Macam-macam Isim Yang Dibaca Rofa'

isim yang harus rofa'
Isim isim yang di rafa'kan (isim marfu) merupakan salah satu pembahasan dalam nahwu yang sangat penting. Kalimat isim yang dibaca rofa' mempunyai bagian masing-masing, yang jumlahnya ada tujuh macam. Dalam pembahasan kitab nahwu, istilah ini dikenal بَابُ مَرْفُوعَاتِ اَلْأَسْمَاء
ِ
اَلْمَرْفُوعَاتُ سَبْعَةٌ وَهِيَ اَلْفَاعِلُ, وَالْمَفْعُولُ اَلَّذِي لَمْ يُسَمَّ فَاعِلُهُ, وَالْمُبْتَدَأُ, وَخَبَرُهُ, وَاسْمُ “كَانَ” وَأَخَوَاتِهَا, وَخَبَرُ “إِنَّ” وَأَخَوَاتِهَا, وَالتَّابِعُ لِلْمَرْفُوعِ, وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ اَلنَّعْتُ, وَالْعَطْفُ, وَالتَّوْكِيدُ, وَالْبَدَلُ.

Isim-isim yang dibaca rofa' ada 7 yaitu:

1. Mubtada’ (المبتدأ) Yaitu isim marfu’ yang terletak di awal kalimat. Contoh : الكتابُ جديدٌ.  Kata الكتاب  merupakan mubtada’, karena terletak di awal kalimat.

2. Khobar (الخبر) Yaitu yang menyempurnakan mubtada’. Pada kalimat الكتابُ جديدٌ di atas, kata جديدٌ merupakan khobar.

3. Isim kaana ( اسم كان) dan saudara-saudaranya Yaitu setiap mubtada’ yang dimasuki oleh kaana atau saudara-saudaranya. Contoh : كان الكتابُ جديدًا. Kata الكتابُ  merupakan isim kaana, karena kata tersebut awalnya mubtada’, setelah dimasuki kaana. Maka kedudukannya berubah menjadi isimnya kana.

4. Khobar Inna (خبر إنّ) dan saudara-saudaranya Yaitu setiap khobar mubtada’ yang dimasuki oleh inna dan saudara-saudaranya. Contoh : إنَّ الكتابَ جديدٌ

5. Fa’il (الفاعل) Yaitu isim marfu’ yang terletak setelah fi’il lil ma’lum (setelah kata kerja aktif) dan menunjukkan pada orang atau sesuatu yang melakukan perbuatan atau yang mensifati perbuatan tersebut. Dengan kata lain, Fa’il = subjek. Misal : قـَرأ الطالبُ رسالةً (Qoro-a at-Tholibu risaalatan) = Siswa itu telah membaca surat. Kata الطالبُ (= siswa) merupakan fa’il, karena terletak setelah kata kerja aktif (yaitu membaca), dan yang orang yang melakukan perbuatan (yang membaca adalah siswa), jadi siswa itu sebagai subjek.

6. Naibul Fa’il (نائب الفاعل) Yaitu isim marfu’ yang terletak setelah fi’il mabni lil majhul (setelah kata kerja pasif) dan menempati kedudukan fa’il setelah dihapusnya fa’il tersebut. Misal : قـُرِأتْ الرسالةُ (Quri’at ar-Risaalatu) = Surat itu telah dibaca. Kata الرسالةُ (= surat) merupakan naibul fa’il, karena terletak setelah kata kerja pasif (yaitu dibaca)

7. Lafadz yang mengikuti kalimah yang dibaca rofa’ yaitu : Na'at, 'Athof, Taukit Badal

Dari ketujuh isim yang dibaca rofa', masing-masing punya pembahasan bab tersendiri.

Sumber Rujukan :
  • Ilmu Nahwu – Terjemah Matan Al-Jurumiyyah dan Imrithy kaarya K.H. Moch. Anwar
  • Terj. Alfiyah Syarah Ibnu ‘Aqil karya Bahaud Din Abdullah ibnu ‘Aqil
  • Al-Qawaid al-Asasiyah lil lughah al-‘Arabiyah karya Ahmad al-Hasyimi
  • https://nahwusharaf.wordpress.com
  • badaronline.com
  • Catatan Nahwu Pribadi


EmoticonEmoticon