Pengertian Dan Macam-macam Kalimat Fi'il

macam macam kalimat fi'il
Pengertian kalimat fi'il adalah kalimat yang menunjukkan makna pekerjaan (kata kerja). Baik itu berupa pekerjaan masa lalu, akan/sedang, dan maupun berbentuk perintah. Macam-macam kalimat fi'il ada tiga : FI'IL MADHI, FI'IL MUDHORI' dan FI'IL AMAR.

MACAM-MACAM KALIMAT FI'IL DAN MABNINYA

1. Fi'il Madhi
Fi'il madhi adalah Kata kerja menunjukkan kejadian bentuk lampau, yang telah terjadi sebelum masa berbicara. Seperti : قَرَأَ (Telah membaca)

Fi'il madhi mabninya dengan:
A. Harokat Fathah : Apabila tidak bersambung dengan dhamir rofa' mutaharrik شَكَرَا
B. Sukun : Apabila bersambung dengan dhamir rofa' mutaharrik :  شَكَرْتُ
C. Dhammah : Apabila bersambung dengan wawu jama'. Contoh شَكَرُوا

2. Fi'il Mudhari'
Kata kerja bentuk sedang atau akan dilakukan. Ciri-ciri Kalimat Fi’il Mudhari’ adalah dimulai dengan huruf Mudhoro’ah yang empat yaitu : Alif, Nun, Ya, Ta' أ – ن – ي – ت disingkat menjadi أنيت. Selain itu tandanya bisa dimasuki لَمْ seperti contoh: لَمْ يَقْرَأْ. Perlu diketahui, Fiil mudhari' harus selalu dibaca rofa' apabila tidak dimasuki 'amil nashob dan 'amil jazm.

Fi'il Mudhari' Mabni dengan :
A. Sukun : Apabila bertemu/bersambung dengan nun niswah. Contoh: هُنَّ يَشْكُرْنَ
B. Fathah : Apabila bertemu dengan nun taukid. Contoh: لَيَشْكُرَنَّ

3. Fi'il Amar
Kata kerja yang menunjukkan perintah untuk melaksanakan pekerjaan. Tanda-tanda Biasanya diawali dengan huruf alif dan huruf akhir berharakat sukun. Contohnya : اُدْخُلْ - إِجْلِسْ

Fi’il amar mabni atas:
A. Sukun : Apabila huruf akhirnya shahih dan tidak bertemu dengan sesuatu pun. Contoh: اُشْكُرَْ
B. Membuang Nun : Apabila bersambung dengan alif itsnain atau wawu jama’ah atau ya’ mukhathabah. Contoh: اُشْكُرَا – اُشْكُرُوا – اُشْكُرِي
C. Membuang huruf ‘illah : Apabila fi'il mudhari'nya mu'tal akhir
Contoh :  تَعَا  asalnya: تَعَالَى )

Cara membuat
a. Dari Fi’il madhi
b. dibuang ya mudhari’nya (yaitu huruf awal Fi’il mudhari’)
c. huruf akhir diberi harakat sukun
d. Bila setelah dibuang ya mudhari’nya ternyata huruf awalnya berharakat sukun maka ditambah dengan hamzah washal yang berharokat kasrah yang tidak perlu ditulis harakat kasrahnya.


EmoticonEmoticon