Narasi Sandal Coklat Tua

Oleh : Ubay Ananta
sandal tua

Mungkin sandal coklat tua dan merah muda itu adalah sepasang pengantin di musim ini nay, serupa kekasih pada musim kemarau yang berganti. 

Nay, di pojok kamar itu mereka menyambung irama desahan yang terputus pada almanak tanggal
mengalirkan cipratan desember pada pisang goreng di warung-warung,
sementara aku menjadi saksi bisu di balik pintu dari percintaan mereka.

Di dalam kamar, mereka memuji waktu dan hujan
Yang turun tadi pagi, dan menara api menghunjam ke lubang paling sunyi.

Nay, apakah rindu akan menguning pada tisu-tisu yang t'lah basah?
Sandal hitam tua itu, memulung detak yang terserak di halaman buku-buku

Menjadikan elegi dan instrument pada amperan kamar yang mereka dustai kelahirannya.

Mungkin mereka sedang berkaca pada hujan malam ini
;Bahwa mereka berdua telah menikmati desahan dari sebotol bir.

Pandian.2016


EmoticonEmoticon