Pesan Untuk Wanita Hobi Selfie Narsis

wanita disiksa
Image: khasanah.info
Saudariku!
Tidak kah engkau sadar akan kecantikan yang diberikan oleh Allah. Bahwa, semua itu merupakan kenikmatan.  Tentu kamu sudah tahu bagaimana cara mensyukuri nikmat itu sendiri. Jika kamu pandai bersyukur atas kecantikanmu, kamu tidak perlu bilang ke orang-orang bahwa kamu adalah wanita muslimah yang sholehah. Dengan sendirinya, insyaallah kamu menjadi orang sholehah.

Disini kita tidak berbicara siapa yang suci dan yang alim, baik pria atau wanita. Karena sejatinya, tidak ada manusia yang suci, kesucian hanya milik yang Maha Suci, yakni Allah Swt. Kita semua sama, wanita dan laki-laki kedudukannya tidak ada perbedaan dihadapanNYA. Yang membedakan adalah level ketaqwaan. Bisa jadi,  wanita derajatnya lebih mulia dari pada laki-laki. Dan boleh jadi, laki laki derajatnya lebih mulia dari pada perempuan.

Saudariku!
Tahukan kamu. Dulu, perempuan banyak yang malu, apabila paras wajah yang elok itu diketahui oleh banyak orang, kecuali bagi yang halal. Tak heran, wanita-wanita pra kemajuan teknologi dan informasi. Banyak yang memasang perisai malu untuk mengumbar kehormatannya. Bahkan mereka merasa terusik ketika ada laki-laki yang mengusik.

Namun, apa yang terjadi dengan wanita masa kini. Smartphone mudah didapatkan, medsos semakin bertebaran, teman yang tak dikenal terus menumpuk. Dengan gaya lebay dan alaynya, pakaian mentereng hampir bertelanjang. Lalu di unggah ke media sosial.

Lalu, apa tujuanmu memperlihatkan kecantikan paras wajahmu di medsos, apakah kau ingin dibilang cantik oleh para lelaki? Tidak kah kau takut,  paras  cantik nan elok itu, dilihat setiap saat oleh orang banyak, yg bisa dilihat kapan saja, dimana saja, walaupun tidak bertemu langsung. Tidak kah kau takut kan itu semua? Lantas apa yg membuat mu sangat senang mengumbar umbar kecantikan mu.

Saudariku!
Tidak kah kamu takut? Tidak kah kau berfikir?  Berapa korban wanita yang menjadi korban pemerkosaan. Berapa banyak gambar-gambar wanita cantik, yang diambil orang kemudian dijadikan alat ajang berbisnis dan promosi-promosi di dunia maya. Tidak kah kamu takut, foto narsismu di curi orang. Lalu dijadikan sebagai media promosi prostitusi online.

Kamu ingin terkenal dengan mengorbankan kehormatanmu sendiri. Kamu ingin di sanjung orang dengan  cara pamer tubuh. ingin di bilang Wah!  Dengan cara menjual harga dirimu. Sungguh kasihan nasibmu jika kau lakukan itu.

Kamu yakin? Ketika kamu mengunggah foto dengan pakaian yang tak pantas, lalu banyak orang menaruh perhatian padamu? Dengan banyaknya komentar-komentar netizen, membuat hidup kamu sejahtera? Membuat hidup kamu tenang? Membuat kamu disanjung masyarakat? Membuat orang butuh bantuanmu? tidak sama sekali.

Dimana hati nuranimu, ketika parasmu kau jual murah. Harga dirimu kau tukar dengan sifat kesombongan. Kemuliaanmu kau buang dengan sifat riya'. Tidak malukah kamu mengaku muslimah. Sekali lagi, dimana harga dirimu.


EmoticonEmoticon