Kerugian Dibalik Perayaan Tahun Baru

tahun baru

Tahun Baru. Perayaan yang dinantikan ketika menjelang malam, orang-orang berbondong-bondong menanti sebuah malam pergantian. Yang, sebenarnya tidak ada manfaat didalamnya justru cendrung merugikan. Hanya menyaksikan pemandangan yang tak indah namun kelihatan indah.
Inilah perayaan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun episode selanjutnya.

Banyak kerugian yang mungkin tak dirasakan, karena larut dalam kemaksiatan. Hanya berdiri ingin menyaksikan kembang api, begadang sampai larut malam bak musang dan kelelawar sedang berkeliaran. Berbagai macam hiburan ditampilkan, musik, dangdutan, orkes, pesta, dansa, dan bermacam-macam hiburan yang pada ahirnya kebablasan.

Pemuda pemudi berhamburan di jalan, terkumpul di pusat kota dan dibeberapa titik tempat menunggu pukul 00.00, yang seolah sangat rugi apabila dilewatkan. Lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang mulai berteriakan.

KERUGIAN MENGHAMBURKANNUANG
Bagaimana kalian bisa menghamburkan uang, sementara disana banyak fakir miskin membutuhkan uang. Tak sedikit kaum dhuafa yang butuh bantuan, akan tetapi kalian larut dalam hiburan. Banyak rakyat kelaparan yang butuh makan, sementara kalian sibuk berfoya-foya.

Kalian menghabiskan uang untuk berpesta pora, membeli mercon-mercon dan berbagai hiasan untuk perayaan tahun baru. Tak berpikirkah kalian, bahwa dibalik kebahagiaan menyambut tahun baru, ada kesedihan yang tak dirasakan. Kesedihan berkurangnya umur sementara kebaikan kita sangat minim, dosa terus menumpuk, kesalahan demi kesalahan sering kita lakukan.

Allah berfirman,
 وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا  إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا 
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’: 26-27)

RUGI TERBUANGNYA WAKTU SECARA SIA-SIA
Waktu terus dihabiskan untuk bergadang, sementara jatah waktu yang diberikan tuhan. Belum tentu kita gunakan dengan sebaik mungkin, namun masih saja berusaha untuk membuang-buang waktu. Apa sih untungnya menunggu pergantian tahun ditengah malam?

Rasulullah Bebersabda:
 نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ .
"Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu darinya, yaitu kesehatan dan waktu luang"

KERUGIAN TAHUN BARU RENTAN MAKSIAT
Tahun baru, merupakan ajang pemuda-pemudi untuk melakukan perbuatan yang tak diharapkan. Laki-laki dan perempuan jatuh dalam hubungan yang tak diizinkan. Lihatlah, bagaimana larisnya kondom ditoko-toko, paginya kondom berserakan dimana-mana. Entah ada apa dibalik semua larisnya barang tersebut.

Banyak remaja yang jatuh kedalam zina, mabuk-mabukan, hingga lupa kewajiban. Tak peduli dengan kemashlahatan, justru membuat keburukan. Itulah maksiat yang sering dilakukan, untuk menyambut perayaan.

Hukum merayakan Tahun Baru dalam islam, sama dengan menyerupai orang orang kafir. Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Yang artinya: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah sebagian dari mereka."

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ . فَقِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ كَفَارِسٍ وَالرُّوْمِ ؟ فَقَالَ : وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُوْلَئِكَ ؟ “Kiamat tidak akan terjadi sampai umatku mengikuti apa yang terjadi pada generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta”. Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah apakah seperti bangsa Persia dan Rumawi? beliau menjawab: “manusia siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhariy 688)

Sebagai orang yang beragama islam, maka sebaiknya hindari perayaan menyambut tahun baru.


EmoticonEmoticon