Amil Nashab Yang Menashabkan fi'il Mudhari'

bab nashob
Amil Nawashib / Huruf- Huruf nashab, merupakan haruf yang berfungsi membuat fi’il Mudhari’ menjadi manshub. Tanda nashabnya tidak selamanya dengan fathah, dan bisa saja dengan yang lainnya. Amil yang menashobkan fi'il mudhari' semuanya ada sepuluh. yaitu :  أَنْ - لَنْ- إِذَنْ-كَيْ - لَامُ كَيْ - لَامُ الْجُحُودِ - حَتَّى - الْجَوَابُ بِالْفَاءِ - الْوَاوِ - أَوْ

Contoh kalimat yang dimasuki amil nashab: أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أَذْهَبَ- لَنْ يَنْجَحَ الكَسْلاَنُ. Huruf terahir dari contoh tersebut berharokat fathah karena ada amil nashob sebelumnya berupa huruf AN dan LAN. Pembagiannya adalah sebagai berikut:

Menashabkan fi’il mudhari secara langsung ada 4, yaitu:

a. اَنْ contoh اَنْ يُعْجِبَنِى قَرَائَتُكَ Bacaanmu mengagumkanku
b. لَنْ Contoh لَنْ يَفْلَحَ مَنْ كَسَلَ  Orang malas tidak akan bahagia
c. اِذَنْ Contoh اِذَنْ اُكْرِمُكَ kalau begitu aku akan menghormatimu
d. كَىْ Contoh جَئْتُكَ كَىْ تُعَلِّمَنِىْ Aku datang kepadamu agar kau mengajariku

Amil yang menashabkan secara tidak langsung ini adalah amil yang didalamnya tersembunyi أَنْ dan bahkan ada yang harus disembunyikan, dan semuanya ada enam yaitu:
a. لاَمْ كَىْ لاَمْ جُحُودْ yaitu lam yang berada pada kalimat yang dinafikan :
b. حتّى dengan arti الى
c. Menjawab dengan fa' sababiyah.
d. Menjawab dengan wawu ma’iyyah.
e.  اَوْ dengan makna اِلاَّ 
f.  اَوْ dengan makna الى.

PENJELASAN

a. اَنْ  (AN)
An merupakan huruf Mashdariyah. Termasuk Amil Nashab yg paling kuat, sebab dapat beramal baik secara Zhahir maupun Taqdir. Juga Amil Nashab yg paling banyak ditemukan di dalam Al-Qur’an. Konsepsi dari AN Masdariyah ini adalah : bahwa AN berikut Shilahnya ditakwil mashdar yg menempati posisi I’rob pada susunan kalam, seperti contoh:
الغيبة أن تذكر أخاك بما يكره
Ghibah adalah menyebut perilah saudaramu dengan suatu yang dibenci.

Contoh An dalam Al-Qur’an :
عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى
Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit (QS. Al Muzammil 20)

Contoh dalam Al-Qur’an :
وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ
 Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (QS. Al-Maidah 71).

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ
Walladzii athma’u AN YAGHFIRO lii khothii’atii yaumad-diin = dan Yang amat kuinginkan AKAN MENGAMPUNI kesalahanku pada hari kiamat (QS. Asy-Syuaraa’ 82)

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu". (Annisa:28).

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ
"Dan berpuasa lebih baik bagimu". (al-Baqarah:184).

Catatan:
Sebagaimana أَنْ  yg masuk pada Fi’il Mudhari’ أَنْ juga bisa masuk pada Fi’il Madhi ataupun Fi’il Amar, namun  أَنْ disini tidak memberi bekas I’rob pada kedua Fi’il tersebut  yakni tidak akan menjadi mahal Nashab karenanya, dan juga tidak akan merubah Zamannya.

Contoh AN masuk pada Fi’il Madhi :
لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا
kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). (QS. Al-Qashash 82)

Contoh AN masuk pada Fi’il Amar :
أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ
(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar (QS. Saba’ 11).


b. لَنْ (Lan)
Adalah huruf Nafi Mustaqbal yang berfungsi meniadakan peristiwa dan pekerjaan yang akan datang.

Contoh dalam Al-Qur’an :
قَالُوا لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى
Mereka menjawab: “Kami AKAN TETAP menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.” (QS. Thoha : 91)

Contoh lan dalam Al-Qur’an :
أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ
APAKAH TIDAK CUKUP BAGI KAMU Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? (QS. Ali Imran : 124).

c. اِذَنْ (Idzan)
dengan syarat sebagai berikut:
- Harus diletakkan pada permulaan kalam
- Harus fi'il mudhari' yang sesudahnya bermakna mustaqbal (akan datang).
- Harus tidak ada pemisah antara idzan dan fi'il yang dinashabkannya.

Contoh: إِذَنْ أُكْرِمَكَ = Kalau begitu aku akan menghormatimu.

Ketentuan:

Idzan Sebagai huruf jawab
Contoh :  إِذَنْ تَنْجَحَ
( kalau begitu kamu akan sukses)
Sebagai jawaban untuk orang yang berkata  سَأَجْتَهِدُ فِي دُرُوسِي
( Saya akan berusaha di kelas saya)

Sebagai huruf jaza'. Karna setelah huruf tersebut adalah balasan dari kalimat sebelumnya.

Sebagai huruf nashab Tampak pada lafadz تَنجحَ manshub karna huruf إِذنْ dan ditandai dengan harokat fattah diakhirnya.

 d. كَيْ ( Kay)

Kay sebagai huruf nashab syaratnya harus didahului huruf lam ta'lil baik secara lafadz ataupun taqdir/dikira-kira. Contoh kalimat : جِئْتُ لِكَيْ أَتَعَلَّمَ = Aku datang untuk belajar.

Contoh dalam Al Quran :
Qs. Al Hadid : 23 = لِكَيْلَا تَأْسَوْا  Supaya kamu jangan berduka cita
Qs. Al-Qashas : 13 كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا supaya senang hatinya

Sekian, jika bermanfaat. Share ke saudara-saudara kita yang belajar nahwu


EmoticonEmoticon