Kebersamaan Di Home Stay Vila Akbar (Cerpen)

home stay
Senja itu terlihat di ufuk barat, tanda adzan maghrib sebentar lagi akan dikumandangkan. Orang-orang berlalu lalang memadati jalan jalan di Kota Malang. Tiba-tiba mendung menghalangi pemandangan senja yang sebentar lagi akan tenggelam. Meski kehilangan teman diperjalanan, dengan berharap bisa bertemu lagi. Kami terus melanjutkan perjalanan menuju Kota Batu. Mencari lokasi Vila Akbar, tempat penginapan yang telah dipesan sebelumnya. Kami sampai di Batu Night Specatculer (BNS), di BNS inilah kesepakatan untuk saling bertemu dengan teman-teman yang kesasar di Kota Malang.

Hujan terus turun membasahi Kota Batu. Keramaian begitu nampak di Batu Night Specatculer. Jalan macet dipenuhi kendaraan, saking padatnya dan banyaknya pengunjung BNS di malam minggu. Hujan terus turun tiada henti, kedinginan mulai merasuk kedalam tubuh. Menunggu redanya hujan juga bukan solusi alternatif. Aku hanya diam menunggu keputusan teman-teman.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan, vila Akbar sudah dekat dari sini" kata ajiz dengan pakaian yang sedikit basah.
"Bagaimana dengan teman-teman yang tertinggal? Mereka belum tahu jalannya" Sanggah vicky
"Biar nanti kita ketemu di Vila Akbar" Sambung  Asti.

Tanpa Jaz hujan, Kami melanjutkan perjalanan menuju Home Stay Vila Akbar 99. Dengan perasaan penuh kegembiraan, teman-teman bisa sampai ditempat penginapan yang dituju. Aku perhatikan teman-teman sedang berganti pakaian karena kehujanan. Aku membuka Jaket yang sudah tidak bisa menahan rasa dingin, mengganti dengan pakaian yang kubawa dalam tas.

Di kasur yang empuk, Dacik sedang beristirahat pulas. Entah, mungkin karena bekas sakitnya yang belum hilang karena kecelakaan bersamaku. Sementara Ajiz, Firman Zam Zam dan Arif Iskandar. Sibuk mengotak atik Telivisi untuk dijadikan layar lebar pertandingan Piala Vila Batu. Sebagai pembuka, Albert Kholis Dan Yusuf memulai pertandingan. Teman-teman Putri sibuk dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Rossa dan Nia Kurnia mengurus di dapur. Evi Yulianti Putri, Fitri Endel, Bersama Fatimb membereskan kamar-kamar di Vila.

Malam semakin larut, kami semua istirahat tanpa ada satupun yang terbangun. Dini hari, tepat jam satu malam. Ada yang mengetok Pintu, aku tidak mengenal suaranya. Aku membuka pintu perlahan-lahan, dan ternyata Bayu Firmansyah. Ia datang di malam hari untuk ikut pertandingan perebutan piala bergengsi.

***
makan bersama

Sinar diwaktu pagi tersenyum manis. Rintik rintik hujan dan tetesan embun pagi saling bercampur. Rasa kedinginan menemani kebersamaan kami di Vila. Dengan senampan susu dan kopi, membuat keakraban kami seperti keluarga. Walaupun kami berasal dari daerah yang berbeda. Dalam diam aku berfikir saat melilihat langit. Sungguh nikmat  karunia tuhan, bisa menjadikan kami seperti keluarga besar.

Kebersamaan kami, sangat terasa ketika kami makan bersama. Menikmati masakan teman-teman putri. Wajar, perempuan memang jagonya masak. Yang putra hanya jago minum susu dan kopi di teras vila. Namun diantara kami tidak ada yang merasa iri. Semua merasa saling memiliki dan saling pengertian.

Di pagi hari menjelang siang, teman-teman putra menyelesaikan pertandingan yang belum selesai. Hari penentuan siapa yang akan menjadi juara, siapa yang akan merebut penghargaan di Home Stay Vila Akbar 99. Pada ahirnya, kemenangan itu diraih oleh ketua Genk.

Dengan bangganya ia berkata "Hh, kali ini ketahuan siapa yang jago stik"

***

Dengan rintik hujan yang tak pernah reda. Kami menghabiskan kebersamaan dengan canda dan tawa di Vila. Mengabadikan berbagai moment moment penting. Sebagai kenangan yang akan dibawa pulang. Yang akan menjadi pengingat nantinya, bahwa kami pernah bersama. Saling berbagi rasa suka maupun duka. Karena persahabatan tidak dapat dihargai dengan materi.

Katika sendirian diluar vila. Aku merenung dan membayangkan betapa indahnya liburan kali ini. Banyak pengalaman yang ku dapatkan. Perjalanan jauh yang memberikan kesan.


EmoticonEmoticon