وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ. وَالْمُضْمَرُ اِثْنَا عَشَرَ, نَحْوَ قَوْلِكَ "ضَرَبْتُ, وَضَرَبْنَا, وَضَرَبْتَ, وَضَرَبْتِ, وَضَرَبْتُمَا, وَضَرَبْتُمْ, وَضَرَبْتُنَّ, وَضَرَبَ, وَضَرَبَتْ, وَضَرَبَا, وَضَرَبُوا, وضربن".

Pembagian Faa'il
Faa’il itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Faa’il dzhahir (Jelas/tampak/Terang). Adapun faa’il isim dzahir contohnya adalah sebagai : قَامَ زَيْدٌ,(telah Berdiri) وَيَقُومُ زَيْدٌ, (akan berdiri zaid) وَقَامَ الزَّيْدَانِ,(Telah berdiri dua zaid).

b. Faa’il dhamir/Mudmar. Contohnya yaitu : ضَرَبْت.(aku telah memukul) وَضَرَبْنَا,(Kamu bedua perempuan telah memukul) وَضَرَبْتَ,(Kamu laki laki telah memukul). Perlu diketahui, dhamir banyak macamnya. Ini hanya sekedar contoh. Untuk mengetahui dhamir-dhamir, silahkan baca kitab amtsilatut tashrif / kitab shorrof

BAB NAIBUL FA'IL

 هو اسم مرفوع يقع بعد الفعل المتعدى المبني للمجهول أو شبهه
Pengertiam Naibul Fa'il Adalah isim yang dibaca rafa’ yang jatuh setelah fi’il mabni majhul atau yang diserupakan dengan fi’il mabni majhul.

 هو المفعول الذي يقوم مقام فاعله في جميع أحكامه بعد حذف الفاعل لغرض من الأغراض
Ialah maf’ul yang menempati kedudukan fa’il dalam setiap hukum-hukumnya setelah fa’ilnya dibuang karena maksud dan tujuannya sudah diketahui. Contoh: خُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيْفًا

Asal dari kalimat diatas adalah خَلَقَ اللهُ الْإِنْسَانَ ضَعِيْفَا, lafadz الله yang berkedudukan sebagai fa’il dalam kalimat tersebut dibuang karena maksudnya sudah diketahui bahwa yang menciptakan manusia adalah Allah, sedangkan lafadz الإنسان yang awalnya sebagai maf’ul bih dan dibaca nashob beralih status menjadi naibul fa’il (pengganti fa’il yang dibuang) dan dibaca rofa’.

Syarat-syarat Naibul Fa’il Syarat-syarat naibul fa’il yaitu:
a. Fi’ilnya berupa muta’addi (butuh objek), seperti: تَعَلَّمَ زَيْدٌ الدَّرْسَ
b. Fa’ilnya dibuang.
c. Fi’ilnya dimabnikan
d. Menempatkan maf’ul bih (objek) ke tempat fa’il (subjek) yang dibuang dan mengikuti hukum fa’ilnya.

Macam-macam / Pembagian Naibul Fa'il:
a. Naibul Fa’il Isim Shorih
b. Nqaibul Fa’il Isim Dlomir
c. Naibul Fa’il Masdar Muawwal
d. Naibul Fa’il Syibhul  Jumlah


EmoticonEmoticon