Belajar dari sebuah kesalahan

bertaubat kepada Allah
Tak cukup sekali kita berbuat salah, mulai dari kesalahan yang disengaja hingga yang tak disengaja. Tak ada orang yang tidak punya salah. Semua pasti punya salah dan dosa. Kita tahu bahwa sesungguhnya kesalahan adalah bagian dari proses perjalanan hidup ini. Maka benarlah kata Sang Nabi Pilihan, Muhammad Saw. "Setiap keturunan adam punya salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah dia yang bertobat"

Jika kita berbuat salah, jangan sampai membuat kita menyalahkan dan mengutuki nasib hidup. Sebaliknya, dibalik kesalahan yang kita lakukan, Allah mengajarkan banyak hikmah untuk direnungi, untuk intropeksindiri, bermuhasabah, lalu meminta maaf dan bertobat kepadaNya. Dan ketika bisikan setan mengajak untuk mengulangi berbuat kesalahan. Ingatlah untuk belajar dari sebuah kesalahan yang telah lalu. Betapa perihnya hati ketika berbuat salah, betapa sakitnya jiwa ketika orang lain tidak memaafkan kita.

Kita terus melakukan kesalahan, bahkan saat kita berusaha untuk tidak mengulangi. Namun tetap saja, setiap hari selalu tercipta kesalahan-kesalahan baru. Sementara kesempatan untuk bertobat selalu kita lewati. Belajar dari kesalahan pun tak pernah kita pikiri. Karena kita selalu sibuk dengan urusan yang tak berarti sama sekali.

Namun, yang namanya penyesalan selalu datang yang terahir. Kita akan terbangun dari kesalahan, sadar kalau kita berbuat salah. Manakala kita merasakan akibat dari kesalahan yang kita lakukan. Mungkin kita berkata sesuatu yang menurut kita baik, tetap belum tentu pada orang lain. Kita berbicara tentang orang lain, namun tiba-tiba orang lain justru merasa tersakiti.

Ya, yang namanya belajar dari kesalahan tidak mengenal waktu. Belajar dari kesalahan tidak harus menunggu disaat kita membutuhkannya. Kapanpun dan dimanapun, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Bukankah kita manusia yang selalu berbuat salah dan dosa?

kesalahan adalah aib jika kita terus lakukan, tentu sangat malu jika aib di ketahui orang. Tapi jika kita mau belajar dan memperbaikinya, kesalahan itu akan menjadi catatan sejarah hidup di masa lalu. Maka dari itu, belajarlah dari kesalahan, sehingga kesalahan itu memiliki nilai bagi kita. Belajarlah dari kesalahan orang lain, sehingga kita tak perlu melakukan banyak kesalahan yang berkelanjutan. Memang, kita memerlukan jutaan kesalahan untuk dijadikan bahan pelajaran. Tentu saja, kita tidak harus melakukan kesalahan berkali-kali, tapi cukup mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain.


EmoticonEmoticon