Penjara Untuk Rakyat Jelata

penjara
Penjara. Sel jruji yang katanya untuk menahan pelaku tindak kejahatan, tempatnya pelaku kriminal, sarangnya orang-orang yang melanggar hukum. Kini, tidak lagi berfungsi dengan semestinya. Yang seharusnya menahan siapa saja pangkat apa saja dan dengan jabatan apa saja. jika salah dan melanggar, penjaralah tempatnya.

Namun sayang seribu sayang. Hukum sebagai bagian dari proses awal menuju sel sel besi itu, sering dipermainkan oleh oknum-oknum berdasi sang penegak hukum itu sendiri. Melihat pangkat dan lembaran uang yang berjejel, hukum menjadi tajam keatas tumpul kebawah bak istilah belah bambu. Yang dibawah diinjak-injak yang diatas diangkat setinggi-tingginya.

Ketika rakyat jelata menjadi tersangka. Tanpa kordinasi dan tanpa belas kasih, langsung diseret kepengadilan. Tangisan dan sembah sujud sang rakyat kecil pun tak mampu meluluhkan hati sang penegak hukum. Demi keadilan masukkan ia ke penjara Katanya.

Disisi lain, ketika pejabat jadi tersangka. Keadilan hukum tak mampu menyeret kepenjera, justru bisa berkeliaran kemana-mana menikmati indahnya fatamorgana kekayaannya. Katanya, butuh waktu untuk memproses orang dengan pangkat jabatan tinggi. Padahal, meski dengan pangkat seribu bintang dengan kedudukan tinggi menulang kelangit Pun, jika salah harus tetap dipenjara.

Nasibmu Rakyat jelata, seakan tak pernah mendapat kebahagiaan di Negerinya sendiri. Kebahagiaannya direnggut oleh kaum atasan.


EmoticonEmoticon