Menilai Seseorang Dengan Bijak

menilai seseorang
"Jangan nilai orang dari masa lalunya, karena kita semua sudah tidak hidup disana. Semua orang bisa berubah, biarkan mereka membuktikannya"

Kita menilai seseorang dari apa yang kita lihat padanya, dari perbuatan yang telah dan yang sedang dilakukan orang lain. Hingga semua perbuatan orang lain yang kita nilai, menjadi tolak ukur baik dan buruknya perilaku seseorang. Padahal, tidak semua orang melakukan sesuatu dilakukan secara terus menerus. Bisa saja, seseorang dulunya adalah orang jahat. Namun sekarang menjadi orang yang baik. Dan boleh jadi, orang dulunya terkenal berbuat baik. Namun berubah menjadi orang buruk.

Itulah siklus kehidupan, dimana kita tidak selamanya berjalan dalam satu poros layaknya malaikat. Bahwa perjalanan hidup selalu berubah-ubah seperti yang dikatan Nabi dalam Sabdanya Iman itu naik turun. Maka Jangan nilai orang dari masa lalunya, karena kita semua sudah tidak hidup disana. Semua orang bisa berubah, biarkan mereka membuktikannya.

Terkadang, kita terperangkap dalam sikap buruk seseorang. Satu keburukan yang dilakukan orang lain. Membuat kita membenci seluruhnya. Penilaian kita pada seseorang menjadi kabur tak pandang arah. Sekali berbuat jahat, selamanya ia di pandang jahat. Bukankah kita semua pernah melakukan kesalahan? Lantas bagaimana perasaan kita, jika selamanya orang menilai kita dari kesalahan yang pernah dilakukan. Kesimpulannya, meminta maaf dan memaafkan itu adalah penting.

Yang peling berat dilakukan adalah, tidak mengulangi kembali kesalahan yang pernah dilakukan. Setelah meminta maaf, terkadang masih saja melakukan kejahatan. Maka jangan heran kalau penilaian orang tidak pernah berubah. Sekali menilai orang buruk, maka selamanya buruk. Untuk itulah, kita harus mawas diri untuk selalu menjaga diri dari kesalahan yang sama. Sungguh indah kata Nabi: "Orang mukmin tidak akan terjerumus kedalam dua lubang yang sama" (HR. Muslim)

Sebenarnya tidak baik menilai perbuatan seseorang, lebih baik menilai diri kita sendiri yang masih penuh dengan salah dan dosa. Kita menilai seseorang bukan untuk mencari kejelekannya, atau bukan untuk membicarakannya denga orang lain. Akan tetapi supaya kita dapat mengambil pelajaran, agar tidak melakukan perbuatan yang sama.

1 comments so far

janganlah menilai seseorang itu dari keslahan yang pertama kali dilakukannya ... liat dulu kedepannya bagaimana , ....


EmoticonEmoticon