Urus Aja Diri Sendiri, Buat Apa Mengurus Orang Lain

sudah terlambat mas

Pernahkah kita melihat, atau bahkan kita merasakan sendiri ketika mengajak orang lain kepada kebaikan. Terlontar kata kata: Mending urus saja dirimu sendiri, ngapain ngurus orang lain. Bahkan kata-kata seperti tak luput kemungkinan keluar dari teman kita sendiri manakala diajak berdakwah.

Memang, sebelum kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Kita harus memulai dari kita sendiri. Bahkan itu wajib. Akan tetapi ketika kita melihat kemungkaran yang tampak didepan mata. Maka merupakan kewajiban kita untuk segera menegakkan Amar Makruf Nahi Mungkar. Ada sebuah kisah menarik yang bisa diambil pelajaran:


Sudah Terlambat Mas
___________
"Mas, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!"
"Nggak usah. Yang penting kita sendiri jadi orang baik."

Sebulan kemudian.
"Mas, para pemuda mulai suka mabuk-mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!"

"Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok. Perbaiki diri sendiri dulu lah"

Sebulan lagi berlalu.
"Mas, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi."

"Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain, doain saja ga terjadi apa apa"

Setahun kemudian.
"Mas, desa kita sudah menjadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta'mirnya, juga akan diusir." "Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, dong. Ayo kita lawan mereka!"

"Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik, cuma doa, Ternyata itu tidak cukup tanpa usaha"

1 komentar so far


EmoticonEmoticon