Kabar Sahabat dari Qatar

man power
Setelah pesta perpisahan di Di Pop City, ternyata masih ada pesta susulan. Pesta yang dikemas secara husus untuk anak-anak Unitomo wabil husus Fakultas Fia. Kabar keberangkatan ke Negeri Qatar semakin jelas. Dia, yang punya misi menjadi koki restoran. Tak dapat lagi dicegah oleh teman-temannya. Wajar saja, jika niat sudah bulat. Gunungpun tetap didaki, lautanpun akan terus di arungi.

Hari-hari terus berjalan, waktu tak terasa berlalu begitu saja. Berbagai acara telah dilakukan semua, sebagai bentuk kenangan dan moment mengesankan. Yang namanya persahabatan diantara mereka, sesama almamater Fia. Tak ingin keluarga besarnya, yang berjuluk Fianeso. Hilang dari sejarah perjalanan hidup mereka. Entah bagaimana jadinya, jika satu personil meninggalkannya, demi kesejahteraan hidupnya. Mereka harus rela melepaskan kepergian salah satu teman mereka.

Tapi kabar berkata lain. Dari niat semula yang katanya mau ke Qatar. Entah dia nyasar dimana. Dalam perjalanan menuju Qatar, sudah nyasar duluan di Indonesia. Setiap memberi kabar pada teman-temannya melalui beranda medsosnya. Selalu tentang Kota Di Indonesia. Jakarta, Bandung, Banten, Gersik dan Kota-Kota lain.

Ketika ditanya perihal kapan jadinya berangkat ke Qatar. Jawabannya selalu menunggu waktu yang tepat. Baru tadi malam, seorang teman memberi tahu, kalau dia sudah balik lagi kesurabaya. Entah dia memang benar benar mau bekerja ke Negeri Qatar, atau hanya sekedar hastag untuk membuat topik obrolan sesama temannya.

Namun dibalik kembalinya ke Surabaya, merupakan kesempatan bagi mereka untuk bisa berkumpul kembali. Menjalani kebersamaan yang hampir  dilupakan. Menikmati suasana Kota Surabaya dikala jalan-jalan. Merasakan indahnya berkumpul bersama. Karena bisa jadi, suatu saat akan berpisah kembali.


EmoticonEmoticon