Keutamaan Tentang Shalawat Dan Faidahnya

shalawat

-Allah memerintahkan kaum beriman untuk bershalawat, setelah terlebih dulu Dia bersama malaikat bershalawat (QS. Al-Ahzab: 56). Ini adalah sebuah ibadah yang spesial, karena Allah menjadi pelopor bershalawat bersama malaikat. Setelah itu barulah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman.

-"yushalluna" di dalam ayat tersebut berarti "yubarrikuna", sebagaimana yang didawuhkan Sayyidina Abdullah ibnu Abbas Radliyallahu anhuma. Demikian pentingnya barakah ini sehingga dalam ucapan salam-pun ada doa keberkahan di dalamnya: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan selalu menyertai Anda (kalian). Lantas, apa itu barakah? Para ulama memaknainya sebagai ziyadat al-khair alias bertambahnya kebaikan. Ulama lain mengartikannya sebagai kebaikan yang berkesinambungan.

Agar lebih mudah memahami apa itu berkah, izinkan saya mengutip kisah sederhana yang pernah disampaikan oleh Habib Umar bin Hafidz. Pernah ada satu orang yang shaleh, miskin dan membutuhkan uang. Beliau diberitahu lewat mimpi bahwa ada seribu dirham sedang menunggu dia di suatu tempat, Dan ia bertanya; "Apakah ada berkah di dalamnya? (Yaitu, dalam dirham itu). Saat dikatakan bahwa tidak ada berkah di dalam uang itu, dia menjawab, "Kalau begitu aku tidak perlu uang itu!"

Pada malam kedua ia memiliki mimpi yang sama di mana ia diberitahu ada tempat tertentu di mana ia akan menemukan 100 dirham. Dia bertanya "Apakah ada berkah di dalamnya?" Dia diberitahu tidak ada berkah di dalamnya dan ia kembali mengatakan dia tidak butuh uang itu. Pada malam ketiga ia diberitahu dalam mimpi bahwa di tempat tertentu ada 10 dirham menunggunya, dan ia bertanya apakah ada berkah di dalamnya. Dia diberitahu tidak ada berkah di dalamnya, dan lagi-lagi ia menolak itu. Kemudian pada malam keempat ia diberitahu dalam mimpi bahwa ada dua dirham menunggunya di suatu tempat dan dia bertanya apakah ada berkah di dalamnya. Dan dia diberitahu, "ya ada berkah di dalamnya!". Dan pada akhirnya ia mengatakan bahwa ia ingin dua dirham itu.

Keesokan paginya ia mengatakan seluruh cerita kepada istrinya. Istrinya bukan salah satu dari mereka yang menghargai berkah, jadi dia mulai mengkritik nya dan mengatakan, "Bagaimana Anda menolak seribu dirham untuk dua dirham? seharusnya anda memilih yang seribu dirham!".


Dia menjawab: "Tidak, saya tidak ingin seribu dirham tanpa berkah. Saya ingin dua dirham yang halal dan yang memiliki berkah." Lalu ia pergi dan mendapatkan dua dirham sesuai petunjuk mimpi dan dalam perjalanan pulang ia bertemu penjual ikan yang menjual ikan di jalanan. Beliau membeli ikan seharga dua dirham, jadi dia membayar dua dirham dan dia membawa pulang ikan itu ke rumah. Ketika ia tiba di rumah, ia memotong ikan dan ditemukan di dalam perut ikan beberapa perhiasan berharga ribuan dirham!

Allah telah membuatnya jadi orang kaya berdasarkan dari barakah dalam dua dirham. Ini adalah manifestasi dari bagaimana sejumlah kecil dengan berkah jauh lebih baik dari jumlah besar tanpa barakah! Oleh karena itu benar apa yang disampaikan oleh KH. A. Musthofa Bisri, "Janganlah mencari banyak, tapi carilah barakah."

-Shalawat adalah cara Allah mengistimewakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana sebelumnya Allah mengistimewakan Adam Alaihissalam dengan menyuruh malaikat bersujud kepadanya, Nuh Alaihissalam yang dikabulkan doanya, Ibrahim alaihissalam yang diangkat menjadi Khalilullah, serta Musa alaihissalam yang diajak bercakap-cakap oleh Allah.

-Rasulullah shallahu alaihi wasallam dalam banyak sabda beliau mengemukakan fadhilah shalawat, antara lain: 1 kali shalawat dibalas oleh Allah sepuluh kali lipat, siapa yang bershalawat akan mendapatkan syafaat di hari kiamat, dan berbagai keutamaan shalawat sebagaimana dijelaskan oleh berliau dalam berbagai sabda mulianya.
-Demikian istimewanya shalawat ini, para ulama sebagaimana disebutkan oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan berpendapat apabila setiap amal ibadah bisa tertolak atau gugur pahalanya karena salah niat, kecuali bacaan shalawat. Diniati apapun, pahala membaca shalawat tetap diperoleh.

-Dalam Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandi mengisahkan beberapa fadhilah shalawat. Di antaranya yang dialami seorang pemuda yang membaca shalawat terus menerus sembari berjalan mengitari ka'bah. Imam Sufyan Ats-Tsauri yang heran bertanya. Saya bershawalat karena sebelumnya ayah saya yang meninggal dunia sebelum tiba di sini tiba-tiba wajahnya menghitam, saya yang bersedih kemudian tertidur.

Saat itu Rasulullah hadir dalam mimpiku, aku yang galau dengan kondisi ayahku segera meminta tolong kepada Rasulullah untuk memulihkan kondisinya. Ayahmu ahli maksiat, namun karena dia rajin membaca shalawat aku akan menolongnya, jawab Rasulullah. Aku yang kemudin terbangun merasa lega saat melihat kondisi wajah almarhum ayahku yang tidak lagi menghitam.
-Etika berdoa adalah manakala kita memuji Allah terlebih dulu kemudian melantunkan shalawat Nabi di dalamnya. Kita termasuk orang yang terburu-buru apabila bermunajat tanpa disertai shalawat kepada Nabi.

-Para ulama dan waliyullah dengan kebeningan hati dan kerinduan yang memuncak kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggubah berbagai redaksi shalawat yang memiliki fadhilah masing-masing. Misalnya Shalawat Nariyah/Shalawat Taziyah/Shalawat Tafrijiyah yang disusun oleh Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi, Shalawat Fatih-nya Syaikh Muhammad al-Bakri, Shalawat Badawiyah-nya Sayyid Ahmad al-Badawi, Shalawat Kubro, Shalawat Munjiyat, dan sebaginya. Dalam "Afdhalus Shalawat ala Sayyid As-Sadat", Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani mencatat kurang lebih ada 70 macam redaksi shalawat yang disusun oleh para ulama berikut keterangan mengenai fadhilahnya.
-Sebagai perindu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, umat Islam Indonesia layak berbangga. Karena di negeri ini umat Islam-nya sangat gemar bershalawat.  Sejak Walimatul Urusi, prosesi hamil 3 & 7 bulanan, walimatut tasmiyah/aqiqah, anak khatam al-Qur'an, tasyakuran dan selamatan, semua ada prosesi pembacaan shalawat Nabi.

Bahkan saking populernya prosesi pembacaan shalawat Nabi, kitab-kitab maulid Nabi dalam bentuk madah lebih bisa dinikmati, dari Maulid Al-Barzanji, Ad-Diba'i, Burdah, Simtud Duror, hingga Ad-Dhiyaul Lami'-nya Habib Umar bin Hafidz. Semuan digemari di negeri ini. Grup-grup shalawat juga semakin banyak. Bentuk ekspresinya juga variatif: ada yang berpola modern seperti Habib Syekh, ada pula yang masih mempertahankan pola tradisional seperti Ishari-nya NU, al-Banjari, dan lain sebagainya.(Rijal Mu


EmoticonEmoticon