Politik dan etika pendidikan


Politik dan etika dalam pendidikan merupakana cara untuk mencapai tujuan perbaikan pendidikan seperti yang diharapkan. Paulo Freire mengatakan bahwa antara pendidikan dan “politik pendidikan” tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Dua ranah ini melekat secara integral karena konsepsi pendidikan tanpa politik dan etika, pendidikan tidak akan menghasilkan suatu kebijakan pembangunan manusia (humaniora) yang efektif untuk jangka panji.

 1).       Cita-cita pendidikan merupakan suatu misi utama untuk mengembangkan kualitas pendidika anak bangasa agar mampu mengembangkan kreativitasnya dan tetap memperjuangkan nilai nilai yang terkandung dalam visi pendidikan, pada hakikatnya pendidikan merupakan suatu proses yang sangat mulia yaitu memanusiakan manusia dalam artian bahwa manusia yang berpendidikan akan diangakat derajatnya dimata manusia maupun di hadapan ALLAH, SWT. Namun di ere globalisasi ini dan pergeseran zaman yang sekarang semakin pesat banyak orang yang menyalah gunakan pendidikan sehingga membuat pendidikan rusak nilainya, dan bahkan yang lebih parah  pendidikanlah yang salah menggunakan telah membuat banyak orang rugi akan tetapi yang membuat pendidikan rusak bukan dari pendidikannya namun dari oknum tertentu yang mencederai nilai luhur dari pendidikan itu.

            Tidak ada pendidikan yang salah dan bahkan sampai membuat manusia lupa akan tuhannya akan tetap manusia itu sendiri yang membuat dan menyalahgunakan pendidikan apa gunanya berpendidikan yang tinggi namun tidak tau mengaplikasikan ilmunya dengan baik, bagi saya pribadi gak usah terlalu jauh untuk menuntut ilmu dan tidak usah sampai menyombungkan diri karena tinggi ilmunya tapi pada kenyataannya perbuatannya sangat jauh beda dengan ilmu yang dia miliki jadi banyak orang sekarang mau mengikuti zaman yang serba instan walaupun harus mengorbankan ilmunya dan bahkan yang lebih parah ilmu yang dijadiikan bisnis dan di perjual belikan.

pendidikan adalah faktor pertama yang purlu diajarkan kepada anak-anak mulai sejak dini agarnanti kulau sudah ada dalam pendidikan gampang bertoleransi sesama agama maupun beda agama dan saling  menghormati,maka anak-anak  gampang mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh dari sejak dini dan mempunyai rasa solidaritas yang tinggi,sehingga pendidikan tetap dalam prinsip dan cita-citany dalam menciptakan kedamain dan kehidupan yang nyaman.

 2).       Karena pada zaman yang serba instan dan moderen ini semua kalangan kalangan reamaja tidak lagi memikirkan sebuah keharusan untuk memperbaiki etika dan moral, hamemikirkan bagaimana supaya membuat diriny kekayaan dan kedudukan yang setinggi-tingginya jadi pendidikan yang mereka tempuh hanyalah sebatas perantara ataupun jembatan sehingga  membuat dirinya sombong pada akhirny memamerkan kekuasaannya kepada semua orang bahwa pendidikan bisa membuat semua orang kaya dan bisa memberi  jembatan yang tinggi untuk menggapai semua cita-cita kita namun pada kenyataannya ketika semua itu telah tercapai maka kesombonganlah yang lebih di utamakan bukan kesopanan  akhlak ataupun etika yang merekan utamakan.

            Jadi yang harus dilakun pada hari zaman yang moderen ini mengintropeksi diri agar kita tau akan kekurangan dan kelebihan kita biar seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum karna yang patut kita utamakan  etika ataupun moral kita terhadap maasyarakat sekitar.good gavermen dan akuntabiliti sangat penting dalam pendidikan supaya pendidikan kedepan tambah baik dan menciptan anak-anak bangsa yang bertanggung jawba dan mampum memberi contoh yang baik.

 3).       Kalau berbica tentang pendidikan agama islam kita sudah bisa membayangkan bagaimana perkembangannya dan tantanganntya terhadap kaum muslimin karena disadari atau tidak banyak yang mengaku islam dan pura-pura menjalankan syariat islam namun pada kenyataannya malah merusak nilai keislaman dan kita sudah bisa membayangkan semua itu, tantangan terhadap pendidikan islam memang sangatlah keras namun masyarakat pada zaman yang modern ini tidak lagi bodoh dan apalagi dibodohi kaena masyarakat pada hari ini sudah pandai dan bisa memilih mana yang harus di ikuti dan mana yang harus di hindari walaupun ada dikalangan masyarakat yang juga mencoba untuk membuat pendidikan agama islam kehilangan nilainya akan tetapi disumenep masih kental dengan nilai keislamannya karena ada beberapa organisasi yang masih mampu untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan masih mempertahakan kebudayaan yang lama dan mengambil budaya baru untuk mengkereasikan dengan budaya yang ada dan menambah pemahaman yang belum kita pahami dan  untuk memperluas cara pandang kita terhadap fenomena yang terjadi pada zaman yang moderen supaya kita tidak kehilangan budaya kita sendiri.


EmoticonEmoticon