Hadits Tuntutlah Ilmu Walaupun Ke Negeri Cina

Hadits Tuntutlah Ilmu Walaupun Ke Negeri Cina
Dulu, saya percaya hadits  اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China, Adalah sebuah hadits yang shahih. Bahkan, hadits ini sering dijadikam andalan untuk menyampaikan sebuah pendapat, argumentasi, dsb. Sampai sekarang pun, tak luput kemungkinan masih banyak orang yang mempercayai bahwa hadits tuntutlah ilmu ke Negeri cina merupakan sabda Nabi.

Ketika saya bertanya pada Guru perihal hadits tersebut, puluhan versi jawaban pun bermunculan. Ada yang menjawab karena di Cina banyak keahlian. Ahli mengukir, ahli membuat kain, dan sebagainya. Padahal, untuk menilai ke Shahihan hadits. Bukan dilihat dari keahlian suatu Negara, bukan dipandang dari seberapa hebatnya penduduk suatu Negeri. Akan tetapi, menilai kebenaran hadits dilihat siapa yang meriwayatkannya.

Dalam Kitab Tahdzibut Tahdzib Juz 12 halaman 158. Imam al-Bukhari rahimahullah dan Abu Hatim ar-Razi rahimahullah menyatakan bahwa hadits riwayatnya sangat lemah.

Dikutip dari situs almanhaj.or.id Hadits ini dikeluarkan oleh :
1. Imam al-‘Uqaili dalam adh-Dhu’afâ’ (2/230)
2. Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil fidh Dhu’afâ’” (4/118)
3. Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam Târîkh Ashbahan (2/106)
4. al-Baihaqi dalam al-Madkhal ilas Sunanil Kubra (1/244) dan Syu’abul Îmân (no. 1612)
5. al-Khathib al-Bagdadi dalam Târîkh Bagdad (9/363),
6. Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jâmi’u Bayânil ‘Ilmi wa Fadhlih (1/14-15)
7. Ibnul Jauzi dalam al-Maudhû’ât” (1/215) Dengan sanad mereka semua dari jalur Abu ‘Atikah Tharif bin Sulaiman, dari Anas bin Malik, dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits yang palsu dan batil, karena rawi yang bernama Abu ‘Atikah Tharif bin Sulaiman adalah rawi yang disepakati kelemahannya, bahkan sebagian dari Ulama ahli hadits menyifatinya sebagai pemalsu hadits. Hadits ini juga ditentang oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Ibnul Jauzy memasukkkan hadits tersebut ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu’aat.

Secara garis besar. Ulama telah mensifati hadits  اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ (Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China) sebagai hadits yang bukan dari Rasulullah Saw.

Bolehkah menggunakan hadits ini untuk memotivasi orang menuntut ilmu? Menurut saya, boleh-boleh saja kita menggunakan hadits ini untuk memotivasi orang lain suapaya menuntut ilmu, asalkan dijelaskan status kedudukan haditsnya. Karena tidak ada larangan kita menyampaikan hadits kepada orang lain. Baik itu hadits Shahih, hadits hasan, hadits maudlu' dsb.

Akan tetapi, selama ada hadits Shahih yang benara-benar dari Rasulullah Saw. Kenapa mesti menggunakan hadits palsu? Bukankah lebih baik menggunakan hadits shahih. Yang harus kita perhatikan juga adalah, menyampaikan hadits palsu sama saja berdusta atas nama rasulullah, dan jika berdusta atas nama beliau tempatnya dineraka.


EmoticonEmoticon