Mengapa Liberalisme Sangat Dominan Di Indonesia?

liberalisme indonesia

Kenapa liberal mendominasi di Indonesia?Jawabannya, menambah perdebatan yg telah ada, adalah karena persis pada tahun 1965 terjadi penyingkiran sistematis terhadap keberadaan intelektual muda nasionalis-Sukarnois yang ketika itu sedang belajar di negara2 komunis. Berbeda dengan sejawatnya yang bersekolah di negara2 Barat, salah satunya adalah "mafia Barkeley", intelektual2 muda nasionalis-Sukarnois tersebut menghadapi rintangan untuk kembali pulang ke tanah airnya pasca-1965. Mereka inilah yang kemudian menjadi kaum eksil.

Bagaimanapun itu berlangsung dalam suasana Perang Dingin. Pada awal 1960-an, Khruschev memberikan beasiswa kepada kurang lebih 2000 anak muda Indonesia untuk mengambil studi di negaranya, Uni Soviet. Jumlah yang lebih kecil diberikan oleh skema beasiswa negara-negara komunis lainnya. Cina memang mengundang beberapa orang sarjana kiri Indonesia untuk mengajar di sana, termasuk Sobron Aidit, tetapi beasiswa untuk mahasiswa cukup sedikit. Kaum eksil Indonesia di Cina sebagian besar berasal dari rombongan yang dikirim oleh Sukarno pada tahun 1965. Harus pula diingat bahwa antara Moskow dan Peking ketika itu sedang bersaing memperebutkan kepemimpinan di dunia merah.

Peristiwa 1965 memang telah dipersiapkan dengan cermat, termasuk infrastruktur intelektualnya. Setelah peristiwa itu kita mengetahui dari sejarah bahwa kaum intelektual didikan Baratlah yang memegang posisi penting dalam proses "pembangunan" Indonesia, bahkan hingga sekarang. Sementara itu, sejawat mereka, kaum intelektual nasionalis-Sukarnois terbuang di negeri-negeri dingin di belahan dunia sana.

Pemikiran liberal mempunyai akar sejarah sangat panjang dalam sejarah peradaban Barat yang Kristen. Pada tiga abad pertama Masehi, agama Kristen mengalami penindasan di bawah Imperium Romawi sejak berkuasanya Kaisar Nero (tahun 65). Kaisar Nero bahkan memproklamirkan agama Kristen sebagai suatu kejahatan. 


EmoticonEmoticon