Pertemuan di pesta pernikahan


pesta pernikahan
Tak disangka, setelah beberapa tahun berpisah, sesama mantan santri dipertemukan oleh Allah di hari pesta pernikahan. Hari walimah, yang merupakan salah satu hari sakral bagi mereka. Menjadi ajang pertemuan bagi sesama Alumni, sesama santri Pondok Pesantren yang dulu hidup dalam satu naungan. Jarak tidak menjadi persoalan dalam persahabatan. Walau jauh diseberang sana, harus menyebrang pulau, butuh waktu siang dan malam agar bisa sampai ke kediaman. masuk ke pelosok-pelosok desa.
pesta pernikahan

Yang diharapkan tentunya adalah pertemuan. Pertemuan bukan untuk mengulang sejarah masa lalu, bukan untuk bercerita perihal hidup dalam kesederhanaan, tidak untuk mengulas betapa peliknya menjadi santri sekaligus Mahasiswa. Akan tetapi lebih dari pada sekedar pertemuan, bahwa kehadiran seorang teman adalah arti penting dari sebuah persahabatan.
pesta pernikahan

Ia seorang Mahasiswi sekaligus Santri jebolan Pesantren Al Ishlah. Dari pernikahannya. Saya mendapat pengalaman baru, pengetahuan baru tentang sistem pernikahan di Rombiya timur. Bagaimana orang-orang disana dengan ramhanya menerima tamu, tentang palayanan yang akrab disaat kami duduk bersama. Dengan tempat dan menu yang sederhana, tak membuat pesimis untuk berbicara dengan tamu.
pesta pernikahan

Di atas panggung, sang mempelai seperti artis yang sedang diburu kamerawan. Orang-orang sibuk membidikkan layar Hand Phone, untuk mengabadikan susana di pesta pernikahan itu. Tak kalah juga dengan tukang shoting, yang dulu pernah bekerja sama dengan saya ketika ia mengelola Lembaga Kursus Tunas Bangsa. Secara kebetulan bertemu disana. Kami tidak dapat berlama-lama, menyaksikan acara pernikahan itu. Namun dari pertemuan itu, banyak hal yang kami dapatkan. (*Nanang Setiawan/Widhy Comunity/)



EmoticonEmoticon