Antara keinginan dan kehendak Allah

kehendak tuhan
Kita semua punya keinginan. Keinginan untuk melakukan sesuatu, keinginan untuk memiliki sesuatu, dan keinginan keinginan akan lainnya. Kita boleh punya keinginan, bahkan harus. Karena keinginan adalah sifat naluri manusia. Tetapi sebaik-baik keinginan adalah menginginkan apa yang Allah kehendaki. Mau itu terjadi atau tidak terjadi, kita punya keinginan yang Allah sukai, itu sudah baik. Dan yang paling beruntung adalah orang yang menginginkan apa yang terbaik yang Allah takdirkan bagi diri kita.

Bisa jadi, kita ingin sesuatu tapi tidak dikabulkan oleh Allah karena Allah lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Baik dimata kita belum tentu baik bagi Allah. Antara keinginan kita dan kehendak Allah Swt. tidak dapat dipertentangkan. Karena Allah yang berkehendak, kitalah yang berusaha dengan berbagai macam keinginan. Toh walaupun keinginan tidak selamanya baik lantaran nafsu yang selalu menjadi momok dalam kehidupan ini.

Dalam hidup ini kita harus siap dengan apa yang cocok dan yang tidak cocok dengan rencana kita. Karena kita punya rencana, Allah juga punya rencana. Rencana Allah pasti yang akan terjadi. Dan, rencana Allah pasti yang paling baik. Bukankah sudah kita pernah merasakan dan mengalami? Dulu kita punya rencana dan keinginan, namun setelah semua berhasil dilaksanakan namun menimbulkan kekecewaan.

Keinginan bukanlah kebutuhan yang menjadi bagian dalam hidup. Tetapi kehendak Allah jauh melebihi kebutuhan. Seandainya kita ingin memiliki sesuatu sesuai kebutuhan, tidak akan ada yang namanya orang rakus, tamak, ambisi, dan sebagainya. Akan tetapi karena ingin memiliki sesuatu atas dasar hanya keinginan, maka tak heran kita selalu ambisi untuk menginginkan sesuatu.

Ketika masih sekolah, guru saya mengajarkan perbedaan keinginan dan kebutuhan.  Bahwa kebutuhan sifatnya terbatas. Sebailknya, keinginan tidak memiliki batas sama sekali. Kita butuh rumah sebagai tempat tinggal, butuh mobil sebagai kendaraan, butuh uang sebagai biaya hidup, butuh sandang pangan untuk bertahan hidup.

Akan tetapi jika hanya keinginan yang menjadi tolak ukur. Maka satu rumah tidak akan cukup, satu mobil tidak akan pernah puas, uang yang dimiliki tidak akan memberi kecukupan, sandang pangan yang sudah dimiliki terasa kurang mewah. Begitulah sifat keinginan, bahkan kalau bisa kita ingin meraih berjuta-juta keinginan yang lain yang sudah kita miliki.


EmoticonEmoticon