Sumber Hukum Islam

sumber hukum islsm

Sumber hukum islam harus diketahui oleh umat islam. Sebab tanpa mengetahui dasar agama islam, seorang muslim akan rancu dalam mengambil dasar sumber hukum islam. Akibatnya akan terjadi pertentangan. adalah suatu hal yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik peraturan tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik peraturan atau norma itu berupa kenyataan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat maupun peraturan atau norma yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa.

Al-qur’an sebagai mukjizat terbesar bagi umat manusia yang dijadikan sebagai sumber hukum utama dalam islam. Namun, karena ayat Al-qur’an bersifat sangat universal, maka dibutuhkan sebuah penjelas dari ayat-ayat Al-qur’an. Dan butuh dasar untuk memahaminya

Hukum Islam sebagaimana hukum-hukum yang lainnya mempunyai sumber hukum. Istilah sumber hukum dalam Islam sama dengan Dalil hukum. Yang dimaksud dengan dalil hukum adalah hukum syara yang amaliah dari dalil. Sumber hukum dapat ditinjau dari beberapa segi, diantaranya dari segi asalnya. Hukum menurut bahasa berarti menetapkan sesuatu atau tidak menetapkannya. Sedangkan menurut istilah ahli usul fikih, hukum adalah khitab atau perintah Allah SWT yang mengharuskan hambanya untuk memilih mengerjakan atau tidak, atau menjadikan sesuatu sebagai sebab, 

Maksud sumber hukum adalah segala sesuatu yang melahirkan dan menjadi landasan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan, yang bersifat mengikat, yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata. Dengan demikian sumber hukum Islam adalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan atau pedoman syari’at islam


Sumber Hukum Islam
1. Al Qura'n - Sebagai sumber hukum Islam pertama dan utama, Al-Quran berperan penting dalam rangka penetapan hukum Islam terutama setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Seperti kita ketahui bahwa Al-Quran merupakan buku petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang percaya kepada hal ghaib, yang mendirikan shalat, yang menginfakkan sebagain rizki mereka, dan yang meyakini adanya akhirat

2. Al Hadits - Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka beliau menetapkan hukum tersebut melalui sabdanya, yang kemudian dikenal dengan Hadits

3. Ijma' Ulama - Konsensus para ulama dalam menentukan kesimpulan dari hukum yang didasarkan pada Al-Qur'an dan hadits. Ijma’ adalah salah satu dalil syara’ yang memiliki tingkat kekuatan argumentasi dibawah dalil-dalil Nas (Al-Qur’an dan Hadits) ia merupakan dalil pertama setelah Al-Qur’an dan Hadits yang dapat dijadikan pedoman dalam menggali hukum-hukum syara’

4. Qiyas - menetapkan hukum baru kasus yang tidak ada di masa lalu, tetapi memiliki penyebab umum, manfaat, bahaya dan berbagai aspek kasus sebelumnya yang sama dihukum

5. Ijtihad - upaya sungguh-sungguh, yang benar-benar dapat diterapkan oleh siapa saja yang telah mencoba untuk mencari ilmu untuk memutuskan kasus yang tidak dibahas dalam Al-Qur'an dan Hadits pada kondisi menggunakan akal sehat dan pertimbangan yang matang

Ada yang berpendapat sumber hukum (dasar) islam ada tiga. Yaitu Al Quran, Assunah/Hadits, Ijma' Ulama. Sedangkan Qiyas dan Ijtihad termasuk bagian dari penafsiran ulama atau cabang ijtihad

 Syariat Islam diturunkan yaitu untuk memberikan kemaslahatan kepada manusia baik cepat maupun lambat secara bersamaan yakni semua permasalahan dan akibat-akibatnya.  Syatibi mengemukakan dalam maqoshid syariah  bahwa tujuan Allah dalam menetapkan hukum, dengan penjelasan bahwa tujuan hukum itu adalah satu, yakni untuk kebaikan dan kesejahteraan (maslahah) umat manusia baik cepat maupun lambat secara bersamaan.

Hukum Islam diturunkan yaitu untuk memberikan kemaslahatan kepada manusia agar menjalani hidup dengan baik dan benar. Dengan adanya hukum islam, menajadi pedoman hidup bagi bagi orang-orang mengharapkan keselamatan. Hukum Islam adalah suatu aturan yang ditetapkan dan berkaitan dengan amal perbuatan seorang mukallaf, baik perintah itu mengandung sebuah tuntutan, larangan, ataupun perbolehan terhadap suatu hal.


EmoticonEmoticon