Alasan Kenapa Pelacur lebih baik daripada selingkuh

Pelacur zina
Salah satu bentuk diskriminasi gender di Indonesia adalah pelacuran, yang secara umum pelacuran merupakan penyediaan pelayanan seksual dengan imbalan uang. Akhir-akhir ini kalangan feminis diperkenalkan istilah pekerja seks komersial yang mencoba mengangkat posisi sosial pelacur menjadi setara dengan orang pencari nafkah

Pelacuran merupakan masalah kesehatan. Baik kesehatan fisik, mental, sosial, dan yang jelas masalah keuangan. Pelacuran dapat menjadi ancaman bagi kesehatan fisik karena dapat menjadi tempat transit penyakit menular seksual sebelum menjalar ke pelanggan lain.

Ada statment yang mungkin menjadi pertanyaan kita, bahkan bisa saja kita menolak dan membencinya. Yaitu, PELACUR LEBIH BAIK DARI PADA SELINGKUH. Jika ada orang terang-terangan mendukung dan membolehkan pelacuran, bahkan berencana untuk membuat sertifikat pelegalan penyelenggaraan prostitusi. Maka perlu dipertanyakan alasannya.

Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa ada orang yang mengatakan menjadi Pelacur lebih baik dari pada berselingkuh. Diantaranya:

Pertama: Karena Ia manusia yang tidak beragama
Perlu diketahui, tidak ada agama dimuka bumi yang menghalalkan atau membolehkan pelacuran. Baik itu islam, kristen, hindu dsb. Jika ada, maka itu bukan agama melainkan hama. Hama untuk menghancurkan kehormatan wanita.

PELACURAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Dalam islam, pelacur dikenal dengan perbuatan zina. Dan zina/pelacuran adalah perbuatan keji Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati perbuatan zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’: 32). Hukumannya adalah dicambuk 100 kali bagi yang belum nikah, dirajam bagi yang sudah menikah.

PELACURAN DALAM PANDANGAN HINDU
Dalam weda kitabnya orang hindu, wanita itu ibarat susu kehidupan bagi generasi keberikutnya. mereka yang memperjual belikan susu kehidupan dalam pandangan hindu hukumnya adalah kutukan seumur hidup. Bahkan kutukan itu sampai 7 keturunan. (sumber wikipedia)

PELACURAN DALAM PANDANGAN KRISTEN
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29

Kedua: Karena Ia tidak Menghargai Kehormatan Wanita
Tahukah anda? Bahwa wanita adalah mahluk ciptaan Allah Swt yang sangat dimuliakan dan diagungkan. Perempuan diciptakan bukan untuk dipakai sembarang orang (laki-laki) bak barang-barang perabotan. Perempuan bukanlah binatang betina yang bisa di mbat oleh binatang jantan dari mana saja.

Jika ada orang yang mengatakan Pelacur Lebih Baik Dari Selingkuh. Sama saja ia merendahkan Martabat Kehormatan Wanita. Jika anda mendukung pelacuran. Bayangkan seandainya ibu anda, anak perempuan anda, saudara perempuan anda yang jadi pelacur.

Ketiga: Ia Menginginkan Perselingkuhan Meraja Lela
Alasan ketiga, kenapa Pelacur Lebih Baik Dari Pada Selingkuh. Karena justru ia ingin perselingkuhan makin menjadi dan mau merusak hubungan rumah tangga orang. Bukankah dengan adanya pelacuran menjadi salah satu penyebab rumah tangga orang jadi broken home berantakan saling berantem.

Nah, Jika Melacur lebih baik dari pada berselingkuh. Maka jangan heran jika banyak suami berselingkuh karena istrinya ketahuan berhubungan dengan laki-laki lain. Masih mau mengatakan Pelacur lebih baik dari pada main selingkuh? Justeru adanya pelegalan PSK atau tempat-tempat prostitusi itu malah jadi biang perselingkuhan makin meraja lela.

Keempat: Tidak tahu Aturan Atau Mau Menentang Undang-Undang

Pasal 296 KUHP: Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan

Pasal 506 KUHP: Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Kalau ada yang masih ngotot mau melegalkan dan mendukung Prostitusi, Pelacuran, Jual Beli Perempuan. Maka ia termasuk orang yang rugi dan merugikan sesat dan menyesatkan. Berarti ia cinta maksiat, cinta kemungkaran, cinta perbuatan yang menjijikkan. Dan orang yang mencintai maksiat serta kemungkaran tidak pantas hidup dimuka bumi. Ada pepatah mengatakan LEBIH BAIK MATI DARI PADA MENJADI SAMPAH PERADABAN.

Di Jakarta sendiri ada peraturan tentang pelacuran. Tepatnya Pasal 42 ayat (2) Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang berbunyi: Setiap orang dilarang:
a. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial
b. menjadi penjaja seks komersial
c. memakai jasa penjaja seks komersial.

Kelima: Pemikirannya Yang Konslet
Jika kita berfikir dengan akal sehat, mana ada orang tua yang menginginkan anak perempuannya di embat laki-laki yang bukan suaminya. Seorang pelacur saja, tidak mau anak perempuannya di setubuhi orang lain. Sekarang malah ada yang mendukung anaknya orang lain jadi pelacur.

Sekali lagi, fikirkan dengan pemikiran yang jernih. Bayangkan jika keluargamu,  ibumu, anak perempuanmu, saudara perempuanmu, yang menjadi pelacur. Kemudian bagaiamana rasanya jika perbuatan itu ketahuan tetangga, masyarakat sekitar, dan diketahui orang banyak.

Keenam: Hargailah Kehormatan Wanita. Dan jagalah harga dirimu wahai para wanita. Wassalam....


EmoticonEmoticon