Ahoker, Sungguh Malangnya Nasibmu


Ahoker, sebuah nama sebutan untuk pendukung ahok. Sebutan yang cukup indah, mengacu kepada sosok pemimpin yang tegas, membuat jakarta tak kan bosan dipandang, yang telah membuat geger sentero Negeri, membuat jutaan umat rela datang ke Jakarta, membuat dunia maya seumpama medan perang, membuat hukum menjadi tumpul dan tak berkutik untuk menyeret sang gubernur DKI.

Mereka juga disebut Tai, alias teman ahok Indonesia. Sekelompok orang yang siap menjadi pahlawannya ahok untuk mengumpulkan masa dari berbagai lini. Meski pada ahirnya, kelompok itu kocar kacir lantaran sederetan orang menyatakan keluar. Menemukan banyak kejanggalan kejanggalan yang terjadi.

Bisa dikatakan, bahwa saat ini rakyat Indonesia terbagi tiga gank, lebih teapatnya kelompok. Kubu pendukung ahok yang disebut ahoker. Kubu penentang ahok, anggap saja utamnya Fpi, Mui, dan sebagian ormas-ormas islam. Serta kubu yang tidak mau tahu soal hiruk pikuk kegaduhan yang terjadi saat ini.

Malang nian nasib ahoker. Terlalu berlebihan menjunjung sang calon Gubernur DKI. Yang kalau seandainya pada ahirnya terpilih. Belum tentu dapat membahagiakan dirimu. Bahkan, bisa jadi sebaliknya, akan menuai penyesalan layaknya banyak orang yang menyesal lantaran memilih jokowi menjadi presiden RI.

Disaat umat islam turun jalan dengan aksinya 212 menuntut keadilan atas penistaan agama. Yang mengajarkan bagaimana cara berdemo yang baik, tentram, dan damai. Akan tetapi, ahoker membuat aksi tandingan dengan parade budaya kita Indonesia, yang justru mencoreng nama baiknya. Yang seharusnya mencontoh dan meniru justru sebaliknya. Sungguh kasihan dirimu. Semakin terungkap siapa sebenarnya ahoker.

Disaat sebagian umat islam melakukan aksi damai diberbagai lini, dibarengi dengan dzikir, shalat, serta ibadah lain. Lagi-lagi ahoker tak mau mengambil pelajaran. Sebaliknya, mereka berfoya-foya, menikmati lagu-lagu, berjoget dan bergoyang bak orang kemabukan. Masih ingat kata Aagym : Beda jauh antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.

Belajar dari rentetan kejadian, kini kita dapat mengetahui siapa, seperti apa dan bagaimana ahoker. Rebutan nasi disaat demo, merusak pemandangan, bagi-bagi uang, memfitnah, dan sebagainya. Sebenarnya, hal ini tak pantas untuk dikatakan. Namun, ambillah pelajaran. Memang jauh antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.

Akibatnya, ketika berbicara akhirat. Salah satu petingginya, membuat statment akhirat tidak ada, padahal ia beragama. Ketika sebagian muslim tak sependapat dengan ahoker, mereka pun bilang islam garis keras. Menuduh saudaranya pemecah belah bangsa, perusak NKRai. Sungguh malangnya nasib ahoker, hanya dipermainkan persoalan politik.
demo sambil shalat
sidang ahok berjoget



4 komentar

salam dari blogger Malaysia
maaf saya kurang faham artikel di atas
anyway, saya membalas kunjungan =)

Semoga ahoker yg muslim cepat sadar dan bertobat utk kembali ke Al Quran sbg tuntunan dan pedoman dunia akherat


EmoticonEmoticon