Tingkatan Hidayah Dalam Islam

memohon hidayah
Hidayah merupakan salah satu kalimat yang selalu dibaca setiap hari, setiap waktu, setiap saat. Terkadang kita tidak sadar, bahwa didalam shalat ada kata yang diucapkan yang isinya memohon kepada Allah Swt. Memohon hidayah. Ayat yang sering kita baca yaitu
 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus (QS. Al-Fatihah: Ayat 6)

Pertama. Hidayah itu bertingkat Jika mengikuti pemahaman Tafsir al Maroghi misalnya, hidayah dibagi beberapa tingkatan. Ada hidayah Ilham, akal dan panca indera termasuk dalam hidayah yang di anugerahkan Allah pada semua manusia. Setelah itu ada hidayah agama, dan setelah itu hidayah taufiq yang tidak diberikan pada semua orang.

Hidayah bisa saja hanya berupa ilmu, dan ada juga yang hingga sampai pada tingkat diberi taufiq (kemampuan melaksanakan kebenaran). Maka permohonan diberi hidayah ke jalan yang lurus dalam konteks ini adalah permohonan diberi tambahan hidayah.

Ini seperti permohonan Nabi dalam al Qur'an وقل رب زدنى علما Dan katakan wahai Muhammad : Ya Tuhanku tambahkanlah ilmu padaku. Ini bukan berarti sebelum memohon, Nabi tidak punya ilmu. Namun ilmu Allah sangat luas sehingga kita diajarkan memohon tambahan ilmu dan diberi pemahaman oleh Allah.

Kedua. Hidayah itu diperlukan dalam semua waktu. Jika hari ini (bahkan jam, bahkan detik ini) kita diberi hidayah maka bukan berarti kita akan diberi hidayah pada hari, jam dan detik berikutnya. Permohonan diberi hidayah adalah seperti orang meminta rizki. Hari ini kita mendapat rizki, namun kita selalu memohon rizki karena hidup kita tidak berhenti hari ini.

Hidayah bagi orang mu'min adalah kebutuhan yang bahkan lebih penting dari oksigen yang kita butuhkan nyaris setiap detik. Itulah mengapa Nabi berdoa :
 اللهم لا تكلنى إلى نفسى طرفة عين
(Ya Allah. Jangan kau serahkan diriku pada diriku walaupun sekejap mata.)

Kebutuhan akan hidayah adalah kebutuhan seumur hidup, sehingga kita perlu memohonnya setiap saat dan waktu. Sebagaimana setiap hari kita mencari rejeki dan setiap detik kita menghirup oksigen, bahkan hidayah lebih penting dari itu.

Ketiga. Kehidupan punya banyak dimensi. Ada saat kita sholat, ada saat kita bekerja. Kita memohon diberi hidayah dalam semua dimensi itu, di manapun kita berada. Boleh jadi kita sudah diberi hidayah melaksanakan sholat, namun kita belum jujur dalam berdagang. Kita sudah baik sebagai guru tapi belum baik sebagai anak. Dan seterusnya.

Sholatpun bertingkat tingkat. Seperti pelajaran sekolah, sholat manusia ada yang pantas diberi nilai sembilan, namun ada yang baru bernilai 3. Kita memohon hidayah agar jika nilai sholat kita masih 5 Allah berkenan menambahkan hidayah pada kita sehingga kita bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas sholat kita sehingga pantas mendapat 6.


EmoticonEmoticon