Hukum Merayakan Tahun Baru Dalam Islam

hukum merayakan tahun baru
Bagaimana hukumnya merayakan tahun baru dalam islam? Banyak kerugian yang ditimbulkan didalamnya. Namun banyak orang yang tidak sadar, ahirnya menimbulkan mudharat.

Banyak orang terbuai dengan pergantian tahun baru, ikut berbondong-bondong merayakan. Tak luput juga sebagian umat islam ikut berpartisipasi memeriahkan acara perayaan ini. Padahal, acara perayaan tahun baru bukanlah hari rayanya orang islam. Hukum-hukum Allah dan Sabda rasulullah sudah terpampang jelas. Namun masih saja sebagian umat islam ikut merayakan.

Yang perlu kita ketahui, bahwa tahun baru adalah budayanya orang-orang yang ingkar kepada Allah Swt. Lantas apa dan bagaimana hukum orang islam merayakan tahun baru? Terkadang diantara  ada yang diajak orang non muslim untuk ikut merayakannya. Maka janganlah kita mau memenuhi permintaan mereka. Namun kita harus menolaknya secara baik-baik.

Allah Swt. Berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تُطِيْعُوا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَرُدُّوْكُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ فَتَـنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi. (QS. Ali 'Imran: Ayat 14)

Dulu orang hanya mengenal bahwa orang-orang kafir saja yang merayakan tahun baru masehi. Tapi sekarang umat islam juga merayakan tahun masehi. bahkan saking parahnya, tak sedikit orang islam yang ikut nimbrung dan berfoya-foya didalamnya.

Allah berfirman,
 يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)

Jikan kita merayakan tahun baru, maka hukumnya termasuk dalam golongan kereka. Menyerupai saja dilarang oleh Nabi, apalagi kalau sampai ikut-ikutan. Rasulullah Saw bersabda:
 مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah sebagian dari mereka."

Ibnu Hajar Al Asqalani, ketika mengomentari Hadits "Sesungguhnya bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah perayaan kita”.(HR Bukhari Muslim). Beliau menjelaskan maksud hadis tersebut, bahwa dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin dan meniru mereka (dalam perayaan). (Fathul Bari, 3/371).

Benarlah apa yang dikatakan sang baginda nabi, banyaknya orang islam yang ikut merayakan menunjukkan akan kebenaran risalah beliau.

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى ؟ قَالَ: فَمَنْ؟
Kalian benar-benar akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta sampai andai mereka masuk ke lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka”. Kami (Abu Sa’id Al-Khudriy, pent.) bertanya, “Apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau bersabda, “Siapa lagi lagi kalau bukan mereka?”. (HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-I’tishom:6889, Hr Muslim dalam Kitab Al-Ilmi: 2669)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw Bersabda:
 لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ . فَقِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ كَفَارِسٍ وَالرُّوْمِ ؟ فَقَالَ : وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُوْلَئِكَ ؟ “
Kiamat tidak akan terjadi sampai umatku mengikuti apa yang terjadi pada generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta”. Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah apakah seperti bangsa Persia dan Rumawi? beliau menjawab: “manusia siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhari :688)

Kesimpulannya, hukum merayakan tahun baru dalam islam adalah dilarang. Apalagi dalam perayaan tahun baru banyak kemaksiatan-kemaksiatan, menghamburkan uang, membuang-buang waktu dan sebagainya.


EmoticonEmoticon