Yakin Mau Mengucapkan Selamat Hari Natal?

tuhan tidak dilahirkan
Natal, sebuah hari raya yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristen pada tanggal 25 Desember, untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus yang dituhankan. Menjadi polemik perbincangan yang tak berkesudahan. Ada yang mengharamkan, ada yang membolehkan,  dan ada juga yang masih remang-remang terhadap keyakinannya.

Ribuan dalil sudah tertulis, ratusan fatwa sudah disampaikan. Namun, tetap saja masih saja sebagian muslim mengucapkan selamat natal. Mengikuti fatwa si fulan dasarnya, demi toleransi alasannya, untuk menghormati tujuannya. Itulah yang sering kita dengar dari mereka mereka yang menghalalkan.

Ok lah, kita sepakat. Tak dapat dielakkan bahwa terjadi perbedaan dikalangan para pakar agama. Tapi, dari perbedaan itu, sudahkah kita mengkaji sendiri? Atau hanya sekedar ikut-ikutan? Atau hanya sekedar menurut akal fikiran tanpa sandaran?. Ya, disinilah kelemahan kita. Yang penting ikut saja, lakukan saja. Yang penting, katanya si Anu. Tak peduli urusan aqidah dan urusan keyakinan.

Berarti kita meremehkan fatwa ulama sekelas Yusuf Al Qorodawi? Sama sekali tidak, justru kita menghormatinya. Hanya saja, kita yang ikutan beliau. Sudahkah kita membaca alasan Yusuf Al Qorodawi membolehkan mengucapkan selamat hari natal.

Sudah tahu arti Natal? Kalau sudah tahu Alhamdulillah. yakin anda mau mengucapkan selamat natal kepada kristen? Kita umat islam percaya bahwa Tuhan tidak melahirkan atau dilahirkan. Dengan mengucapkan "selamat hari natal", artinya saudara mengucapkan "Selamat Atas Lahirnya Yesus" sama dengan Selamat Atas Kelahiran Anak Tuhan, berarti tuhan dianggap beranak. Astaghfirullah, semoga kita dijauhkan dari perkataan dan perbuatan yang menyakiti tuhan.

Toleransi, menghormati. Itulah yang sering kita dengar alasa mereka untuk mengucapkan selamat natal. Saudara! Toleransi bukan berarti mengikuti budaya mereka, menghormati tidak harus memberikan selamat atas perayaan budayanya umat kristen. Kalau hanya dengan alasan toleran, Bisa jadi akan ada yang akan menyembah tuhan mereka dengan alasan toleran dan untuk menghormati.

"Bang, kenapa ente menyembah tuhan mereka"
"Biasa Kang, untuk bertoleransi"
"Ah, begok lhu Bang"

Ya, begitulah jika tidak memahami toleransi. Lalu apakah kita yang tidak mengucapkan selamat natal tidak toleran dan tidak menghormati mereka? Sama sekali tidak. Justru kita yang tidak mengucapkan selamat natalan itulah yang lebih toleransi dari pada yang sok toleran.

banyak cara untuk menghormati agama lain tanpa ucapan selamat natal. carilah, banyak cara lain. Biarkan saja mereka merayakan, biarkanlah mereka merayakan hari natal. Kita jangan mengganggunya. itulah penghormatan kita. Ingatlah, selamat Natal artinya  Selamat atas kelahiran anak tuhan (Tuhan punya anak). Yakin mau mengucapkan selamat natal?


EmoticonEmoticon