Blog pun menjadi tugas siswa disekolah

siswa disekolah
Image ilustrasi: sinarberita.com

Saya ingat, beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2012 an. Anak didik saya meminta bantuan untuk dibuatkan website. Katanya tugas dari guru disekolah. Tanpa perlu repot-repot, delapan blog yang saya miliki, satu diberikan padanya. Sebelumnya saya jelaskan, kalau mau membuat website, silahkan beli domain dan sewa hosting sendiri kemudian ajak partner untuk mengelolanya.

Dari sekolah MI sampai kuliah sekarang ini, saya tidak pernah mendapat tugas membuat blog disekolah. Entah sejak kapan dunia perbloggingan masuk ke sekolah, ahli sejarahpun tidak ada yang menjelaskan. Sampai-sampai siswanya diberi tugas membuat sebuah blog. Tentunya hal ini menjadi sebuah peluang besar bagi siswa untuk mempublikasikan karya-karyanya ke internet.

Sebagaiamana kita ketahui, yang namanya siswa identik dengan tugas-tugas sekolah. Banyak karya karya yang telah dihasilkan dari berbagai macam tugas disekolah. Dari sekian banyak siswa disekolah, tentu ada beberapa yang ingin hasil tugasnya dipublikasikan ke media agar dibaca banyak orang. Namun mereka tidak tahu kemana harus mengirim hasil karyanya.

Oleh karena itulah, pentingnya pengenalan blogging kepada siswa, agar siswa dapat mempublikasikan hasil tugasnya tanpa harus melalui situs-situs resmi. Yang kalau kengirim karya harus melewati beberapa persyaratan.

Keuntungan kalau siswa memiliki blog sendiri, termasuk kita para blogger lovers. salah satunya adalah bisa membuat karya sebanyak mungkin. Dan dapat mempublish tanpa harus menunggu persetujuan orang lain. Kalau mengirim ke blog punya orang lain. Tentunya ada syarat-syarat yang harus dipatuhi. Itupun kadang hasil karyanya diklaim milik si admin.

1 komentar so far

Generasi kedepan adalah generasi mengetik...
bagaimana ini gan kalau tidak ada yang nulis


EmoticonEmoticon