Pengertian Media Pembelajaran

Media Pembelajaran
image: ilmu-pendidikan.net
Pengertian media pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dikatakan bahwa secara bahasa media berarti pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis yang digunakan untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual ataupun verbal.
Banyak para ahli yang mengemukakan mengenai pengertian media pembelajaran, di antaranya :
1. Fleming ( 1987: 234) mengartikan media adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya.
2). Heinich dan kawan–kawannya mengemukakan istilah medium/ media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima seperti telivisi, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan–bahan cetakan dan sejenisnya.
3). Hamijojo dalam Latuheru ( 1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan ide, gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan, dan pendapat itu dapat disampaikan kepada penerima yang di tujukannya dengan lebih mudah.
Secara implisit Gagne dan Briggs (1975) mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri antara lain buku, tape recorder, kaset video camera, video recorder, film slide (gambar bingkai), foto gambar, grafik, telivisi, dan computer . Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau bahan fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
B.     Landasan Teoritik
Adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya akan menyebabkan timbulnya pengetahuan dan keterampilan, serta perubahan-perubahan sikap dan perilaku. Bruner (1966: 10-11) menyatakan ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung, pengalaman pictorial /gambar, dan pengalaman abstrak. Ketiganya saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengalaman yang baru.
Ada beberapa hal yang melandasi media pembelajaran, di antaranya :
a.       Landasan Religius
Dalam masalah penerapan media pendidikan agama, harus memperhatikan jiwa keagamaan pada anak didik. Faktor inilah yang menjadi sasaran media pendidikan agama yang sangat prinsipil. Dengan tanpa memperhatikan perkembangan jiwa anak atau tingkat daya fikir anak didik,  guru agama akan sulit untuk menjadi guru yang sukses.
b.      Landasan Psikologis
Landasan psikologis penggunaan media pembelajaran ialah alasan mengapa media pembelajaran dipergunakan yang ditinjau dari kondisi peserta didik dan bagaimana proses belajar itu terjadi.
c.       Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rasional penggunaan media pembelajaran yang ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran.
d.      Landasan Teknologis
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan pebelajar untuk belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknologi-teknologi di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap pebelajar sesuai dengan karakteristiknya.
e.       Landasan Empirik
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik pebelajar dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya bahwa pebelajar akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristiknya.
f.       Landasan Filosofis
Siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
C.    Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media tersebut harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
a.        Ciri fiksatif
Ciri fiksatif mengambarkan kemampuan media dalam merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek, sehingga dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian yang terjadi pada waktu tertentu dapat ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
b.      Ciri Manipulatif
Media memiliki ciri manipulatif, artinya kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tehnik pengambilan gambar time-lapse recording. Sebagai contoh proses larva yang menjadi kepompong kemudian menjadi kupu- kupu dapat dipercepat dengan tehnik rekaman fotografi tersebut.
c.       Ciri Distributif
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian dapat ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama terhadap kejadian itu.
D.    Fungsi Media Pembelajaran
Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motifasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Levie dan lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu :
a.       Fungsi atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.      Fungsi afektif, artinya bahwa media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar .
c.       Fungsi kgnitif. Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.       Funfsi kompensatori, adalah media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks. Di samping itu juga untuk membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton (1985;3-4) dapat memenuhi tiga fungsi utama ,yaitu memotifasi minat dan tidakan, menyajikan informasi, serta memberi instruksi. Encyclopedia of educational research dalam Hamalik (1994:15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut :
a.        Meletakkan dasar yang konkrit untuk berpikir, sehingga mengurangi verbalisme.
b.       Menambah perhatian siswa.
c.       Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehingga pelajaran lebih mantab.
d.      Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
e.        Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
f.       Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
g.      Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain ,dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.  
Manfaat Media Pembelajaran
Arif S. Sadiman mengemukakan tentang manfaat media pembelajaran/ media pendidikan secara umum, yaitu:
a.       Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual.
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti:
1.      Objek yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, film, model, dan lain-lain.
2.      Objek yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide, gambar, dan lain-lain.
3.      Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, dan lain-lain.
4.      Objek yang rumit (peredaran darah, dll) dapat ditampilkan melalui film, gambar, slide, video, dan lain sebagainya.
5.      Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti computer, film, maupun video.
6.       Peristiwa alam seperti gunung meletus, atau proses yang dalam kenyataan memakan waktu yang lama (cloning, dll), dapat disajikan dengan rekaman video, film, slide, dan lain sebagainya.
c.       Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik. Dalam hal media pembelajaran, tentu media berguna dalam meningkatkan kegairahan belajar sehingga peserta didik lebih bisa menerima materi yang dipelajarinya dengan lebih mudah.
d.      Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi peserta didik terhadap isi pelajaran.
e.       Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya.
Dalam sumber lain juga disebutkan mengenai manfaat ataupun kegunaan praktis dari media pembelajaran di dalam kegiatan pembelajaran, di antaranya sebagai berikut:
a.       Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b.      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih  langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
c.     Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di  lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung.[8]

DAFTAR PUSTAKA

Media Pembelajaran. MediaPembelajaranSatuLagi.Com.htm.
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran.  Yogyakarta: Pedagogia.
Syamsul Hadi. Resume Media Pembelajaran karya : Prof. Dr. Azhar rsyad, M. A.
RESUMEMEDIAPEMBELAJARANKaryaPROF.DRAZHARARSYADM,


EmoticonEmoticon