Puasa-Syarat dan Rukun Puasa

Puasa-Syarat dan Rukun Puasa
Image: fimadani.com
Puasa dalam bahasa arab disebut shiyamah atau menahan. Pengertian puasa menurut istilah syara’ ialah suatu amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segalah sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai tetbenam matahari disertai dengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu. Firman Allah yang merupakan dasar wajib puasa sebagai berikut. Artinya : “wahai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibakan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (Al-baqarah : 183)
              
B. Syarat- syarat puasa
1. Syarat wajib puasa
Islam. Puasa hanya wajib bagi orang islam
Baligh dan berakal
Suci dari haid dan nifas
Mampu melaksanakan puasa
2. Syarat Sah puasa
Islam. Orang yang bukan islam jika berpuasa maka puasanya tidak sah menurut hukum islam.
Tamyiz.
Suci dari haid dan nifas.
Bukan pada hari- hari yang diharamkan untuk puasa.

C.Rukun Puasa
Niat. Jika puasa wajib maka niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Rasulullah Saw, bersabda:
Artinya:
“ Dari Hafshah Ummil Mukminin R.a sesungguhnya nabi Saw, bersabda;.” Siapa yang tidak niat pada malam hari sebelum fajar maka puasanya tidak sah”. (HR. Al- jama’ah).
Meninggalkan segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

D. Sunnah Puasa
Makan sahur.
Mengakhirkan waktu makan sahur, kira-kira beberapa menit sebelum subuh.
Menyegarkan berbuka puasa jika telah masuk waktu manggrib.
Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis atau dengan air sebelum makan makanan yang lain.
Membaca doa berbuka puasa.
Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda:
Artinya:
“ Siapa yang memberimakan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.

E.Hal – hal yang membatalkan puasa
Muntah dengan sengaja.
Haidh atau nifas.
Jimak pada siang hari atau setelah terbit fajar.
Gila, mabuk atau pingsan.
Memasakkan sesuatu kedalam rongga badan dengan sengaja seperti makan, minum dan merokok.
Murtad ( keluar dari agama islam).
Seseorang yang batal puasa, maka ia wajib menggantikannya pada hari lain sebab hari puasa yang ditinggalkan. Cara mengganti puasa harus di usahakan secepatnya dan di usahakan jangan sampai melewati bulan ramadhan berikutnya. Jika seseorang batal puasa karena jimak dengan sengaja, maka ia harus menggantinya selama dua bulan berturut- turut. Jika ia tidak mampu mengganti, maka ia harum member makan kepada enam puluh anak yatim.

   F. Macam-macam puasa
a. Puasa Ramadhan
                puasa ramadhan adalah puasa yang ditentukan waktunya yaitu pada bulan Ramadhan. Jumlah pada bulan ramadhan ada yang 29 hari dan ada yang 30 hari. Puasa bulan ramadhan ini mulai disyari’atkan pada tahun kedua hijriyah. Untuk menentukan awal dan akhir bulan ramadhan dapat ditempuh dengan tiga cara:

Dengan cara Ru’yah
Dengan cara Itikmal
Dengan cara Hiab

b. Puasa nadzar
Nadzar ialah janji akan melakukan kebaikan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan syarat maupun tidak dengan syarat. Contoh nadzar dengan syarat seperti seorang siswa kelas dua yang bernadzar akan berpuasa selama tiga hari jika ia nantik naik kelas tiga. Nadzar tanpa syarat  mengucapkan secara langsung tanpa ada penyebabnya.
Sebab Terjadinya puasa Nadzar, karena seseorang bernadzar untuk berpuasa baik nadzar itu bersyarat atau tidak bersyarat.

c. Puasa Sunnah
Yang dimaksud puasa sunnah ialah puasa yang hukumnya sunnah yaitu jika dikerjakan , yang mengerjakan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan orang tersebut tidak berdosa. Puasa sunnah ada beberapa macam yaitu:

Puasa 6 hari pada bulan syawwal.
Puasa hari arafah ( tanggal 9 dzulhijjah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji).
Puasa pada hari Asyura( 10 muharam).
Puasa pada bulan sya’ban.
Puasa pada tiap hari senin dan kamis.
Puasa pada hari- hari terang bulan ( 13,14 dan 15) pada tiap bulan Qamariyah hijriyah.

G. Hari-hari yang diharamkan Berpuasa

Dalam tahun hijriyah ada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa yaitu:
-Hari raya idul fitri dan idul adha.
-Pada hari Tasyriq, yaitu tiga hari pada tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijjah.
-Hari syak yakni hari yang diragukan tentang adanya hilal pada awal ramadhan atau masih pada akhir bulan sya’ban. Menurut sebagian ulama puasa pada hari syak hukumnya makruh.
-Puasa khusus pada hari jum’at juga dilarang dalam islam, karena hari jum’at adalah hari raya mingguan bagi  umat islam.
-Puasa khusus pada hari sabtu juga dilarang dan hukumnya makruh, karena hari sabtu adalah hari yang digunakan oleh orang yahudi.
-Puasa pada pertengahan bulan sya’ban ke atas menurut sebagian ulamak hukumnya makruh.
-Puasa terus menerus seoanjang tahun termasuk dua hari raya tasyriq hukumnya haram, tetapi sebagian ulama berpendapat makruh. 


EmoticonEmoticon