Islam yang terpecah, penista meraja lela


Hari ini kita menyaksikan, umat islam diporak-porandakan soal kepemimpinan. Tiap hari, umat islam diadu sesama umat islam. Sesama islam saling menjelekkan, sesama Muslim saling mencaci, sesama Saudara saling menyalahkan. Mungkin inilah yang selalu diwanti-wantikan oleh mantan-mantan misionaris, yang telah memilih hidupnya dengan islam. 

Faktanya, kita menyaksikan diera perkembangan media sosial, Islam semakin dihina, dicaci, dihujat, dilecehkan. Yang kita hadapi sekarang, bukan pedang, bukan ujung tombak. Yang kita hadapi sekarang adalah lahirnya penista-penista baru yang semakin bertebaran dan muslim yang semakin memihak kepada orang-orang kafir, yang bisa menyebabkan sesama saudara saling bermusuhan.

Lihatlah, bagaimana saudara saudara kita menangis menuntut keadilan, memohon supaya hukum ditegakkan, difitnah habis-habisan dengan isu makar dan sebagainya. Namun, disana, saudara kita tertawa bak kegirangan menyaksikan jutaan umat yang sedang berjuang. 

Alasannya pemimpin. Karena kepemimpinanlah saat ini umat islam terpecah belah. Yang satu demi Agama, yang lain demi Pemimpin Negara. Ya, Negara ini memang berdiri diatas dasar Binnika Tunggal Ika, apakah dengan dalih Binnika tunggal ika lantas kita mau menggadaikan keyakinan dan keimanan kita. Kita harus hargai Binnika Tunggal bahwa kita terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Akan tetapi bukan dengan cara saling mencaci maki antar sesama saudara.

Baralih dari perpecahan umat islam karena soal pemimpin, kini lahir generasi-generasi baru para penista agama. Tanpa rasa takut, tanpa memikirkan akibatnya, mereka semakin berani menunjukkan batang hidung mencaci dan menistakan islam secara terang-terangan. Tidakkah saudara tergerak hatinya untuk membantu saudaranya yang membela agama dari penista. Dari pada mengurus soal kepemimpinan yang tak kunjung selesai. Anda mau tahu bagaimana islam dilecehkan? Lihatlah







EmoticonEmoticon