Haramkah Orang Islam Menggunakan Produk Kafir?

alquran

Banyak orang yang mengatakan, dengan tanpa pikir panjang dengan nafsu kebencian. Bahwa menggunakan produk orang kafir adalah Haram. Persoalan ini sudah ada sejak dulu. Namun kian melambung sejak urusan pilkada jakarta yang salah satu calonnya non muslim atau kafir.

Bahkan, statmen haram menggunakan produk kafir juga dilontarkan oleh sebagian orang islam. Yang notaben mendukung calon pemimpin kafir. Sebagai muslim, tidak seharusnya mengeluarkan hukum seenaknya saja sesuai selera keinginan dan kepentingan sendiri. Jika kita mendukung si A, maka hukum dicocokan denga A. Jika kita ingin si B, maka hukum disesuaikan dengan B. Sementara dasar hukum islam itu sendiri tidak diperhatikan.

Bagaiamana kita mengharamkan orang islam menggunakan produk kafir. Padahala Allah Swt. Sudah berfirman:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik? Katakanlah: Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat . Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 32)

Bagaimana kita membuat fatwa nyeleneh dengan membuat mengharamkan produk orang kafir digunakan orang islam. Padahal hal ini adalah urusan muamalah. Mana yang lebih baik antara firman Allah dengan perkataan facebooker.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri biasa bermuamalah dengan orang Yahudi, bahkan ketika beliau meninggal dunia, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa ketika itu baju besi beliau tergadai di tempat orang Yahudi untuk membeli makanan gandum sebanyak 30 sho’ (Shahih Bukhari, 3/1068). Lalau apakah kita mau menentang sunnah Rasulullah?

Ibnu Hajar rahimahullah didalam kitabnya Fathul Bari, 5/141 berkata boleh bermua’amalah dengan orang kafir selama belum terbukti keharamannya. Dengan bermodal hawa nafsu memilih pemimpin, sebagian muslim tanpa rasa takut terhadap dosa dengan lantangnya mengikuti perkataan orang orang kafir.

Maka berhati-hatilah dalam berucap. Karena dengan perbuatan kita yang serba salah islam akan tercoreng. Al Islamu mahjubun bil muslim, islam dirusak oleh muslim itu sendiri.


EmoticonEmoticon